Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Hasil Belajar IPA Pada Peserta Didik Erfin; Husniati; Baiq Niswatul Khair; Muhammad Syazali
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3338

Abstract

Hasil belajar IPA siswa pada umumnya masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari masih terdapat beberapa siswa yang nilainya masih dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) di beberapa sekolah yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik  pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Instrument penelitian berupa pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi.  Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data (data reducation), penyajian data (data display), dan kesimpulan (consclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar  IPA kepada peserta didik kelas V yaitu berasal dari faktor internal yaitu 75,96%, kemudian cara belajar IPA sebesar 68,27%, dan kecerdasan/ intelegensi sebesar 63,07% dan terakhir kesehatan sebesar 29,23%. Sedanngkan yang berasal dari faktor eksternal secara berurutan yang paling besar dukungan keluarga sebesar 67,31%, dukungan sekolah sebessar 63,46%, dan dukungan masyarakat sebesar 50%. Sementara berdasarkan hasil wawancara dari pihak guru bahwa faktor yang paling mempengaruhi rendahnya hasil belajar IPA kelas V di SDN So Loka yaitu motivasi belajar sebesar 100%, dari dukungan sekolah sebesar 87,50%, minat belajar sebesar 62,50%, kecerdasan sebesar 60%, cara belajar sebesar 50%, dukungan masyarakat sebesar 50% dan kesehatan sebesar 20%.
Analisis Motivasi Mahasiswa Baru dalam Menempuh Pendidikan di Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Mulawarman Zahra, Alya Puspita; M Ambomasse, Nurfadila; Erfin
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v5i2.3559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi mahasiswa baru yang memilih Program Studi Pendidikan Fisika di FKIP Universitas Mulawarman. Dengan menggunakan metode survei melalui kuesioner yang ditujukan kepada 35 mahasiswa baru Tahun Ajaran 2023/2024, penelitian ini mengeksplor faktor-faktor intrinsik (minat, bakat, keterampilan, tujuan) dan ekstrinsik (orang tua, teman, dunia kerja, biaya, masyarakat) yang mempengaruhi motivasi mereka. Hasil analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menunjukkan bahwa secara keseluruhan mahasiswa memiliki motivasi yang mayoritas tinggi dengan kategori motivasi intrinsik yang lebih dominan (54%) dibandingkan motivasi ekstrinsik (46%). Faktor intrinsik terkuat adalah bakat (21%) dan minat (18%), sementara faktor ekstrinsik terkuat adalah peluang di dunia kerja (14%). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa baru memilih pendidikan fisika berdasarkan minat, kemampuan, dan peluang kerja. Berdasarkan hasil temuan, diusulkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memenuhi ekspektasi mahasiswa, seperti kerjasama dengan institusi pendidikan dan dunia kerja, serta promosi jurusan.
PERAN STRATEGIS PENYULUH PERIKANAN DALAM PENERBITAN KARTU ELEKTONIK PAS KECIL DI KABUPATEN SIKKA Nona Lanti, Arlinda; Erfin; Roberto Jerun Parera, Guido
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5476

Abstract

This research aims to examine the important role of fisheries instructors in implementing and optimizing the issuance of these cards in Sikka Regency. The research method used is a qualitative descriptive approach with data collection through in-depth interviews, direct observation and document analysis. The research results show that fisheries instructors have three main roles, namely: (1) socializing the program to fishermen, (2) assisting in the administration process of issuing Small E-Pas cards, (3) increasing the ability of fishermen to utilize karu to access government programs. However, challenges such as limited administrative literacy of fishermen and access to remote areas are still the main obstacles. This research concludes that the success of the program is highly dependent on the active role of fisheries instructors, with the need for additional support from local governments to overcome existing obstacles.
