Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN DETERJEN CAIR DAN SOFTENER KELOMPOK IBU-IBU PKK DESA JAYA KOPAH KECAMATAN KUANTAN TENGAH Rini, Respito; Musdansi, Dwi Putri; Amanda, Fitria; Karima, Melda Rahmatul; Isdianti, Nur; Chandra, Maya Febriani; Andeswita, Wetri; Ikhsan, Ardika
ABDIMAS UNWAHAS Vol 9, No 2 (2024): -
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v9i2.11842

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan deterjen cair dan softener yang ditujukan kepada kelompok ibu-ibu PKK di Desa Jaya Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yaitu metode partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif dalam seluruh proses penelitian. Melalui pelatihan ini, diharapkan para ibu-ibu PKK dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi deterjen cair dan softener secara mandiri, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga mereka. Pelatihan ini mencakup beberapa tahapan, mulai dari pengenalan bahan dan alat yang digunakan, proses pembuatan, hingga pemasaran produk. Partisipasi aktif dari para ibu PKK dalam setiap tahap pelatihan terlihat dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka. Hasil dari penyebaran angket juga menunjukkan bahwa tingkat kepuasan ibu-ibu PKK sangat tinggi, dengan 87% dari 20 partisipan ibu-ibu PKK menyatakan sangat puas terhadap pelatihan yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan deterjen cair dan softener dengan metode PAR efektif dalam memberdayakan kelompok ibu-ibu PKK di Desa Jaya Kopah. Pemberdayaan melalui pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga dan masyarakat setempat.Kata kunci: Desa Jaya Kopah, Ibu-Ibu PKK, PAR, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) 
Pengaruh Logo Halal, Atribut Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Dan Electronic Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Liptint Barenbliss di Kota Medan (Studi Kasus Konsumen di Toko Lollipop Kosmetik) Amanda, Fitria; Hutagalung, Muhammad Abrar Kasmin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8445

Abstract

Memilih produk kosmetik yang memiliki logo halal, atribut Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) dan Electronic Word of Mouth menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi konsumen dalam memilih produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh logo halal, atribut Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM), dan Electronic Word Of Mouth terhadap keputusan pembelian liptint Barenbliss di Kota Medan (Studi Kasus Konsumen di Toko Lollipop Kosmetik). Populasi dalam penelitian ini adaah konsumen liptint Barenbliss. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden menggunakan teknik Accidental dengan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert, yang masing-masing telah diuji dan telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan pengujian hipotesis menggunakan uji signifikansi parsial (uji t) dan simultan (uji F). Hasil analisis regresi linier berganda dengan SPSS versi 26 menunjukan bahwa secara simultan logo halal, atribut Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) dan electronic word of mouth berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian liptint Barenbliss di Toko Lollipop Kosmetik Medan.
THE FLAVOR OF NAMES: HOW YOGYAKARTA CAFÉS BRAND THEIR BEVERAGES Amanda, Fitria; Tur, Ajar Pradika Ananta
Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Vol. 10 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Elite Laboratory Jurusan Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/lire.v10i1.549

Abstract

This research investigates the impact of beverage names on consumers' perceptions and decisions. For instance, names like "fruity loop" evoke specific feelings that may affect buying choices. Brand theory emphasizes the significance of menu names in defining a café's character, as such names play a crucial role in drawing in customers and enhancing their satisfaction. Culinary linguistics asserts that the names of products play a crucial role in the branding and communication of food and beverages. The names of drinks in cafés in Yogyakarta showcase naming trends that represent identity, values, and the customer experience, while also linking culinary language and marketing strategies.This study uses qualitative descriptive analysis to collect linguistic and cultural data through field observations. The study consists of four steps: collecting drink menus from well-known and diverse cafes in Yogyakarta, classifying drink names, taking photos and notes of the menus, and conducting in-depth data analysis. Key information includes beverage menu names called “culinaronyms,” which describe language, meaning, and culture. These names are important for products because unique names have the potential to attract consumers. This study highlights the linguistic features found in unique beverage menu titles, such as Vietnam Drip, Black Citrus, and Caramel Macchiato. These names were collected from cafes in Yogyakarta using Google Maps, Instagram, and YouTube. They combine narrative and imaginative language to build brand identity and express social and cultural values. The naming approach uses foreign vocabulary, figurative language, and unique linguistic creativity. This study analyzes the naming patterns of cafes in Yogyakarta, showing that beverage names reflect the personality and image of the cafe. These names are also classified based on meanings related to product identity, cultural connections, and emotional reactions.