Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengembangkan Kompetensi Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam melalui Peningkatan Laboratorium Konseling Jaja Suteja
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 1 No. 01 (2018): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v1i01.3481

Abstract

Setiap Perguruan Tinggi harus memiliki Standar Pendidikan Nasional  di dalam memaksimalkan kompetensi mahasiswa yang meliputi; Standar Isi, Proses, Kompetensi Lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian. Salah satu upaya dalam memaksimlakan kompetensi mahasiswa yaitu dengan adanya laboratorium sebagai penunjang dalam menggali ilmu pengetahuan dan mengembangkan skill atau keterampilan konseling mahasiswa. Kondisi rill saat ini Jurusan BKI belum memiliki sarana laboratorium konseling, di dalam mengembangkan skill mahasiswa padahal sudah hampir 4 (empat) tahun jurusan BKI ini berdiri di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Saat ini, baik mahasiwa maupun dosen yang mengajar di Jurusan BKI sudah sangat membutuhkan tempat laboratorium sebagai tempat Praktikum Kuliah mahasiswa. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif/naturalistik dengan sumber datanya diambil dari respon mahasiswa, dosen BKI dan pimpinan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Sedangkan teknik pengumpulan datanya melalui kegiatan observasi partisipan, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa BKI saat ini sangat membutuhkan laboratorium konseling BKI, oleh karena itu untuk terwujudnya laboratorium konseling yang berkualitas dibutuhkan perhatian dan dukungan dari semuanya baik itu dari lembaga, fakultas maupun dosen-dosen yang ada di jurusan Bimbingan Konseling Islam.
Konseling Pendidikan Seks dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Anak (KSA) Ruwanti Wulandari; Jaja Suteja
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4751

Abstract

Kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Kekerasan seksual, tidak saja terjadi pada laki-laki namun juga pada anak perempuan. Pelaku dari kekerasan seksual dapat berasal dari orang lain yang tidak di kenal anak, namun juga terkadang justru dari keluarga dekat. Kasus kekerasan seksual di Kabupaten Cirebon sendiri setiap tahun mengalami peningkatan. Berdasar data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon, pada tahun  2015 setidaknya terjadi 49 kasus kekerasan terhadap anak. Jumlah itu meningkat dibanding 2014 yang tercatat 34 kasus. Dalam kebanyakan kasus tersebut, para pelaku mayoritas merupakan orang yang dikenal korban seperti tetangga, teman, hingga saudara korban.Dari masalah di atas, salah satu penyelesaiannya melalui kegiatan konseling pendidikan seks. Pendidikan seks pada anak dilaksanakan meliputi beberapa aspek antara lain : pertama, pengajaran yakni penjelasan tentang organ reproduksi laki-laki dan perempuan, kehamilan, ihtilam (mimpi basah), haid dan keputihan. Kedua,  Penyadaran yakni menanamkan rasa malu pada anak, mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata, mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilat  dan khalwat, memilihkan tayangan televisi yang baik buat anak. Ketiga, penerangan yakni menjelaskan tentang IMS. Kesimpulan dari penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pelaksanaan konseling pndidikan seks yang dilakukan oleh seorang konselor terhadap klien memiliki peranan yang sangat penting dalam prevensi kekerasan seksual anak. Kegiatan konseling pendidikan seks dilakukan tidak hanya sebagai upaya membantu mengatasi masalah klien yang berkaitan dengan seksualitasnya, melainkan berkaitan juga dengan upaya-upaya pendidikan dalam meningkatkan kesadaran akan masa depannya. Kata Kunci: Konseling Pendidikan Seks; Prevensi; Kekerasan Seksual Anak.
Implementasi Pendidikan Seks bagi Remaja dalam Perspektif Islam dan Psikologi Pendidikan Jaja Suteja; Komariah Komariah
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i2.5812

Abstract

Maraknya penyimpangan-penyimpangan seksual di kalangan remaja yang terjadi di masyarakat merupakan suatu fenomena alamiah yang tidak bisa dihindari baik bagi orang tua, guru, kepala sekolah, tokoh agama  maupun masyarakat. Hal ini disebabkan, karena kurangnya pembinaan dan bimbingan secara khusus oleh pihak-pihak terkait terutama bimbingan dari kedua orang tuanya. Pendidikan seks yang benar perlu diajarkan oleh setiap orang tua kepada anak-anaknya sejak anak mengenal lingkungan, sampai menginjak dewasa. Pendidikan seks bagi anak dan remaja tidak harus merasa ditabukan lagi sepanjang pada garis yang telah ditentukan oleh kaidah-kaidah Islam dan norma yang berlaku di masyarakat.Pendidikan seks banyak dikaji oleh berbagai tokoh intelektual muslim. Sebagian besar, berpendapat bahwa penerapan pendidikan seks bagi remaja penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena pendidikan seks merupakan salah satu solusi alternatif dalam mengurangi perilaku penyimpangan-penyimpangan seksual khususnya di kalangan remaja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan seks bagi remaja dalam tinjauan psikologi pendidikan Islam sangat penting untuk diterapkan dan dilaksanakan oleh para orang tua, guru, dan para pendidik lainnya baik di rumah maupun di sekolah. Karena dengan adanya pendidikan seks, bagi remaja akan mampu mengurangi terjadinya penyimpangan-penyimpagan seksual yang sering terjadi di kalangan remaja. Pendidikan seks ini tidak mengajarkan tentang bagaimana caranya berhubungan intim antar lawan jenis khususnya kepada para remaja, melainkan merupakan bagian dari upaya preventif dalam mencegah penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di kalangan remaja, termasuk di dalamnya penyimpangan seksualitas.
Proses Layanan Rehabilitasi Sosial dalam Memberikan Bimbingan Karier pada Klien Binaan di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Mandiri Palimanan Cirebon Ririn Desiani Ridwan; Jaja Suteja
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7592

