Syifa Istighfarani
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Jl. Raya Darmaga Kampus IPB Darmaga, Bogor, 16680, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF KELUARGA NASABAH BANK EMOK: PENGARUH PENGETAHUAN RIBA, TEKANAN EKONOMI, KEPUTUSAN BERUTANG, DAN INVESTASI RESILIENSI : Subjective Welfare of Emok Bank Customer Families: The Influence of Riba Knowledge, Economic Pressure, Debt Decisions, and Resilience Investment Euis Sunarti; Syifa Istighfarani; Wulandari
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Faculty of Social Science and Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.2.103

Abstract

Bank Emok merupakan istilah bank keliling di wilayah Sunda (Jawa Barat), yang peminjamnya berkelompok bertemu setiap minggu dan duduk di lantai (Emok) untuk pencairan pinjaman dan pembayaran cicilan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pengetahuan riba, tekanan ekonomi, pengambilan keputusan berutang, dan investasi resiliensi (nilai, kepercayaan, dan aturan; kapasitas organisasi; dan atmosfer keluarga) terhadap kesejahteraan subjektif keluarga nasabah Bank Emok di Kabupaten Bogor. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 120 keluarga nasabah Bank Emok yang dipilih secara acak melalui metode simple random sampling. Hasil analisis menunjukkan terdapat nasabah Bank Emok yang tidak terkategori miskin (84,2% dengan garis kemiskinan Kabupaten Bogor; 46,7 persen dengan garis kemiskinan Bank Dunia). Cukup besar istri (77,5%) dan suami (64,2%) tidak memenuhi pendidikan dasar (12 tahun). Pekerjaan utama suami adalah buruh (41,7%) dan 41,7 persen istri bekerja beragam pekerjaan. Pinjaman berkisar antara Rp2-24 juta, rataan cicilan per minggu sebesar 112 ribu. Hasil analisis menunjukkan kesejahteraan subjektif keluarga dipengaruhi secara positif oleh kapasitas organisasi dan atmosfer keluarga serta dipengaruhi secara negatif oleh tekanan ekonomi baik subjektif maupun objektif, dan lama pendidikan istri. Model yang dianalisis berkontribusi 61,2 persen terhadap kesejahteraan subjektif keluarga. Penelitian ini berimplikasi terhadap upaya peningkatan kesejahteraan keluarga pada nasabah Bank Emok dengan membangun kapasitas organisasi dan atmosfer keluarga yang baik.
KEINGINAN KELUARGA MENGHENTIKAN PINJAMAN BANK EMOK: POTRET TEKANAN EKONOMI, MANAJEMEN KEUANGAN, DUKUNGAN SOSIAL, DAN LINGKUNGAN KELUARGA: Families' Desire to Cease Bank Emok Loans: An Examination of Economic Pressure, Financial Management, Social Support, and Family Environment Euis Sunarti; Sri Ajrania; Diah Krisnatuti Pranadji; Agus Siswanto; Hambari; Musthofa; Syifa Istighfarani
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Faculty of Social Science and Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.247

Abstract

Banyak keluarga terjebak menjadi nasabah Bank Emok dalam waktu cukup lama dan memberikan tekanan kepada keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi keinginan menghentikan pinjaman dari Bank Emok dan faktor yang memengaruhinya (tekanan ekonomi, manajemen keuangan, dukungan sosial, dan lingkungan keluarga). Penelitian ini melibatkan 120 keluarga nasabah Bank Emok di Kabupaten dan Kota Bogor. Keluarga ingin menghentikan pinjaman dengan segera menyelesaikan cicilan (90%) dan tidak ingin meminjam lagi (85%). Tekanan ekonomi keluarga cukup tinggi. Sebagian besar keluarga tidak memiliki tabungan yang cukup untuk enam bulan kebutuhan keluarga. Sebagian besar pendapatan keluarga lebih kecil dari pengeluaran. Hampir semua keluarga berutang kurang dari 50 persen aset keluarga. Alasan utama keluarga berutang untuk modal usaha dan kebutuhan darurat keluarga. Keluarga paling sering meminta dukungan atau bantuan dari keluarga besar dan tetangga. Keluarga mengaku mengenal baik masyarakat, saling hormat, dan peduli pada lansia. Hasil PLS menunjukkan bahwa makin tinggi skor tekanan ekonomi, manajemen keuangan, dukungan sosial, dan lingkungan keluarga, maka makin tinggi keinginan menghentikan pinjaman. Keluarga disarankan untuk meningkatkan manajemen keuangannya, utamanya dengan menabung untuk kebutuhan baik yang sudah diketahui maupun kebutuhan darurat.