Keberagaman siswa di Nusa Alam International School yang berasal dari negara yang berbeda-beda menuntut integrasi nilai-nilai pendidikan multikultural dalam pembelajaran PPKn untuk membangun sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai pendidikan multikultural pada mata pelajaran PPKn serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru di Nusa Alam International School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PPKn, dan siswa kelas 9, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. asil penelitian menunjukkan bahwa nilai toleransi, non-diskriminasi, dan pluralisme diasosiasikan melalui kegiatan pembelajaran, interaksi antar siswa, serta program sekolah seperti P5 yang mengenalkan keberagaman budaya. Siswa dibimbing untuk saling menghargai, bekerja sama lintas budaya, dan menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan sekolah. Tantangan utama yang dihadapi guru adalah perbedaan kemampuan bahasa akibat latar belakang siswa yang beragam, sehingga guru perlu menyesuaikan bahasa, metode, dan media pembelajaran agar materi PPKn dapat dipahami semua siswa. Integrasi ini secara keseluruhan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan menghargai keberagaman.