Abstract

Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan proses layanan bimbingan karier dan hasil dari rehabilitasi sosial yang dilakukan di Bina Mandiri Palimanan Cirebon. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui pengaturan data secara logis dan sistematis. Hasil penelitian ini menunjukkan pembimbingan karier dilakukan melalui tahap awal, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil yang tampak dari bimbingan tersebut adalah adanya perubahan dari aspek keterampilan dan semangat kerja. Perubahan itu muncul dari segi jenis keterampilan, penguasaan keterampilan, kesungguhan, dorongan semangat kerja, disiplin, tanggung jawab, produktivitas, dan kualitas kerja. Selain itu, klien binaan menjadi lebih memahami tentang potensi yang ada pada dirinya. Terutama pada hal memahami minat dan bakat yang ada pada diri klien.
Revitalisasi Pendidikan Seks dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Anak Jaja Suteja; Adang Djumhur; Dedi Djubaedi; Ahmad Asmuni
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 4 No. 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v4i2.9658

Abstract

Fenomena kekerasan seksual yang menimpa anak-anak saat ini semakin marak terjadi yang disebabkan karena kurangnya edukasi seks yang diberikan guru pada siswa. Meningkatnya kasus kekerasan seksual anak merupakan bukti nyata kurangnya pengetahuan anak mengenai pendidikan seks, yang seharusnya sudah diperoleh anak sejak memasuki bangku sekolah dasar. Pendidikan seks yang berbasis pada nilai-nilai keislaman menjadi pondasi penting untuk diberikan kepada anak-anak di tingkat sekolah dasar karena mengingat banyaknya kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research)  fenomenologi. Data yang dikumpulkan berupa pendapat, tanggapan, informasi, konsep-konsep dan keterangan yang berbentuk uraian dalam mengungkapkan masalah, gejala, maupun fenomena di lapangan secara cermat, faktual, dan sewajarnya. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini,  untuk melihat gambaran pelaksanaan pendidikan seks di tingkat sekolah dasar yang ada di Kabupaten Cirebon baik sekolah dasar negeri, SDIT maupun Madrasah Ibtidaiyah. Setelah itu peneliti mengidentifikasi proses revitalisasi pendidikan seks berbasis nilai-nilai keislaman dan untuk mengoptimalkan kontribusi pendidikan seks berbasis nilai-nilai keislaman dalam pencegahan kekerasan seksual. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan;  Pertama,  pelaksanaan pendidikan seks berbasis nilai-nilai keislaman saat ini terintegrasi di dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam yang meliputi materi, metode, proses pelaksanaan dan nilai-nilai pendidikan seks berbasis nilai-nilai keislaman di tingkat sekolah dasar.  Kedua, proses revitalisasi pendidikan seks berbasis nilai-nilai keislaman diberikan pada siswa dalam upaya pembentukan kepribadian anak, mengurangi penyimpangan seksual dan mencegah kekerasan seksual. Unsur-unsur yang direvitalisasi di dalam pendidikan seks berbasis nilai-nilai keislaman meliputi revitalisasi materi pembelajaran, metode pembelajaran, kerjasama sekolah dengan orang tua siswa, sarana prasarana sekolah, dan revitalisasi di dalam proses pelaksanaan pendidikan seks di sekolah. Ketiga, kontribusi pendidikan seks berbasis nilai-nilai keislaman mempunyai kontribusi di dalam sistem pembelajaran, perbaikan perilaku seksual dan di dalam pencegahan kekerasan seksual anak.
Layanan Konseling Individu dalam Menangani Korban Kekerasan Seksual Remaja di LSM WCC Mawar Balqis Cirebon Intan Sholihat; Jaja Suteja
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v5i2.12783