Analisis Pendapatan Pedagang Ikan Mbarase Di Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 1 No 1 (2019): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu usaha kecil yang ada di Kabupaten Sikka adalah usaha ikan mbarase. Usaha ikan mbarase ini dilakukan oleh masyarakat di Desa Paga, Kabupaten Sikka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan pedagang ikan mbarase. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus sampai dengan tanggal 22 September di Desa Paga Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data-data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara. Berdasarkan Hasil perhitungan pendapatan pedagang ikan mbarase di Desa Paga selama satu musim dapat diketahui bahwa jumlah eksplisit sebesar Rp. 498.000 per musim dengan jumlah penerimaan pedagang ikan mbarase sebesar Rp.2.835.000 per musim. Biaya eksplisit tersebut diperoleh pendapatan pedagang ikan mbarase sebesar Rp. 2.337.000 per musim atau Rp. 779.000 per bulan.
Pemetaan Daerah Penangkapan Ikan Tuna (Thunnus sp) Berbasis Sistem Informasi Geografis Di Perairan Utara Laut Flores Kabupaten Sikka Erfin; Elok Fathika Riyantho
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 1 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan daerah penangkapan ikan dapat diduga dari kondisi perairan yang merupakan habitat dari suatu spesies dan biasanya digambarkan dengan parameter oseanografi. Suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a merupakan parameter oseanografi yang penting untuk mengetahui keberadaan ikan tuna dan mempermudah dalam menganalisis daerah penangkapan ikan yang potensial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memetakan daerah penangkapan ikan tuna berdasarkan parameter SPL dan sebaran klorofil-a, di perairan utara Laut Flores Kabupaten Sikka . Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode primer dan sekunder antara lain pengambilan titik koordinat dan data hasil tangkapan ikan tuna di lapangan secara langsung di lokasi penelitian , serta analisis SPL dan klorofil-a menggunakan data citra satelit Aqua Modis yang diolah dengan seaDas, Er mapper dan software ArCGIS. Hasil penelitian menunjukkan nilai SPL tertinggi mencapai 28,01 °C yang berada pada titik koordinat B, serta SPL terendah 27,94 °C yang berada pada titik koordinat A. Analisis sebaran klorofil-a di perairan perairan utara Laut Flores Kabupaten Sikka memiliki nilai klorofil-a tertinggi 0,174 mg/m3 yang berada pada titik koordinat B, sedangkan nilai klorofil-a terendah 0,170 mg/m3 yang berada pada titik koordinat A. Produktivitas hasil tangkapan ikan tuna tertinggi 10 ekor/trip dicapai pada nilai SPL 28,01 °C dan klorofil-a 0.174 mg/m3.
Optimasi Pemanfaatan Wilayah Pantai Desa Lela Kabupaten Sikka Provinsi NTT Menggunakan Proses Hierarki Analitik Maria Yuliati; Angelinus Vincentius; Erfin; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 1 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai merupakan bagian dari wilayah pesisir, yang terletak antara daratan dan laut, dan menerima pengaruh dari proses-proses alamiah di laut maupun pengaruh dari daratan. Pantai menjadi wilayah penyangga yang menyokong aktifitas manusia di daratan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat tanpa merugikan keberadaan dan kelestarian ekosistem pesisir dan laut. Pemerintah Desa Lela, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan berbagai upaya pemanfaatan wilayah pantai, namun perlu dikaji, jenis-jenis aktifitas apa saja di wilayah pantai yang paling optimal yang dapat mengakomodir tuntutan berbagai sektor dan kepentingan pemanfaatan ruang. Oleh karena itu maka dalam pengambilan keputusan digunakan suatu metode yang melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) di wilayah pantai tersebut. Studi ini bertujuan untuk menentukan pilihan kegiatan usaha yang paling optimal untuk dilaksanakan di Desa Lela, yang dapat memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat baik ditinjau dari aspek ekonomi, lingkungan maupun sosial budaya, dengan menggunakan metode Proses Hierarki Analitik (Analytical Hierarchy Process)/PHA Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – April 2019 di Desa Lela. Metode wawancara dilakukan terhadap responden terpilih yaitu para pakar dan pemangku kepentingan sebanyak 19 orang, yang mewakili unsur masyarakat lokal, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, investor, perbankan, koperasi, Lembaga Swadaya Masyarakat, tokoh agama, para guru/pendidik, dan pemuda.Data jawaban responden diolah menggunakan software Excel 2010. Struktur PHA yang dibangun terdiri dari 5 level yaitu level 1 tujuan (optimasi pemanfaatan pantai), level 2 stakeholders (Pemerintah Daerah, investor, masyarakat, LSM, bank/koperasi), level 3 aspek (lingkungan, ekonomi, sosial budaya), level 4 target (konservasi, lapangan kerja, income, pemerataan, sarana rekreasi), level 5 prioritas (daerah perlindungan penyu, pendaratan ikan, wisata pantai, budidaya rumput laut). Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis usaha yang paling optimal untuk dikembangkan di wilayah Pantai Desa Lela yaitu prioritas pertama untuk pendaratan ikan (geomean 0,2853), ke-2 untuk budidaya rumput laut (geomean 0,2244), ke-3 untuk daerah perlindungan penyu (geomean 0,1751), dan ke-4 untuk wisata pantai (geomean 0,1349).
