Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Model Praktik Keperawatan Profesional (Mpkp) Di Ruang Rawat Inap Cemara 1 Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru Alifah Fitri Rizki; Yureya Nita; Angga Arfina; Fitry Erlin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2167

Abstract

Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) merupakan pendekatan pelayanan keperawatan yang menekankan tanggung jawab perawat secara profesional dalam memberikan asuhan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam penerapan MPKP model primer, serta menganalisis hubungannya dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Cemara 1 Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan pre post. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta penyebaran dua kuesioner, yaitu kuesioner penerapan MPKP kepada perawat pelaksana dan kuesioner mutu pelayanan keperawatan (SERVQUAL) kepada pasien. Intervensi dilakukan selama lima hari (20–24 Mei 2025) oleh penulis sebagai ners muda. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pada kuesioner penerapan MPKP setelah intervensi, dengan satu perawat meningkat dari kategori sedang ke tinggi. Pada kuesioner mutu pelayanan keperawatan, seluruh pasien tetap berada dalam kategori tinggi, namun mengalami peningkatan skor pasca intervensi. Kendala yang ditemukan dalam penerapan MPKP meliputi kurangnya pembagian tanggung jawab pasien secara formal, tidak adanya supervisi rutin, dan minimnya fasilitas penunjang. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan MPKP model primer secara sederhana dapat memberikan dampak positif terhadap praktik profesional perawat dan persepsi mutu pelayanan oleh pasien. Perlu dukungan sistematis dari manajemen keperawatan agar implementasi MPKP dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Efektivitas Teknik Grounding Terhadap Regulasi Emosi Dan Tingkat Kecemasan Pada Siswa Di SMK Negeri 5 Pekanbaru Marshyanda Yuni Sihombing; Fitry Erlin; Afrida Sriyani Harahap; Ifon Driposwana Putra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2442

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial sehingga remaja rentan mengalami berbagai permasalahan kesehatan mental, salah satunya kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik grounding terhadap regulasi emosi dan tingkat kecemasan pada siswa di SMK Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 424 responden yang terdiri atas 212 responden kelompok intervensi dan 212 responden kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann–Whitney U Test dengan α=0,05. Pada kelompok intervensi, rata-rata skor kecemasan menurun dari 6,79 ± 2,525 menjadi 3,77 ± 1,289 (p=0,000), sedangkan skor regulasi emosi meningkat dari 37,35 ± 4,773 menjadi 47,83 ± 5,685 (p=0,000). Pada kelompok kontrol, perubahan kecemasan tidak bermakna (p=0,225), sedangkan regulasi emosi mengalami perubahan kecil namun signifikan secara statistik (p=0,012). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan perubahan tingkat kecemasan (p=0,000) dan regulasi emosi (p=0,000) antara kedua kelompok. Teknik grounding efektif menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan regulasi emosi pada siswa SMK Negeri 5 Pekanbaru.
Gambaran Determinan Yang Mempengaruhi Kepatuhan Mahasiswa Keperawatan Dalam Melakukan Hand Hygiene Pada Praktik Klinik Di Irna Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Herma Winasti; Afrida Sriyani Harahap; Fitry Erlin; Ulfa Hasanah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2443

Abstract

Hand hygiene merupakan salah satu tindakan penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi serta peningkatan keselamatan pasien. Kepatuhan mahasiswa keperawatan dalam melakukan hand hygiene selama praktik klinik dapat dipengaruhi oleh berbagai determinan, antara lain pengetahuan, sikap, motivasi, sarana dan prasarana, serta supervisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran determinan yang memengaruhi kepatuhan mahasiswa keperawatan dalam melakukan hand hygiene pada praktik klinik di IRNA Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 109 mahasiswa keperawatan yang menjalani praktik klinik di IRNA Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap, motivasi, sarana dan prasarana, serta supervisi, sedangkan kepatuhan hand hygiene dinilai berdasarkan lima momen hand hygiene. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa 95 responden (87,2%) memiliki kepatuhan hand hygiene yang baik. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 56 responden (51,4%), sikap positif 76 responden (69,7%), sarana dan prasarana memadai 75 responden (68,8%), motivasi tinggi 70 responden (64,2%), dan supervisi baik 73 responden (67,0%). Secara keseluruhan, determinan yang diteliti cenderung mendukung kepatuhan hand hygiene, meskipun masih terdapat responden pada kategori yang kurang mendukung. Edukasi berkelanjutan, ketersediaan fasilitas, penguatan motivasi, serta supervisi yang konsisten diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan hand hygiene mahasiswa keperawatan.