Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

METODE PENDIDIKAN RELASI GENDER DALAM KELUARGA NABI MUHAMMAD SAW Nur Arfiyah Febriani; Moh Aman; Armai Arief
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 8 عدد 3 (2023): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah- Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v8i3.590

Abstract

Inequality in gender relations in the family due to a lack of understanding of gender relations and wrong habits does not only give rise to cases of domestic violence (domestic violence). However, this inequality in relations has also given rise to the problem of a fatherless country, namely the lack of involvement of a father in educating children in the family, which has become a very serious threat. Therefore, this research aims to find patterns of gender relations in the family of the Prophet Muhammad SAW to become an example for human life in fostering gender relations in the family. The method used in this research is a qualitative method using library data sources through a descriptive analysis process. The results of this research found that there is a concept of gender relations education methods in the family of the Prophet Muhammad SAW which includes various methods, namely methods of service, independence, responsibility, deliberation, dialogue and listening.
PENDEKATAN PSIKOLOGI SPIRITUAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN Rori Handetan; Nur Arfiyah Febriani; Muhammad Hariyadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan psikologi spiritual dalam meningkatkan kinerja karyawan berdasarkan perspektif al-Qur’an. Pendekatan ini dipandang sebagai respons terhadap keterbatasan psikologi material yang selama ini lebih menekankan pemenuhan kebutuhan fisik, insentif, dan aspek organisasi, namun belum mampu menyentuh dimensi batin dan kesehatan spiritual karyawan. Melalui metode kualitatif dengan teknik penafsiran tematik, penelitian ini menelusuri ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan penguatan jiwa dan peningkatan etos kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an menekankan pengasahan ego spiritual (al-nafs al-rūḥiyyah), pembentukan kedamaian batin (al-nafs al-muṭma’innah), kesehatan mental (qalbun salīm), dan terapi kognitif spiritual (tazkiyatun nafs). Selain itu, al-Qur’an juga memberikan pedoman strategis untuk meningkatkan kinerja melalui keterampilan (al-‘amal), kebajikan sosial (iḥsān), kekuatan intrinsik (quwwah), ketekunan (itqān), efektivitas kerja (al-sa’yu), kreativitas produktif (al-kasb), dan solidaritas kolektif (mu‘āwanah). Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa pendekatan psikologi spiritual menawarkan solusi holistik terhadap problem kinerja, dibandingkan teori-teori Barat seperti Taylor dan Maslow. Dengan demikian, nilai-nilai Qur’ani dapat menjadi paradigma alternatif yang relevan dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten, sehat secara spiritual, dan produktif di lingkungan kerja modern.
Organisasi Sebagai Struktur Sosial Faruq Abdur Rouf; Nur Arfiyah Febriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6669

Abstract

Organizations are not only understood as administrative entities designed to achieve specific goals but also as social structures that regulate patterns of interaction, roles, hierarchy, and norms that shape the internal dynamics of the organization. From a sociological perspective and in line with Islamic values, organizations are structured systems founded upon principles of equality, justice, and cooperation among their members. This study employs a literature review method to analyze the concept of organizations as social structures, including elements such as hierarchy, roles and responsibilities, communication, and the norms that develop within organizations. The findings indicate that social structure plays a central role in creating order, guiding member behavior, and ensuring organizational effectiveness. In addition, Islamic values provide a moral foundation for maintaining unity, justice, and decision-making processes based on collective benefit (maslahah). The discussion in this article enriches the understanding of the importance of integrating social, structural, and value-based aspects in modern organizational management.
Model-model Pembelajaran Al Qur'an di SDIT Al Utsmaniyah Citeureup Kabupaten Bogor Nanang Kuswara; Nur Arfiyah Febriani; Syefudin Syefudin; Robiatul Adawiyah; Nurrahmaniah Nurrahmaniah
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahasa tentang model pembelajaran Al-Qur’an yang dalam prakteknya, proses belajar dapat berlangsung dengan perencanaan atau juga tanpa perencanaan. Belajar dengan perencanaan (by design) adalah belajar yang direncanakan untuk membantu peserta didik dalam memahami apa yang diajarkan dalam mencapai tujuan. Tujuan yang dimaksudkan, selaras dengan taksonomi Bloom adalah kognitif, afektif dan psikomotoriki. Dalam sebuah kegiatan pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang telah dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada peserta didik. Implikasinya, bahwa pembelajaran sebagai suatu proses harus dirancang, dikembangkan dan dikelola secara kreatif dan dinamis dengan menerapkan pendekatan multi untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang kondusif bagi siswa. Dengan cara demikian, pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dapat menciptakan suasana dan proses yang kondusif bagi siswa. Selain itu, pembelajaran juga berlangsung secara aktif dan kompleks.