Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

INTERACTIVE SMARTBOARD: Apakah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa? Ni Nengah Widyartini; Edy Herianto; Edy Kurniawansyah; Muh. Zubair
Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS Vol. 18 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Direktorat Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jppi.v18i2.10506

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of interactive use of smartboards on students' critical thinking skills in order to realize the sustainable development goals (SDGs). This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental type through a non-equivalent control group design. The population is class X which consists of 15 classes and the research sample, namely class X12 as an experimental class and X6 as a control class. The data collection technique used consists of tests and observations. The results of the prerequisite test showed that the data was distributed normally and homogeneously, so to test the hypothesis use ujit. The results were > ttable (8,502 >2,036), meaning that the use of interactive smart boards had an impact on the acquisition of students' thinking skills in order to realize the SDGs.
STRATEGI KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILU TAHUN 2024 (Studi di Kota Mataram) Edy Kurniawansyah; Khairul Imam; Hadijah; M. Arya Ramadana; Miadatul Aslamiah; Nida Aulia; Najwa Batrisyia Azizah Sudiarta
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i3.3748

Abstract

Penelitian ini membahas strategi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Pemilih pemula, khususnya generasi Z, kerap menunjukkan partisipasi politik yang rendah akibat minimnya pemahaman politik dan akses terhadap informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan KPU Kota Mataram serta tantangan yang dihadapi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Selaparang sebagai informan utama dan pengumpulan data sekunder dari berbagai dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPU menerapkan strategi melalui pendidikan politik, sosialisasi berbasis teknologi dan media sosial, serta kerja sama dengan berbagai komunitas lokal. Tantangan utama meliputi rendahnya minat generasi muda terhadap politik, kurangnya dukungan infrastruktur sosialisasi, dan tingginya angka swing voters. meskipun berbagai strategi telah diterapkan, partisipasi politik pemilih pemula di Kota Mataram memerlukan pendekatan yang lebih inovatif dan inklusif untuk meningkatkan kesadaran dan antusiasme pemilu.
UPAYA SEKOLAH DALAM MEMBINA KARAKTER BERKEBHINEKAAN GLOBAL MELALUI PROGRAM PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMP NEGERI 6 MATARAM Andri Haryanti; Lalu Sumardi; Edy Kurniawansyah; Muh.Zubair
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i10.9888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Upaya sekolah dalam membina karakter berkebhinekaan global melalui program profil pelajar pancasila di SMPN 6 Mataram, (2) Faktor pendukung dan penghambat dalam membina karakter berkebhinekaan global melalui program profil pelajar pancasila di SMPN 6 Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. SMP Negeri 6 Mataram mengimplementasikan berbagai kegiatan, diantaranya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Ekstrakurikuler Gendang Beleq, dan program pertukaran pelajar. Kegiatan tersebut membantu siswa untuk memahami dan menghargai keragaman budaya serta, membina toleransi. SMP Negeri 6 Mataram mampu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai kegiatan, seperti ekstrakurikuler, pembelajaran berbasis projek, pertukaran pelajar, literasi budaya, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan apsesiasi terhadap keberagaman budaya, tetapi juga mampu membangun sikap toleransi, kerjasama serta, keterampilan berpikir kritis dan kreativitas pada siswa.
Upaya Guru PPKn dalam Menanamkan Sikap Peduli Sosial Siswa MTs Raudlatul Ulum Batu Jangkih Ayuni Astira; Lalu Sumardi; Edy Kurniawansyah; Sawaludin
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 2 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v6i2.19325

Abstract

Tujuan penelitian : 1) Mengetahui upaya guru PPKn dalam menanamkan sikap peduli sosial siswa di MTs Raudlatul Ulum Batu Jangkih. 2) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru PPKn dalam menanamkan sikap peduli sosial siswa di MTs Raudlatul Ulum Batu Jangkih. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptiif, jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa guru PPKn di MTs Raudlatul Ulum Batu Jangkih melakukan upaya dalam menanamkan sikap peduli sosial dengan mendidik siswa di dalam kelas maupun di luar kelas  yaitu dengan memberi keteladanan, pembiasaan, memberi teguran serta mendidik siswa melalui kegiatan-kegiatan sosial yang ada di sekolah maupun di masyarakat. Kesimpulannya, bahwa upaya yang dilakukan oleh Guru PPKn sudah baik, terbukti dari sikap maupun perilaku positif yang ditunjukkan oleh siswa pada saat menjalaankan kegiatan-kegiatan tersebut. Faktor pendukung dan penghambat berasal dari dalam (internal) dan luar (eksternal). Kedua hal tersebut mempengaruhi usahanya dalam menanamkan sikap peduli sosial siswa.
Gaya Hidup Berkelanjutan: Strategi Efektif dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan Mala Karmelia; Edy Herianto; Basariah; Edy Kurniawansyah
PILAR Vol 5 No 1 (2025): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/p.v5i1.10151

