Fitriani, Dyas Noviarale
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tahapan Bimbingan Kelompok: Landasan Teoritis dan Praktis dalam Fasilitasi Pengembangan Individu dan Kelompok Ilhamuddin, Muhammad Farid; Suyanto, Kireina Dewi; Santoso, Oktavia; Fitriani, Dyas Noviarale
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i1.5967

Abstract

Bimbingan kelompok menjadi suatu strategi yang efektif dalam pengembangan individu dan kelompok, akan tetapi  masih kurang adanya pemahaman mengenai tahapan-tahapan yang diperlukan. Artikel ini bertujuan untuk mendalami dan mengidentifikasi tahapan dalam bimbingan kelompok yang mendasar, baik secara teoritis maupun praktis, untuk memperkuat proses pengembangan individu dan kelompok. Pendekatan kualitatif digunakan melalui studi literatur atau studi pustaka guna menyusun landasan teoritis dan praktis dalam artikel ini. Tahapan bimbingan kelompok teridentifikasi melalui sintesis literatur meliputi tahap pembentukan, tahap transisi, tahap kegiatan, dan tahap pengakhiran. Hal demikian menunjukkan bahwa penerapan tahapan-tahapan ini secara terintegrasi mendukung pengembangan individu dan kelompok, memperkukuh hubungan antaranggota, dan meningkatkan hasil secara berkesinambungan. Pelaksanaan tahapan bimbingan kelompok mendorong pertumbuhan individu melalui kegiatan terstruktur dan interaksi kelompok yang mendalam. Implementasi komprehensif dari tahapan ini terbukti dapat meningkatkan kualitas interaksi kelompok, mendukung perkembangan individu, dan memperkuat solidaritas kelompok. Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman praktisi dan akademisi terhadap tahapan bimbingan kelompok, memberikan landasan yang kokoh untuk meningkatkan efektivitas dalam memfasilitasi pengembangan individu dan kelompok dalam konteks berbagai setting
Cultural Identity and Self-Esteem of Indonesian Diaspora Children in Australia Fitriani, Dyas Noviarale; All Habsy, Bakhrudin
Jurnal Abdimas Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v29i2.39688

Abstract

Global mobility and family migration have placed diaspora children in complex developmental contexts, particularly in relation to cultural identity formation and self-esteem. Living at the intersection of cultures requires diaspora children and adolescents to negotiate personal, ethnic, and national identities simultaneously, which may influence their psychological well-being. This study aims to explore the subjective experiences of diaspora children in constructing cultural identity and its relationship with self-esteem. The study employed an interpretative phenomenological qualitative approach using semi-structured interviews with three diaspora children aged 12–15 years living in Australia from multicultural family backgrounds. Data were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that the lived experiences of diaspora children are dynamic and shaped by length of residence in the host country, age, and family background. Participants with early and prolonged cross-cultural exposure tended to demonstrate more stable cultural identity integration, whereas those in the early phase of migration experienced greater identity confusion and fluctuating self-esteem. Integrated cultural identity was associated with more positive self-esteem, which functioned as a psychological resource in socio-cultural adaptation. Furthermore, family support and school environments played a crucial role in fostering identity integration and a sense of belonging. Participants’ narratives also highlighted the need for safe reflective spaces, underscoring the relevance of multicultural counseling in supporting the psychosocial development of diaspora children. This study contributes to the literature by deepening the understanding of the relationship between cultural identity and self-esteem among diaspora children and emphasizes the importance of culturally sensitive counseling approaches in multicultural contexts.