Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sifat dan Karakteristik Hukum Islam Nur Sa’adah Harahap; Uswatun Hasanah
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v2i1.781

Abstract

This research explains what is included in the nature and character of Islamic law. The research method used in this research is a literature study, namely the data used in this research comes from books and journals that discuss the philosophy of Islamic law. The nature and characteristics of Islamic law include perfect (Takamul), elastic, universal, dynamic and systematic. Although Islam has clear and firm laws, but by knowing some of the properties and characteristics of Islamic law, the rules of Islamic law itself are not rigid. Islamic law can very easily adjust to the conditions of the times and places.
Hak Waris Beda Agama Perspektif Maqashid Syari’ah Nur Sa’adah Harahap; Nursania Dasopang
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v3i2.986

Abstract

This study examines the issue of distributing inheritance rights in the context of religious differences among heirs, which is often a complex issue in Islamic law. In traditional fiqh, heirs of different religions are generally not entitled to receive a share of a Muslim's estate. However, the maqashid shari'ah approach, which focuses on the purpose and wisdom of shari'ah, opens up opportunities to reinterpret such rules in light of the principles of justice, beneficence and family harmony. This study aims to analyze how maqashid shari'ah can be applied to provide a solution to the issue of inheritance rights for heirs of different religions. Using normative research methods, this study identifies the relevance of maqashid shari'ah in maintaining social stability, avoiding conflict, and ensuring family welfare. One of the approaches discussed is the application of mandatory wills as a mechanism to provide financial rights to non-Muslim heirs without violating the basic principles of shari'ah. The results show that maqashid shari'ah offers flexibility in addressing contemporary challenges, including the issue of interfaith inheritance. This approach not only emphasizes the importance of maintaining family relationships, but also creates a balance between normative justice and the practical needs of modern society.Thus,maqashid shari'ah becomes a relevant framework to answer inheritance issues in the context of religious differences.
Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan Nur Sa’adah Harahap; Junida Sari Hasibuan; Sakinah Azzahra Hsb; Musa Azhari; Nur Sania Dasopang
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4185

Abstract

Artikel ini mengkaji Qiraah Mubadalah sebagai metode tafsir yang ditujukan untuk mengoreksi bias patriarkal dalam penafsiran teks keagamaan. Selama ini, sebagian tafsir Al-Qur’an dan hadis cenderung memosisikan perempuan secara subordinat, padahal Islam berlandaskan keadilan, kesalingan, dan penghormatan martabat manusia. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan hermeneutis untuk menelaah konsep dasar Mubadalah, landasan teologisnya dalam tauhid, serta penerapannya pada ayat dan hadis yang berkaitan dengan relasi gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mubadalah menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai subjek moral yang setara, dengan prinsip bahwa nilai etis dalam teks berlaku timbal balik selama tidak ada dalil khusus yang membatasinya. Pendekatan ini menghasilkan pembacaan yang lebih kontekstual dan adil, sekaligus menawarkan paradigma kemitraan dalam keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, Qiraah Mubadalah relevan sebagai alternatif metode tafsir yang mendukung keadilan gender dalam kerangka syariat.
PENCATATAN NIKAH SEBAGAI BENTENG MASLAHAH: MENCEGAH MUDARAT DALAM PERLINDUNGAN HAK KELUARGA Nur Sa’adah Harahap; Muhammad Ichsan
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.403

Abstract

Fenomena nikah siri masih menjadi persoalan serius dalam sistem hukum keluarga di Indonesia. Meskipun sah secara agama, ketiadaan pencatatan menyebabkan berbagai kerugian hukum, terutama bagi perempuan dan anak, seperti hilangnya kepastian status, sulitnya menuntut nafkah dan harta bersama, serta hambatan dalam memperoleh akta kelahiran dan hak perdata. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pencatatan nikah sebagai instrumen maslahah mursalah yang berfungsi mencegah mudarat dalam perlindungan hak keluarga. Penelitian ini menggunakan metode menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis kritis. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode pustaka (library reseach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara berwenang mewajibkan pencatatan nikah berdasarkan prinsip taqyid al mubah dan kemaslahatan umum. Pencatatan nikah terbukti mendukung perlindungan keturunan (hifz al nasl), harta (hifz al mal), dan kehormatan (hifz al irdh), serta menjadi alat bukti autentik yang menjamin kepastian hukum bagi istri dan anak. Dengan demikian, pencatatan nikah bukan hanya prosedur administratif, tetapi merupakan benteng maslahah yang esensial untuk menghilangkan mudarat akibat nikah siri dan memastikan terpenuhinya hak-hak keperdataan dalam keluarga.
REORIENTATION OF MUNAKAHAT FIQH LEARNING FROM A NORMATIVE-LEGALISTIC APPROACH TO MAQASHID SYARIAH-BASED REASONING AT AL ANSOR ISLAMIC BOARDING SCHOOL, PADANGSIDIMPUAN Nur Sa’adah Harahap; Purnama Hidayah Harahap
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.2103

Abstract

The teaching of fiqh munakahat in Islamic boarding schools is generally still dominated by a normative-legalistic approach, which emphasizes the determination of legal status, such as halal–haram or valid–invalid, based on texts and the authority of classical books. This approach is important in preserving the scholarly tradition of fiqh, but in practice it often does not encourage students to understand the legal objectives and social implications of fiqh provisions. This study aims to analyze how the maqāṣid syariah reasoning approach can be applied in the teaching of fiqh munakahat and how this approach influences the students' way of thinking. This study uses a qualitative approach with a case study design conducted at the Al-Ansor Islamic Boarding School in Padangsidimpuan. Data were collected through observation of the learning process in the classroom, discussions with students, and reflections from teachers during the field study. The results of the study show a shift in the students' way of thinking from a textual understanding of the law to a more reflective understanding, taking into account the social context and objectives of sharia. This research contributes by offering a more contextual, reflective, and relevant model of fiqh munakahat learning for the challenges of contemporary Muslim family life.