Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan Nur Sa’adah Harahap; Junida Sari Hasibuan; Sakinah Azzahra Hsb; Musa Azhari; Nur Sania Dasopang
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4185

Abstract

Artikel ini mengkaji Qiraah Mubadalah sebagai metode tafsir yang ditujukan untuk mengoreksi bias patriarkal dalam penafsiran teks keagamaan. Selama ini, sebagian tafsir Al-Qur’an dan hadis cenderung memosisikan perempuan secara subordinat, padahal Islam berlandaskan keadilan, kesalingan, dan penghormatan martabat manusia. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan hermeneutis untuk menelaah konsep dasar Mubadalah, landasan teologisnya dalam tauhid, serta penerapannya pada ayat dan hadis yang berkaitan dengan relasi gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mubadalah menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai subjek moral yang setara, dengan prinsip bahwa nilai etis dalam teks berlaku timbal balik selama tidak ada dalil khusus yang membatasinya. Pendekatan ini menghasilkan pembacaan yang lebih kontekstual dan adil, sekaligus menawarkan paradigma kemitraan dalam keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, Qiraah Mubadalah relevan sebagai alternatif metode tafsir yang mendukung keadilan gender dalam kerangka syariat.
Beda Agama Bukan Penghalang dalam Kewarisan Menurut Hukum Perdata Musa Azhari; Nur Sania Dasopang
Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry Vol 1 No 3 (2026): March: Custodia: Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/6pqmd954

Abstract

This study examines the legal position of interfaith inheritance under Indonesian civil law, focusing on the principle that religious differences do not constitute an impediment to inheritance rights. Employing a normative legal research method, the study analyzes statutory regulations, doctrinal legal principles, and relevant court decisions governing inheritance under the Indonesian Civil Code (Burgerlijk Wetboek). The findings indicate that civil inheritance law is fundamentally based on blood relations and lawful marriage, rather than religious affiliation. As long as the legal requirements of heirs and inheritance objects are fulfilled, and no legal disqualifications apply, heirs of different religions remain entitled to inheritance rights. Judicial practice in general courts further demonstrates a consistent application of religious neutrality in inheritance disputes, reinforcing legal certainty and equality before the law. Although this approach differs from Islamic inheritance law, civil law serves as an inclusive legal framework that accommodates Indonesia’s pluralistic social structure. Consequently, civil inheritance law plays a crucial role in safeguarding civil rights and promoting justice within interfaith family relations.