Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Comparison of the Concept of Khiyar According to the School of Fiqh Hengki Pranata; Rohib Arsadi; Meianna Putri Sitanggang; Rahmadhani Harahap; Nur Sania Dasopang
Al Urwah : Sharia Economics Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Sharia Governance and Sustainable Finance
Publisher : Takaza Innovatix Labs Ltd.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61536/alurwah.v3i2.406

Abstract

Khiyār is a fundamental mechanism in fiqh muamalah that protects buyers and sellers from losses caused by defects or unclear transactions, a function that has become increasingly relevant in the era of e-commerce where return disputes are frequent. This study aims to analyze and compare the concept of khiyār according to the Hanafi, Maliki, Shafi'i, and Hanbali schools of Islamic jurisprudence. The research employs qualitative library research with a descriptive-comparative approach to classical and contemporary fiqh literature. The results show that although all schools share the same objective of ensuring justice in transactions, they differ in terms of conditions and scope: the Hanafi school restricts khiyār majlis to maintain contractual certainty, the Maliki school applies a flexible approach based on ‘urf, the Shafi'i school adopts a textual interpretation, and the Hanbali school allows broader application. The study concludes that these doctrinal differences constitute a valuable juridical richness that supports the development of adaptive fiqh muamalah and can serve as a comparative foundation for formulating sharia economic regulations and consumer protection policies in modern transactions.
Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan Nur Sa’adah Harahap; Junida Sari Hasibuan; Sakinah Azzahra Hsb; Musa Azhari; Nur Sania Dasopang
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4185

Abstract

Artikel ini mengkaji Qiraah Mubadalah sebagai metode tafsir yang ditujukan untuk mengoreksi bias patriarkal dalam penafsiran teks keagamaan. Selama ini, sebagian tafsir Al-Qur’an dan hadis cenderung memosisikan perempuan secara subordinat, padahal Islam berlandaskan keadilan, kesalingan, dan penghormatan martabat manusia. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan hermeneutis untuk menelaah konsep dasar Mubadalah, landasan teologisnya dalam tauhid, serta penerapannya pada ayat dan hadis yang berkaitan dengan relasi gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mubadalah menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai subjek moral yang setara, dengan prinsip bahwa nilai etis dalam teks berlaku timbal balik selama tidak ada dalil khusus yang membatasinya. Pendekatan ini menghasilkan pembacaan yang lebih kontekstual dan adil, sekaligus menawarkan paradigma kemitraan dalam keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, Qiraah Mubadalah relevan sebagai alternatif metode tafsir yang mendukung keadilan gender dalam kerangka syariat.