Pengaruh Perbedaan Warna Lampu Pijar (Warna Kuning, Putih Dan Biru) Pada Alat Tangkap Bagan Perahu Terhadap Hasil Tangkapan Di Perairan Selatan Pulau Flores, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 3 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengetahui perbandingan dari 3 (Tiga) jenis warna lampu terhadap hasil tangkapanpada alat tangkap bagan, serta mengetahui jumlah dan jenis ikan yang tertangkap. Penelitian ini dilakukan di Perairan Selatan, Kabupaten Flores Timur sejak tanggal 25 April sampai 25 Mei 2013. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 3 perlakuan (perlakuan A : Warna Kuning; perlakuan B : Warna Putih dan perlakuan C : Warna Biru) dan 3 ulangan. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam ANOVA pada masing-masing lokasi didapati bahwa berdasarkan hasil uji F dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terhadap jumlah hasil tangkapan di lokasi (Perairan Desa Tanjung Gemuk, perairan Desa Kaealelo, perairan Desa Heras) Bnilai Fhitung sebesar 21,88** dan Ftabel 0,05 = 5,14 dan Ftabel 0,01 = 10,92 yang berarti bahwa Fhitung > Ftabel baik pada taraf 0,05 maupun 0,01 sehinggah keputusannya adalah terima H1 dan tolak H0 (Perairan Desa Tanjung Gemuk, perairan Desa Kawalelo, perairan Desa Heras) dengan nilai Fhitung = 12,49**, Ftabel 0,05 = 5,14 dan Ftabel 0,01 = 10,92. Hal ini berarti bahwa lama waktu operasi penangkapan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil tangkap. Sedangkan untuk (Perairan Desa Tanjung Gemuk, perairan Desa Kawalelo, perairan Desa Heras) dengan hitungan Fhitung = 1,13, Ftabel 0,05 = 5,14, Ftabel 0,01 = 10,92. Keputusannya adalah terima H0 dan tolak H1, dengan demikian lama waktu operasi penangkapan sangat berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan.
Pendapatan awak kapal nelayan purse seine di Kampung Wuring Kelurahan Wolomarang, Kabupaten Sikka. Mikael Malo Lede; Erfin; Yohanes D.B.R. Minggo
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 3 No 1 (2021): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan awak kapal nelayan purse seine di Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 20 Oktober sampai 20 November 2020 di Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan adalah metode wawancara terstruktur.Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Jumlah responden sebanyak 10 orang yang merupakan Awak kapal purse seine 6 GT KMN Nurfadilah. Variabel yang diamati adalah produksi yang dihasilkan, biaya yang dikeluarkan (biaya investasi, biaya tetap dan biaya operasional), penerimaan dan keuntungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tangkapan alat tangkap Purse Seine antara lain ikan selar (Selaroides Leptolepis), ikan layang (Decapterus Russelli), ikan kombong (Rastrelliger Sp), ikan tembang (Sardinella Gibbosa) dan tongkol (Euthynnus affinis) dengan total biaya rata-rata investasi (kapal, perahu pembakar dan alat tangkap) sebesar Rp 275.000.000,-. Sedangkan Total biaya variabel (solar, bensin dan rokok) sebesar Rp 4.521.100,-. Total biaya tetap untuk 365 trip dalam satu tahun (perawatan kapal,perawatan perahu pembakar, perawatan alat tangkap dan biaya penyusutan) sebesar Rp 75.000.000,- per tahun dan Rp 6.250.000,- per bulan. Hasil penjualan selama 25 trip sebesar Rp. 25.700.000,-. Pendapatan awak Kapal Purse Seine KMN Nurfadilah meliputi pendapatan utama dan sampingan. Pendapatan utama awak Kapal Purse Seine KMN Nurfadilah sebesar Rp 10.628.900,- ; setiap ABK mendapat upah Rp 200.000,- dan upah pembakar sebesar Rp 2.500.000,- sedangkan pendapatan sampingan dibagi menjadi bagian depan, bagian tengah, bagian belakang, masing-masing terdiri dari 3 orang. Pendapatan sampingan awak kapal nelayan purse seine KMN Nurfadilah selama 25 trip sebesar Rp 23.800.000,- dengan jenis ikan yang tersangkut di dalam jaring purse seine adalah ikan selar, ikan kombong, ikan layang dan ikan tembang.
