Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEPSI ṬALĀQ BĀ‘IN KUBRĀ (KAJIAN TAFSĪR BI AL-MA’ṠŪR SURAT AL-BAQARAH AYAT 230) Jamarudin, Ade; Maulana, Arif; Dzurriyyatus Sa’adah, Isqi; Lailaturrohmah, Kummil; Melinda, Linda
Familia: Jurnal Hukum Keluarga Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/familia.v5i1.130

Abstract

Penelitian bertujuan memahami dengan baik bagaimana konsepsi tafsīr bi al-ma'ṡūr (menyangkut sejarah perkembangan, kelebihan dan kekurangannya) memaknai ayat tentang talak dalam Q.S. al-Baqarah: 230 dengan pendekatan al-ma'ṡūr baik menyangkut korelasinya terhadap ayat lainnya juga sunah dan pandangan ulama (ikhtilaf) sebagai perwakilan tabiin. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini ditemukan pokok pembahasan bahwa metode tafsīr bi al-ma'ṡūr merupakan penafsiran dengan perbandingan sesama ayat al-Qur’an, al-Qur’an dengan sunah Nabi, al-Qur’an dengan perkataan sahabat, dan al-Qur’an dengan pendapat tabiin. Dalam penelitian akan membahas mengenai konsepsi tafsīr bi al-ma'ṡūr, tinjauan ṫalāq bā'in kubrā dalam Islam, tafsir Q.S. al-Baqarah: 230 dengan pendekatan al-ma'ṡūr terhadap al-Qur’an dan sunah, serta ikhtilaf ulama dalam memandang persoalan talak. Demikian hasil penelitian diharapkan menghasilkan pemahaman yang masih perlu didiskusikan mengenai relevansi dan kegunaan tafsīr bi al-ma'ṡūr di masa sekarang dan mendatang.
Efektivitas Taklik Talak dalam Menjaga Keutuhan Rumah Tangga: Studi Kasus Kantor Urusan Agama Kecamatan Nibung Lailaturrohmah, Kummil
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3254

Abstract

Tingginya angka perceraian di Indonesia menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas instrumen hukum pernikahan, termasuk taklik talak. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi dan efektivitas taklik talak dalam menjaga keutuhan rumah tangga serta menekan angka perceraian di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara, yang menunjukkan tingkat perceraian sangat rendah. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taklik talak sangat efektif karena didukung oleh peran aktif penghulu dalam memberikan edukasi yang konsisten dan pemahaman mendalam kepada calon pengantin, serta penerimaan masyarakat yang tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah taklik talak berfungsi sebagai pencegah yang kuat dan mendorong musyawarah, terbukti berhasil menekan angka perceraian hingga rasio 7,07% dalam lima tahun, jauh di bawah rata-rata nasional.
Legal Diversity in the Concept of ‘Iddah: Comparative Analysis among Shafi’i, Maliki, Hanafi, and Hanbali Schools Lailaturrohmah, Kummil
Jurnal Syariah dan Hukum Komparatif Volume 5 Issue 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/el-aqwal.v5i1.14946

Abstract

This study examines the concept of ‘iddah (waiting period) within Islamic family law through a comparative analysis of the four Sunni schools—Shafi’i, Maliki, Hanafi, and Hanbali. Rooted in the Qur’an and Sunnah, ‘iddah serves multiple juridical and ethical purposes, including the preservation of lineage (ḥifẓ al-nasab), clarification of paternity, and maintenance of moral and social order following marital dissolution. Despite unanimous recognition of its obligation, the four schools exhibit methodological diversity in interpreting its duration, commencement, and conditions. This research, employing a qualitative, doctrinal, and comparative approach (fiqh muqāran), reveals that juristic differences arise from linguistic ambiguities, contextual considerations, and distinctive uṣūl al-fiqh methodologies—textualism, rational analogy, or welfare-based reasoning. Rather than reflecting contradiction, such ikhtilāf (diversity) demonstrates the epistemic richness and adaptability of Islamic law. The findings underscore that all schools converge on shared maqāṣid al-sharī‘ah—justice, lineage protection, and compassion—while differing in procedural applications. The study concludes that recognizing classical pluralism can inform contemporary legal codifications and family law reforms in Muslim societies. It affirms that the vitality of Islamic jurisprudence lies in harmonizing unity of purpose with diversity of interpretation, ensuring Sharia’s continued relevance in evolving social contexts.