Abstract

Penelitian bertujuan mengeksplorasi implementasi tema gaya hidup berkelanjutan dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 tema gaya hidup berkelanjutan berjalan dengan baik. Kegiatan ini menanamkan kesadaran lingkungan melalui edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem dan pengelolaan dampak aktivitas manusia. Proyek ini mencakup pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick, mozaik, dan kriya, yang mendorong kreativitas siswa sekaligus menanamkan prinsip keberlanjutan. Faktor pendukung pelaksanaan meliputi sarana dan prasarana yang memadai, antusiasme siswa, serta peran aktif dari guru. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman tentang P5, masih rendahnya motivasi siswa, dan keterbatasan waktu. Kesimpulannya, gaya hidup berkelanjutan adalah strategi efektif untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan melalui pendekatan kreatif dan terencana. Proyek ini yang berdampak positif pada kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, serta meningkatkan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional guru.
PENGUATAN CIVIC PARTICIPATION MAHASISWA MELALUI ORGANISASI WAHANA MAHASISWA PENGABDI MASYARAKAT UNIVERSITAS MATARAM Rifal Affani, Lalu Rahmat Yoshie; Mohamad Mustari; Sawaludin; Edy Kurniawansyah
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 3 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya partisipasi mahasiswa dalam kehidupan sosial dan politik menunjukkan lemahnya kesadaran kewarganegaraan yang menjadi tantangan dalam pendidikan tinggi. Mahasiswa sebagai agent of change seharusnya memiliki peran aktif dalam mewujudkan kehidupan demokratis melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini berfokus pada penguatan Civic participation mahasiswa melalui organisasi Wahana Mahasiswa Pengabdi Masyarakat (WMPM) Universitas Mataram, yang secara konsisten menjalankan program-program pengabdian seperti Bina Desa, Sekolah Rakyat, Pojok Literasi, Bakti Sosial, dan WMPM Go To School. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program-program WMPM secara signifikan menguatkan tiga dimensi utama Civic participation, yaitu civic knowledge, civic skills, dan civic disposition. Mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual tentang isu sosial, mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan komunikasi, serta menumbuhkan sikap empati dan tanggung jawab sosial. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa WMPM UNRAM berperan penting dalam mengembangkan kesadaran dan keterlibatan kewarganegaraan mahasiswa, serta dapat menjadi model penguatan Civic participation berbasis organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi.
Efektivitas Model TSTS Berbasis Gambar Berseri terhadap Hasil Belajar PPKn Suci Yarti; Edy Herianto; Edy Kurniawansyah
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i3.5338

Abstract

his study aims to examine the effectiveness of the Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning model based on serial images on student learning outcomes in Pancasila and Civic Education (PPKn) subjects. The method used is quantitative research with a pretest-posttest control group quasi-experimental design. The sample consisted of two classes, namely the experimental class (VIII-2) which received treatment using the TSTS model with serial images, and the control class (VIII-1) with conventional learning. The test instruments consisted of multiple-choice questions that had been validated and were reliable. Data analysis included normality, homogeneity, and independent t-tests. The results showed a significance value of 0.002 < 0.05, with the average score of the experimental class (90.00) higher than that of the control class (85.27). In conclusion, the TSTS learning model based on serial images was effective in improving the Civic Education learning outcomes of eighth-grade students. This study recommends the use of this model as an innovative and interesting learning alternative for students.
PELAKSANAAN PERKAWINAN PARU DHEKO DALAM HUKUM ADAT SUKU ENDE DI DESA RAPORENDU KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE Marvianti Pua. A; Yuliatin; Edy Kurniawansyah; Rispawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.28178