Identifikasi Jenis -Jenis Ikan Pelagis Kecil Yang Ada Di Pasar Alok Dan Pasar Wuring, Kabupaten Sikka Bernardinus Yohanes Babe; Erfin; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 3 No 2 (2021): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis – jenis ikan pelagis kecil di Pasar Alok dan Pasar Wuring, Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 April sampai 10 Mei 2021 di Pasar Alok dan Pasar Wuring, Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksplorasi yaitu mengidentifikasi jenis-jenis ikan pelagis kecil yang jual di Pasar Alok dan Pasar Wuring dengan cara mencocokkan bentuk-bentuk morfologi dengan buku identifikasi seperti gambar atau foto dan karakter morfologi. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jenis – jenis ikan pelagis kecil di Pasar Alok dan Pasar Wuring, Kabupaten Sikka dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh 14 jenis ikan laut, antara lain 7 jenis ikan plagis yang terdapat di Pasar Wuring dan 7 jenis ikan plagis yang terdapat di Pasar Alok diantaranya adalah adalah Decapterus, Sardinella, Atule mate, Rastrelliger, Engraulidae, Hemiramphidae, Exocoetidae, Chanos chanos, Rhizoprionodon acutus. Perbedaan hasil tangkapan diduga disebabkan karena perbedaan alat tangkap dan kapal yang digunakan oleh nelayan yang mendagangkan ikan-ikan pelagis.
Pengaruh Penghasilan Orangtua Nelayan Terhadap Pendidikan Anak (Studi Kasus Anak Nelayan Pole And Line Di Desa Pemana Kabupaten Sikka) Denny; Yohanes D.B.R. Minggo; Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 3 No 2 (2021): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penghasilan Orangtua nelayan pole and line terhadap pendidikan anak di Desa Pemana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode angket dan metode dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga rxy 1,01 lebih besar dari r tabel 0,35 yakni 1,01 > 0,35 sehingga dapat diketahui bahwa hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini diterima, artinya ada Pengaruh Penghasilan Orangtua Nelayan Terhadap Pendidikan Anak Di Desa Pemana Kecamatan Alok Kabupaten Sikka. Selanjutnya untuk mengetahui tingkat pengaruh variabel X terhadap variabel Y, nilai rxy sebesar 1,01 berada diantara 0,80-1,000 sehingga diketahui bahwa ada pengaruh yang sangat kuat antara variabel x (Penghasilan Orangtua) terhadap variabel y (Pendidikan Anak) di Desa Pemana Kecamatan Alok Kabupaten sikka, dimana penghasilan orangtua nelayan memberikan konstribusi terhadap pendidikan anak sebesar 102,01%. Adapun harga t tabel pada taraf signifikasi 5% dengan df= n-2= 20-2= 18 adalah 2,100 lebih kecil dari t hitung 30,390 artinya ada pengaruh yang signifikan pengaruh penghasilan orangtua Nelayan terhadap pendidikan anak.