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu tingginya kasus kekerasan seksual remaja perempuan yang ditangani oleh LSM WCC Mawar Balqis Cirebon. Dengan adanya layanan konseling individu di LSM tersebut dapat membantu menangani kasus kekerasan seksual remaja. Konseling individu dalam prosesnya dapat membantu memudahkan proses assessment korban dan menindaklanjuti kasus yang dialami korban kekerasan seksual remaja perempuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan konseling individu terhadap korban kekerasan seksual remaja perempuan di LSM WCC Mawar Balqis Cirebon, kemudian untuk memahami langkah-langkah konseling individu dalam menangani kasus kekerasan seksual remaja perempuan, dan untuk mengetahui faktor penyebab kekerasan seksual terhadap remaja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kemudian analisis data yang digunakan menggunakan model analisis data Spradley. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa tahapan konseling individu di LSM WCC Mawar Balqis yaitu bersifat kasuistik, pendamping melihat bagaimana jenis kasus korban, dan keadaan psikologis korban. Layanan konseling individu yang terdapat di LSM WCC Mawar Balqis sangat membantu dalam penggalian informasi mengenai kasus kekerasan seksual remaja perempuan. Selain dalam penggalian informasi mengenai data kasus, konseling individu juga memudahkan dalam proses assessment korban. Faktor penyebab kekerasan seksual remaja perempuan, karena minimnya akses informasi menngenai kesehatan reproduksi, dan adanya ketimpangan relasi keluarga.
Konseling Spiritual Berbasis Terapi Ruqyah dalam Mengatasi Gangguan Kesehatam Mental Jaja Suteja; Tiara Hoeroliyah Safitri; Aliza Razwaty Nurrahman; Fauziyah Nur Umamah
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v6i2.16656

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus orang dewasa dan remaja yang saat ini mengalami gangguan kesehatan mental yang disebabkan oleh tekanan, stress, defresi dan berbagai masalah psikologis lainnya. Salah satu bentuk pengobatan secara Islami dalam mengatasi gangguan mental adalah dengan terapi ruqyah. Pengobatan terapi ruqyah merupakan pengobatan tradisional sejak zaman Rasulullah. Terapi ruqyah juga dapat mengobati dan menyembuhkan penyakit mental, spiritual, moral maupun fisik yang dilakukan dengan menggunakan bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, setiap klien yang melakukan terapi ruqyah berdampak positif dalam membantu mengatasi gangguan Kesehatan mental yang dirasakan oleh pasien/klien baik dewasa maupun remaja. Salah satu bentuk terapi yang dapat dilakukan terapis dalam mengobati gangguan mental yakni dengan mengintegrasikan layanan konseling spiritual dengan terapi ruqyah. Konseling spiritual berbasis terapi ruqyah sangat baik digunakan sebagai terapi dalam pengobatan gangguan kesehatan mental dengan tahapan-tahap yang dilakukan secara pendekatan konseling yang meliputi tahapan awal (pendahuluan), tahapan inti (konseling) dan tahapan akhir (evaluasi).
Reorientasi Pendidikan Seks Berbasis Keislaman dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Cirebon Jaja Suteja; Muzaki Muzaki
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v7i1.18350

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya problematika kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini, khususnya yang terjadi pada anak-anak di tingkat sekolah dasar. Meningkatnya kasus kekerasan seksual anak merupakan bukti nyata bahwa di sekolah belum menjadi tempat yang nyaman dan ramah bagi anak. Oleh karena itu, untuk meningkatkan sekolah yang ramah dan nyaman pada anak dibutuhkan pendidikan seks berbasis nilai-nilai keislaman. Maka dari itu orientasi atau cara pandang sekolah, orang tua dan siswa terhadap pendidikan seks harus benar-benar difahami dengan baik. Implementasi pendidikan seks berbasis keislaman di tingkat sekolah dasar terintegrasi di dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah dasar dan mata pelajaran fikih di Madrasah Ibtidaiyah. Pemberian materi pendidikan seks berbasis nilai-nilai keislaman yang terintegrasi di dalam pelajaran agama sangat penting diberikan pada siswa di tingkat sekolah dasar dalam upaya pembentukan kepribadian anak, mengurangi penyimpangan seksual dan mencegah terjadinya kekerasan seksual. Sehingga sekolah tersebut benar-benar menjadi sekolah yang ramah terhadap anak.
PERAN KYAI DALAM PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL SANTRI REMAJA DI PONDOK PESANTREN KOTA CIREBON (Studi Multisitus di Pondok Pesantren Jagasatru, Al-Istiqomah, Ulumuddin, dan Madinatunnajah Kota Cirebon ) Jaja Suteja
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v6i1.1406

Abstract

Maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja, sebagian besar kerena disebabkan oleh beberapa faktor, dan faktor yang berperan sekali dalam hal ini adalah dari faktor lingkungan keluarga yang kurang memberikan perhatian kepada anak-anaknya, sehingga banyak anak yang kehilangan arah dalam bergaul dan tidak mampu memilih teman yang baik dan mana teman yang tidak baik. Dari sederet masalah remaja tersebut, tentunya membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak baik itu dukungan keluarga, pemerintah, aparat penegak hukum, maupun para kyai-kyai yang berada di lingkungan pesantren agar dapat memberikan pembinaan mental spiritual kepada para remaja tersebut.Kata Kunci : Kyai, Pembinaan Mental, Spiritual