Abstract

This study aims to determine the process of implementing paru dheko marriage (elopement) in the customary law of the Ende Tribe, as well as the factors that cause paru dheko marriage in Raporendu Village, Nangapanda District, Ende Regency. This research uses a qualitative approach with ethnographic research type. Based on the results of the study, the implementation of paru dheko (elopement) marriage in the customary law of the Ende Tribe is divided into three stages, namely the initial stage of five customary processions, the core stage of seven customary processions, and the closing stage of two customary processions. A paru dheko marriage is considered to violate the provisions of traditional marriage as it should be, so the consequence is that there is no provision of belis for women and the entire burden of marriage is borne by the male party. In a customary perspective, paru dheko marriages are still regulated in the Ende tribe's customary legal system to prevent conflict and maintain family honor. The factors that cause the occurrence of paru dheko are divided into two, namely internal factors such as the couple's personal desire and pregnancy outside marriage, and external factors such as the high cost of belis, family disapproval, differences in social status, and social environmental pressure.
NILAI MANGAN KLOR DALAM TRADISI BEGAWE PADA MAYARAKAT DI KECAMATAN LENEK LOMBOK TIMUR Afrilianti , Afrilianti; Bagdawansyah Alqadri; Edy Kurniawansyah
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 02: September 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangan klor merupakan salah satu tradisi yang ada di Kecamatan Lenek dimana tradisi mangan klor diwujudkan dalam bentuk membagikan nasi dan lauk kepada tetangga di sekitaran lingkungan tempat tinggal yang memiliki acara gawe. Setiap ada acara Begawe pasti ada yang namanya mangan klor yang dilakukan khususnya masyarakat Lenek Lombok Timur. Tujuan diadakanya penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan dan nilai-nilai yang terkandung dalam mangan klor dalam sebuah tradisi begawe pada masyarakat di Kecamatan Lenek Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara semi-terstruktur, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Hasli penelitian menunjukan bahwa mangan klor dalam tradisi begawe pada masyarakat di Kecamatan Lenek memiliki dua tahapan yakni pra acara dan acara puncak. Masing-masing tahapan memiliki rangkaian. Mangan klor biasa dilakukan pada saat ada acara begawe dan dilaksakan selama 7 hari. Keunikan pada tradisi ini adalah saat proses mangan klor dimana masyarakat duduk berbaris dengan rapi di tepi jangan untuk menunggu diberikan nai dan lauk. Selain itu pada mangan klor dalam tradisi begawe pada msyarakat di Kecamatan Lenek memiliki beberapa nilai yang terkandung didalamanya. Nilai tersebut antara lain; Nilai kebersamaan, nilai tolong menolong, nilai keindahan, dan nilai kebudayaan.
TRADISI TEKA RA NE’E SEBAGAI PERWUJUDAN KARAKTER PEDULI SOSIAL PADA PERKAWINAN SUKU MBOJO DI DESA SONDOSIA KECAMATAN BOLO KABUPATEN BIMA Dita Faradillah; Mohamad Mustari; Edy Kurniawansyah; Lalu Sumardi
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 5: Desember 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teka Ra Ne’e merupakan salah satu tradisi yang ada di Kabupaten Bima dimana tradisi Teka Ra Ne’e ini merupakan tradisi yang sudah lama ada dan menjadi hal wajib khususnya Desa sondosia untuk terus menjaga satu warisan yang sangat berbudi luhur ini, Teka Ra Ne’e punya hal yang lebih penting selain membawa beras dan uang tadi hanya simbol sederhana dari teka ra ne’e ini. Tujuan diadakanya penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan dan nilai-nilai peduli sosial yang terkandung dalan tardisi teka ra ne’e dalam perkawinan suku Mbojo di desa Sondosia kecamatan bolo kabupaten bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Teka ra ne’e memiliki 3 tahapan acara yaitu acara persiapan, pelaksanaan dan yang terakhir acara penutup. Selain itu dalam tradisi teka ra ne’e memiliki beberapa nilai yang terkandung didalamnya. Nilai tersebut antara lain: nilai kekeluargaan, nilai peduli sosial, nilai silaturahmi, nilai domokrasi, nilai kerja sama, nilai solidaritas.