Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Variasi Jumlah Uap terhadap Efisiensi Ketel Uap di PT. Bukit Barisan Indah Prima (BBIP) Grup Kabupaten Muaro Jambi Firdaus, Aneka; Gunawan, Gunawan; Saputra, M. A. Ade; Abror, Rifki
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Mesin
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jrm.v24i1.528

Abstract

Power plant steam that is in palm oil factory PT. Bukit Barisan Indah Prima (BBIP) Group only use 1 unit of a steam boiler with type Takuma N-750 SA water tube boiler. On their work this final analysis variations in the quantity of steam against efficiency boiler PT. Bukit Barisan Indah Prima (BBIP) grup Muaro Jambi District, Jambi. In this research used method of direct to know the efficiency boiler on various variations in the quantity of steam. The results from the study efficiency lowest acquired at the number of steam 14 ton/hour and the amount of fuel used of 2.730 kg/hour then efficiency boiler of 83,87 % and efficiency highest acquired at the number of steam 18 tons/hour and the amount of fuel used of 3.510 kg/hour then efficiency boiler of 85,14 %.
PELATIHAN PEMAHATAN KAYU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DAN KEMANDIRIAN EKONOMI WARGA BINAAN LAPAS KELAS IIB PADANGSIDIMPUAN Elisa, Elisa; harahap, Yunus; Halawa, Fiska; Simbolon, Yessika A.; Zai, Ayu; Abror, Rifki; Ibrahim, Ibrahim; Husein, Saddam
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.863-869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pelatihan pemahatan kayu terhadap peningkatan keterampilan, kualitas hidup, dan kemandirian ekonomi warga binaan di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 20 orang warga binaan yang mengikuti pelatihan pemahatan kayu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam pemahatan kayu, dengan 18 dari 20 peserta mampu menghasilkan produk kayu yang berkualitas. Selain itu, pelatihan ini juga berdampak positif terhadap kualitas hidup peserta, yang merasa lebih percaya diri dan siap untuk kembali ke masyarakat setelah masa pidana selesai. Dalam hal kemandirian ekonomi, peserta menunjukkan antusiasme untuk memanfaatkan keterampilan yang diperoleh dengan merencanakan membuka usaha kecil atau menjual produk kayu ke pasar lokal setelah dibebaskan.Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas dan bahan baku yang menghambat pengembangan keterampilan peserta secara maksimal. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan fasilitas pelatihan dan menyediakan akses pasar untuk produk yang dihasilkan. Dukungan lanjutan, seperti pembekalan wirausaha dan akses modal usaha, juga sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dampak positif pelatihan ini. Secara keseluruhan, pelatihan pemahatan kayu dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan ekonomi dan rehabilitasi sosial warga binaan, yang dapat membantu mereka memperoleh keterampilan yang berguna untuk kehidupan pasca-pidana.