Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN ARSITEKTUR ISLAM TERHADAP PERENCANAAN MASJID AGUNG JAWA TENGAH DI KABUPATEN MAGELANG Arvianthi, Tiara; Inavonna; Tundono, Sri
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v22i2.17869

Abstract

Ide perancangan masjid agung berawal dari misi jawa tengah yaitu “Membangun masyarakat Jawa Tengah yang religius, toleran dan guyup”. Masjid Agung diharapkan mampu menjadi wadah berbagai kegiatan keislaman. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penerapan arsitektur islam dan nilai lokal Jawa pada bangunan masjid agung. Penekanan desain yang digunakan adalah pendekatan arsitektur islam dengan mengangkat prinsip utamanya yaitu Hablumminallah (Allah), Hablumminannas (Manusia), Habluminal’alam (Alam) yang diungkapkan secara filosofi oleh Mohammad Tajuddin kemudian dijabarkan dengan konsep Aisyah Handryant. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan mengumpulkan data yang bersumber dari buku dan beberapa jurnal ilmiah. Hasil dari analisis ini adalah menggambarkan penerapan arsitektur islam terhadap perencanaan masjid agung di jawa tengah seperti (Hablumminallah : Penggunaan atap tajug, ornamen islam dan menyediakan area pemakaman), (Hablumminannas : Penggunaan atap limas, area open space, pemisahan entrance) dan (Habluminal’alam : Penggunaan material alam, memaksimalkan vegetasi serta memanfaatkan penghawaan & pencahayaan alami), dimana pada semua itu memiliki filosofi arsitektur islam.
DARI AKSES MENUJU RASA MEMILIKI: TINJAUAN SISTEMATISPENGGUNAAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN USIA,GENDER DAN KEMAMPUAN. Nur Intan Mangunsong; Agus Budi Purnomo; Inavonna; MI Ririk Winandari
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.23167

Abstract

Ruang terbuka hijau perkotaan (RTHP) diakui semakin penting perannya dalam mendukung keberlanjutan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat kota. Kajian literatur sistematis ini merangkum penelitian-penelitian terkait desain inklusif, aksesibilitas, dan rasa memiliki dalam taman perkotaan, serta menyoroti perbedaan-perbedaan berdasarkan faktor usia, gender, dan kemampuan. Penelusuran komprehensif terhadap studi-studi terindeks Scopus dilakukan dari rentang tahun 2019 hingga 2025, menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang terstruktur serta penilaian kualitas yang ketat. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa elemen-elemen desain lingkungan utama antara lain pencahayaan, penunjuk arah, pemeliharaan, dan keragaman struktural memiliki dampak signifikan terhadap persepsi pengguna mengenai keamanan dan kepuasan. Selain itu, terungkap bahwa persepsi keamanan yang berbeda menurut gender, serta efektivitas desain yang peka terhadap usia seperti keberadaan taman bermain inklusif dan ruang intergenerasi—merupakan faktor penting dalam meningkatkan tingkat penggunaan taman. Kajian ini juga menemukan bahwa representasi komunitas dan proses perencanaan yang partisipatif berperan penting dalam menumbuhkan rasa memiliki dan keterikatan emosional, khususnya di kalangan kelompok marjinal. Di samping itu, struktur tata kelola serta model aksesibilitas ekonomi turut diidentifikasi sebagai faktor penentu bagi distribusi RTHP yang adil dan pengelolaan yang efektif. Temuan dalam kajian ini menegaskan pentingnya prinsip keadilan spasial dan kerangka interseksional dalam praktik perencanaan. Desain taman yang inklusif dan berkeadilan terbukti secara signifikan dapat meningkatkan keterlibatan pengguna dalam jangka panjang, memperkuat kohesi komunitas, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
PENERAPAN ARCHITECTURE ORGANIC PADA BENTUK BANGUNAN HOTELRESORT DI KUTA BALI Arsyad, Ilham; Inavonna; Dwi Rosnarti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v1i2.17878

Abstract

Pada umumnya konsep arsitektur organik berasal dari alam sebagai unsur keasliannya. Unsur alam menjadi pokok dan inspirasi untuk perkembangan desain arsitektur organik agar dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan unsur aslinya. Penerapan arsitektur organic pada perancangan bentuk bangunan hotel resort di Kuta Bali ini bertujuan untuk mencapai kenyamanan pemakai bangunan yang selaras antara arsitektur, struktur & estetika. Metoda yang digunakan untuk menerapkan arsitektur organic pada bentuk bangunan Hotel Resort di Kuta Bali dilakukan melaui studi banding terhadap bangunan sejenis yang memiliki tema perancangan arsitektur organic. Pengolahan data dilakukan dengan cara mentabulasi dan mengklasifikasi data terhadap 9 elemen perancangan arsitektur dari Anthony, K. H. (1989). Design Juries On Trial. Hasil penelitian ini akan menemukan penerapan bentuk elemen arsitektur organic pada perancangan hotel resort yang difokuskan pada aspek arsitektur, struktur & estetika. Sehingga hasil temuan ini di harapkan dapat dijadikan inovasi dan bahan pembelajaran di masa yang akan datang. Kata kunci : Arsitektur Organik, Hotel Resort, Bentuk, Perancangan
PERANCANGAN HOTEL RESORT DI PANTAI KUTA BALIDENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL - HARMONI Zeifar Azfahry; Inavonna; Sri Tundono
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v2i2.22410

Abstract

Arsitektur Kontekstual – Harmoni mengkedepankan aspek bentuk bangunan dari lingkungan sekitar. Penelitian ini mengkaji bagaimana konsep arsitektur kontekstual – harmoni diimplementasikan pad bangunan, dengan fokus pada tujuh aspek utama: Permeability, Variety, Legibility, Rebustness, Richness, Visual Appropriateness, Personalization. melalui pada beberapa bangunan, peneliti ini menemukan bahwa penerapan konsep konsep tersebut menghasilkan desain yang menunjukkan keserasian antara bangunan dengan kondisi lingkungan sekitar. Kata kunci: Kontekstual Harmoni, Hotel, Resort, Bali
Physical Space Elements in Outdoor Comfort of Urban Kampung in Jakarta Inavonna; Saskia, Cut Sannas; Fadhilah, Arief; Rezandi, Fajar
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 10 No. 1 (2026): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v10i1.18711

Abstract

The character of urban villages is uniquely distinctive, where the physical conditions of these areas develop organically as a manifestation of the local wisdom and lifestyle of the community. This spontaneous spatial formation reflects the community's interaction with its surroundings, which, in turn, affects comfort levels, especially in outdoor spaces that play a crucial role in daily activities. This study focuses on exploring the physical factors that influence physiological comfort in the outdoor spaces of urban villages, with a case study in Petamburan Sub-district, Central Jakarta. The research employs a quantitative approach, gathering data through physical measurements and direct observations of outdoor spaces. The collected data is analyzed using linear regression in SPSS 25 software to identify and understand the relationship between spatial elements and the level of comfort perceived by the community. The study identifies key physical elements contributing to physiological comfort, including the ratio of distance to the height of spatial boundaries and the percentage of roofing coverage. These findings are expected to provide a deeper understanding of the role of physical elements in creating physiologically comfortable spaces, ultimately supporting the design of outdoor spaces in urban villages to be more conducive to community activities and sustainability.