Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMAHATAN KAYU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DAN KEMANDIRIAN EKONOMI WARGA BINAAN LAPAS KELAS IIB PADANGSIDIMPUAN Elisa, Elisa; Lubis, Darwis; Ginting, Nurmaini; Fuady Dharma, Andes; Elsiana, Elsiana; Harahap, Yunus; Halawa, Fiska; A. Simbolon, Yessika; Zai, Ayu; Abror, Rifki; Ibrahim, Ibrahim; Husein, Saddam
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.863-869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pelatihan pemahatan kayu terhadap peningkatan keterampilan, kualitas hidup, dan kemandirian ekonomi warga binaan di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 20 orang warga binaan yang mengikuti pelatihan pemahatan kayu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam pemahatan kayu, dengan 18 dari 20 peserta mampu menghasilkan produk kayu yang berkualitas. Selain itu, pelatihan ini juga berdampak positif terhadap kualitas hidup peserta, yang merasa lebih percaya diri dan siap untuk kembali ke masyarakat setelah masa pidana selesai. Dalam hal kemandirian ekonomi, peserta menunjukkan antusiasme untuk memanfaatkan keterampilan yang diperoleh dengan merencanakan membuka usaha kecil atau menjual produk kayu ke pasar lokal setelah dibebaskan.Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas dan bahan baku yang menghambat pengembangan keterampilan peserta secara maksimal. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan fasilitas pelatihan dan menyediakan akses pasar untuk produk yang dihasilkan. Dukungan lanjutan, seperti pembekalan wirausaha dan akses modal usaha, juga sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dampak positif pelatihan ini. Secara keseluruhan, pelatihan pemahatan kayu dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan ekonomi dan rehabilitasi sosial warga binaan, yang dapat membantu mereka memperoleh keterampilan yang berguna untuk kehidupan pasca-pidana.
PERAN PELATIHAN PEMBUATAN MEBEL KAYU DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB PADANGSIDIMPUAN Elisa, Elisa; Ginting, Nurmaini; Fuady Dharma Harahap, Andes; Suryani Harahap, Fatma; Elsiana, Elsiana; Harahap, Yunus; Halawa, Fiska; A. Simbolon, Yessika; Zai, Ayu; Abror, Rifki; Ibrahim, Ibrahim; Husein, Saddam
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i2.2026.699-709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pelatihan pembuatan mebel kayu dalam meningkatkan keterampilan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan. Pelatihan keterampilan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diberikan kepada warga binaan agar mereka memiliki kemampuan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Salah satu keterampilan yang diberikan adalah pelatihan pembuatan mebel kayu yang memiliki nilai ekonomi serta peluang usaha yang cukup besar.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah warga binaan yang mengikuti pelatihan pembuatan mebel kayu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase untuk menggambarkan pelaksanaan pelatihan dan tingkat keterampilan warga binaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan mebel kayu telah dilaksanakan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan warga binaan. Sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka mampu menggunakan alat pertukangan dengan lebih baik serta mampu membuat produk mebel sederhana setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan ketelitian, kerapian, serta kepercayaan diri warga binaan dalam menghasilkan produk mebel.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan mebel kayu memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk bekerja atau berwirausaha setelah mereka kembali ke masyarakat