Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran dan Fungsi Pendidikan bagi Mahasiswa dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK pada era Society 5.0 Afkarina, Naili; Febriyanti, Rully; Windasari, Nur; Najah, Sayyidatun
FKIP e-PROCEEDING Vol 7 No 1 (2022): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era society 5.0 pendidikan bagi mahasiswa memiliki peran dan fungsi dalam menghadapi perkembangan iptek. Perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat mengharuskan kita untuk siap menghadapi perubahan dunia terutama dalam bidang pendidikan. Salah satu bentuk perubahan tersebut yaitu Society 5.0. Society 5.0 adalah manusia yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 5.0 dan berpusat di teknologi. Society 5.0 sendiri pertama kali diperkenalkan oleh pemerintahan Jepang pada tahun 2019. Society 5.0 merupakan perkembangan dari revolusi industri 5.0. Revolusi industri 5.0 menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) sedangkan Society 5.0 memfokuskan kepada komponen teknologi dan kemanusiannya. Literasi baca dan tulis adalah pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah, dan memahami informasi untuk menganalisis, menanggapi, dan menggunakan teks tertulis untuk mengembangkan pemahaman dan potensi. Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk bisa memperoleh, menginterpretasikan, menggunakan, dan mengkomunikasikan berbagai macam angka dan simbol matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan seharihari. Literasi sains adalah pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, mengambil simpulan berdasarkan fakta, memahami karakteristik sains, membangun kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual dan budaya. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum. Di Society 5.0 yang akan dihadapi nanti, tidak hanya dibutuhkan literasi dasar namun juga memiliki kompetensi lainnya yaitu mampu berpikir kritis, bernalar, kretatif, komunikatif, kolaboratif, dan memiliki kemampuan problem solving. Serta memiliki karakter yang mencerminkan pancasila yaitu, rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, mudah beradaptasi memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial dan budaya. Masyarakat diharapkan mampu untuk menyelesaikan berbagai tantangan serta permasalahan sosial yang memanfaatkan inovasi-inovasi yang telah lahir di revolusi industri 5.0. Kata Kunci : Peran dan fungsi Pendidikan, Mahasiswa, Perkembangan IPTEK
Analisis Efisiensi Mobil Listrik Berbasis Panel Surya Sebagai Upaya Pemanfaatan Energi Terbarukan Windasari, Nur; Sudarti, Sudarti; Yushardi, Yushardi
Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology
Publisher : Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.79 KB) | DOI: 10.36339/j-hest.v6i1.139

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk menganalisis efisiensi mobil listrik berbasis panel surya yang diupayakan untuk memanfaatkan energi terbarukan. Artikel ini, menggunakan metode penelitian kajian literatur untuk menganalisis efisiensi mobil listrik berbasis panel surya. Mobil listrik merupakan solusi yang memungkinkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, salah satu tantangan besar bagi mobil listrik adalah sumber tenaga yang dibutuhkan untuk mengisi baterai. Panel surya dapat mengubah energi matahari menjadi listrik sehingga dapat menjadi sumber energi ramah lingkungan untuk pengisian baterai mobil listrik. Meski masih ada tantangan yang harus diatasi, mobil listrik berbasis panel surya menawarkan beberapa keunggulan penting. Hasil kami menunjukkan bahwa efisiensi pengisian daya mobil listrik berbasis panel surya berfluktuasi antara 15-20%, dan beberapa inovasi baru memiliki efisiensi hingga 25-30%. Meski masih ada tantangan yang harus diatasi, pengembangan teknologi panel surya, penyimpanan energi yang lebih baik, dan kerja sama dengan pemasok listrik dapat semakin meningkatkan efisiensi mobil listrik berbasis tenaga surya.
Analisis Standarisasi Fasilitas Laboratorium SMA Negeri 2 Jember Abimanyu, Yanuar; Sefanda, Sakti Kalisa; Najah, Sayidatun; Windasari, Nur; Sukma, Annisa Febriana; Wulandari, Meri Nanda Putri; Nuraini, Lailatul; Harijanto, Alex
Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology
Publisher : Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.871 KB) | DOI: 10.36339/133

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis standar fasilitas laboratorium fisika dengan mengelompokkan berbagai jenis fasilitas laboratorium fisika, dan mengetahui kendala yang dihadapi untuk menyempurnakan laboratorium fisika sehingga dapat menemukan solusi dari kekurangan standar laboratorium fisika di sekolah SMAN 2 Jember. Latar belakang dari penelitian ini adalah tercapainya tujuan pembelajaran di mana laboratorium menjadi faktor penentu dalam tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan ini sekolah harus benar-benar melakukan pengelolaan laboratorium agar menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran bagi guru-guru di sekolah. Kegiatan penelitian yang dilakukan menggunkan beberapa metode diantaranya adalah studi literatur beberapa referensi dan wawancara serta pengisian rubik penilaian. Hasil penelitian pada laboratorium fisika SMAN 2 Jember menunjukkan bahwa pada aspek fasilitas dan lokasi diperoleh rata-rata 87,5% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik, pada aspek peralatan dan bahan diperoleh rerata 88,0 % berada pada kategori sangat baik, pada aspek penyimpanan alat dan bahan laboratorium fisika diperoleh rerata 52,0% berada pada kategori cukup, pada aspek organisasi dan administrasi dalam pengelolaan laboratorium diperoleh rerata 48,0% yang menggambarkan bahwa fasilitas  cukup baik, dan pada kategori  keselamatan kerja laboratorium diperoleh rerata 60,0% berada pada kategori baik. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk meningkatkan standar fasilitas laboratorium fisika di Sekolah/ Madrasah.
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Simulasi PhET untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Gerak Parabola Windasari, Nur; Febriana Sukma, Annisa; Supriadi, Bambang; Dwi Nurvita, Era
SAINTIFIK Vol 12 No 1 (2026): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v12i1.628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan simulasi PhET dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gerak parabola. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep gerak parabola yang bersifat abstrak serta minimnya motivasi belajar dalam pembelajaran fisika. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen One Shot Case Study. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas XI Sains 5 SMAN Ambulu Jember. Perlakuan pembelajaran dilakukan melalui penerapan model PBL yang dipadukan dengan eksplorasi simulasi PhET Projectile Motion dalam aktivitas LKPD. Data hasil belajar diperoleh melalui nilai akhir LKPD, sedangkan motivasi belajar diamati melalui lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 93,56, dengan 97,2% siswa mencapai ketuntasan belajar dan masuk kategori sangat baik. Selain itu, motivasi belajar siswa meningkat pada seluruh indikator, terutama pada aspek perhatian, relevansi, dan kepercayaan diri. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PBL dan simulasi PhET efektif dalam membantu siswa memahami konsep secara visual dan kontekstual, sekaligus meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konseptual pada materi gerak parabola.