Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implikasi Prinsip-Prinsip Perkembangan Peserta Didik dalam Pembelajaran Fisika Qomariyah, Lailatul; Alfarisi, Achmad Hasan; Musyarrofah, Musyarrofah; Kurniawan, Indra; Sumo, Maimon
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i5.7125

Abstract

Pendidikan merupakan proses interaktif dan dinamis di mana guru dan siswa saling berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat untuk menciptakan generasi yang unggul dengan karakter kuat dan potensi maksimal, pendidikan fisika memegang peran penting dalam kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), memastikan pemahaman yang baik bagi siswa. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk menganalisis dampak prinsip-prinsip perkembangan siswa dalam pembelajaran fisika serta menawarkan solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk mengeksplorasi, mengevaluasi, dan menganalisis teori-teori inovatif yang relevan dalam konteks pendidikan. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang menarik dapat mengoptimalkan hasil belajar siswa dan memperdalam pemahaman mereka terhadap fisika, dengan menekankan identifikasi konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dapat membuat peserta didik lebih berani untuk mengemukakan pendapatnya dengan percaya diri dan lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan metode pembelajaran yang efektif juga dapat membantu pendidik memahami karakteristik individu siswa, mendorong mereka untuk belajar dengan semangat, giat, dan konsisten dalam memahami fisika. Dengan penelitian ini guru dapat mengetahui cara agar dapat membuat peserta didik lebih aktif dan giat dalam proses pembelajaran fisika dan membantu peserta didik untuk memahami konsep fisika serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
Achieving the Criteria of a SAMARA Family in the Household Alfarisi, Achmad Hasan
International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Vol. 2 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijcs.v2i2.12835

Abstract

Achieving the criteria of a SAMARA family (Sakinah, Mawaddah, Rahmah) in a household involves cultivating an environment of peace, love, and compassion within the family. Islamic Sharia provides a divine framework for family life, emphasizing the importance of faith, mutual respect, and fulfilling the duties and rights of each family member. The pursuit of a SAMARA family begins with mutual understanding, trust, and support between husband and wife, underpinned by a shared commitment to religious values and the application of these principles in daily life. This study explores the essential components of a SAMARA family, which include emotional harmony (Sakinah), love and affection (Mawaddah), and compassion (Rahmah), all of which contribute to a balanced and sustainable marital relationship. By adhering to these principles, families can overcome challenges and create a nurturing environment that fosters both individual and collective well-being. The goal of this study is to outline the steps and strategies necessary to build a SAMARA family, ensuring the stability and prosperity of the household, in line with Islamic teachings.
Constitutional and Ethical Dilemmas in Gender Affirmative Care in Children with Gender Dysphoria Alfarisi, Achmad Hasan; Abdi, Rahmat Wildan Safari
Rechtsvinding Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.v3i1.662

Abstract

Gender dysphoria occurs not only in adults, but also in children under the age of majority. Their inner belief that their gender identity is not aligned with their physical body causes a desire to change their physical appearance through treatments that affirm their gender identity. Examples include genitoplasty, puberty blockers, and cross-sex hormone therapy. Proponents argue that these desires should be accommodated because everyone, including children, has the right to determine what can be done to their own bodies. In addition, some findings suggest that these treatments can provide positive psychological benefits for these children. On the other hand, opponents question whether the consent given by children who want such treatments is valid. In addition, providing irreversible medical treatment simply to affirm gender identity can have physiological and psychological impacts. So instead of affirming the wishes of these children, medical doctors should focus on saving them from irreversible medical actions. This discourse is carried out by considering the child's rights proportionally, which needs to be balanced by ensuring their knowledge and maturity in making decisions. Keywords: children, gender dysphoria, gender affirmative care, constitutional obligations
Bayani, Irfani and Burhani Epistemology as the Basic of Science Development in Islam Muzammil, Ahmad; Syamsuri, Syamsuri; Alfarisi, Achmad Hasan
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-irfan.v5i2.761

Abstract

Epistemology or the theory of science is a very crucial study, because it discusses a very fundamental aspect of human life, namely science. Epistemology investigates philosophically about the structure, methods, validity and goals of science. In the development of Islamic philosophy, epistemology as a new discipline of science that examines intuition and revelation. Intuition is knowledge that comes from God in the form of new views without deduction, speculation and observation. This kind of knowledge in Islam is called Ilm al-Wahby or 'Ilm al-Laduny whose position is lower than revelation. There are three epistemologies of science in Islam, namely bayani, irfani and burhani epistemologies. Bayani epistemology departs from religious texts using an orthodox approach, Burhani epistemology uses a philosophical approach, while Irfani epistemology uses a mystical approach. The approach used in this study is a qualitative research approach. This type of research is Library Research, which is an attempt to obtain data from various books or references
HUKUM WARIS ISLAM DAN ADAT DALAM BUDAYA MADURA: ANALISIS INTERAKSI NORMATIF DAN PRAKTIK SOSIAL Hidayat, Ervan; Arif, Arif; Alfarisi, Achmad Hasan; Rokib, Moh
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10394

Abstract

Hukum waris dalam masyarakat Muslim tidak hanya dipengaruhi oleh ketentuan normatif syariat Islam, tetapi juga oleh praktik sosial dan budaya lokal. Di Madura, sistem kewarisan menunjukkan adanya interaksi antara hukum waris Islam (faraidh) dan hukum adat yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik pewarisan dalam budaya Madura berlangsung serta bagaimana masyarakat mengintegrasikan nilai-nilai hukum Islam dengan adat lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur terhadap kitab fikih, karya antropologi hukum, serta penelitian terkait hukum adat Madura. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat Madura pada prinsipnya mengakui ketentuan hukum waris Islam, namun dalam praktiknya sering dipadukan dengan adat seperti pembagian secara musyawarah keluarga, pemberian warisan melalui hibah sebelum meninggal, serta prioritas kepada anak yang merawat orang tua. Integrasi ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam penerapan hukum Islam di tingkat lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa interaksi antara hukum Islam dan adat tidak selalu bersifat konflik, tetapi sering kali bersifat adaptif dan komplementer.