Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mengenal Konsep Dasar Geometri dan Statistika Dasar di Tingkat SD Mailani, Elvi; Ketaren, Maya Alemina; Putri, Alya Sania; Sormin, Eunike Gracia; Rahmayani, Rahmayani; Purba, Rani Natalia
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4445

Abstract

Matematika merupakan fondasi penting dalam pengembangan kognitif anak. Di tingkat Sekolah Dasar (SD), pengenalan konsep dasar matematika seperti geometri dan statistika sangat krusial. Metode dalam penelitian ini menggunakan SLR atau systematic literature review yang biasa digunakan untuk melakukan identifikasi dan review terhadap jurnal secara sistematis, serta mengikuti semua tahap yang sudah ditetapkan (Triandini, dkk., 2019). Data ini berhubungan dengan pokok pembahasan yaitu, pengenalan dasar geometri, macam-macam bangun ruang, dan bangun datar di sekolah dasar. Mempelajari konsep dasar matematika geometri untuk sekolah dasar (SD) merupakan langkah awal siswa untuk memahami bangun ruang, dan bangun datar. Pengenalan ini membantu siswa memvisualisasikan bentuk-bentuk geometri tersebut, sehingga mereka lebih mudah memahami dan mengerjakan soal-soal terkait geometri bangun ruang dan bangun datar. Macam-macam bangun datar punya beragam bentuk. Pengenalan konsep dasar geometri dan statistika dasar di tingkat Sekolah Dasar (SD) sangat penting untuk membangun fondasi pemahaman matematika yang kuat pada siswa. Konsep dasar geometri, seperti bentuk, ukuran, dan ruang, membantu siswa untuk memahami lingkungan sekitar mereka dan mengembangkan kemampuan berpikir spasial. Sementara itu, statistika dasar, yang mencakup pengumpulan, pengolahan, dan analisis data, memberikan siswa keterampilan untuk memahami informasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Emosi Positif Dalam Mengurangi Kecemasan Matematika di Sekolah Dasar Lumbantobing, Dwi Wulan Joy; Purba, Rani Natalia; Nadeak, Anthony Chornelius
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6334

Abstract

Kecemasan yang berhubungan dengan matematika berdampak buruk pada motivasi dan kemampuan siswa untuk menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kecemasan serta metode pembelajaran yang dapat mengatasinya melalui Tinjauan Pustaka Sistematis atau Studi Literatur. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa aspek kepribadian, lingkungan sosial, dan aspek intelektual berkontribusi terhadap kecemasan yang dialami dalam matematika. Metode pembelajaran kolaboratif, etnomatematika, pembelajaran berbasis masalah, Model Pembelajaran AIR (Auditory, Intelectually, and Repetition), dan probing prompting telah terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan serta meningkatkan kemampuan siswa. Peranan guru sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung secara emosional.
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Emosi Positif Dalam Mengurangi Kecemasan Matematika di Sekolah Dasar Lumbantobing, Dwi Wulan Joy; Purba, Rani Natalia; Nadeak, Anthony Chornelius
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6334

Abstract

Kecemasan yang berhubungan dengan matematika berdampak buruk pada motivasi dan kemampuan siswa untuk menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kecemasan serta metode pembelajaran yang dapat mengatasinya melalui Tinjauan Pustaka Sistematis atau Studi Literatur. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa aspek kepribadian, lingkungan sosial, dan aspek intelektual berkontribusi terhadap kecemasan yang dialami dalam matematika. Metode pembelajaran kolaboratif, etnomatematika, pembelajaran berbasis masalah, Model Pembelajaran AIR (Auditory, Intelectually, and Repetition), dan probing prompting telah terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan serta meningkatkan kemampuan siswa. Peranan guru sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung secara emosional.
FUZZY LOGIC APPROACH TO FOREST FIRE RISK ASSESSMENT IN TANJUNG PUTTING NATIONAL PARK Purba, Rani Natalia; Nababan, Esther Sorta Mauli; Gio, Prana Ugiana; Zahedi, Zahedi; Syahputra, Muhammad Romi
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 20 No 2 (2026): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol20iss2pp1583-1598

Abstract

In implementing fuzzy logic, the Sugeno fuzzy method faces several challenges, such as issues in determining the fuzzy rule base and the occurrence of undefined outputs (defuzzification) with values of 0/0. This study examines the application of the Sugeno fuzzy method in identifying the level of forest fire risk by considering various variables. The variables are temperature, humidity, and wind speed. The model is developed using fuzzy rules constructed based on the relationships among the variables. The test results show that after modifying the membership function boundaries to decimal values approaching the original lower bounds, the Zero-Order Sugeno fuzzy method can produce an average forest fire risk level of 68.83 (high category) in Tanjung Puting National Park. In addition, applying the First-Order Sugeno fuzzy method produces a multiple linear regression model that can be applied within the rule base, resulting in an average forest fire risk level of 68.89 (high category) at the same location. During the evaluation phase, the First-Order Sugeno model achieved a lower RMSE value (15.47) than the Zero-Order model (16.03), indicating that it is more suitable for handling extreme conditions such as dangerous spikes in risk. Therefore, this approach has the potential to serve as an effective early warning system for forest fire mitigation, supporting decision-making processes.