Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi Pengembangan Potensi Pariwisata melalui Pendekatan Community Based Tourism (CBT) Desa Carang Wulung Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Rohimah, Afifatur; Hariyoko, Yusuf; Ayodya, Beta Puspitaning
Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Vol. 4 No. 4 (2018): Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP)
Publisher : Badan Penerbitan Jurnal (BPJ) FIA-UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiap.2018.004.04.11

Abstract

Tourism is the main sector to replace oil and gas from the Republic of Indonesia, therefore the government is focusing on managing tourism with a communitybased system and management. The Community Based Tourism (CBT) system is one of the tourism management solution systems that are expected to be able to develop the tourism potential of each region. In the CBT system, communities around tourist attractions are the determinants of the success of tourism development itself, because the community will be fully involved in planning, management and development. In Carang Wulung Village, Wonosalam Subdistrict, Jombang District, the application of CBT system has not been optimally implemented because the skills of the people in tourism management are still minimal, and government support is not optimal.
Pola Relasi Patron Klien antara Pemerintahan Desa dengan Masyarakat Desa Bejijong dalam Pengembangan Desa Bejijong, Kabupaten Mojokerto Beta Puspitaning Ayodya; Herlina Kusumaningrum
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i4.7673

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap keterlibatan karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi pada institusi pendidikan di Kota Makassar. Penelitian sebelumnya telah menelaah variabel-variabel ini secara terpisah atau dalam konteks organisasi yang berbeda, namun hanya sedikit yang meneliti peran mediasi komitmen organisasi dalam satu kerangka yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM-AMOS) dan data diperoleh dari 150 responden melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan dan positif terhadap komitmen organisasi dan keterlibatan karyawan. Selain itu, komitmen organisasi secara signifikan memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan keterlibatan karyawan, yang menegaskan peran penting komitmen organisasi dalam meningkatkan keterlibatan pegawai. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dengan mengintegrasikan konstruksi kepemimpinan dan perilaku organisasi dalam sektor pendidikan. Secara praktis, hasil penelitian ini menyarankan agar para pemimpin institusi pendidikan mengembangkan perilaku kepemimpinan transformasional, seperti visi yang menginspirasi, perhatian individual, dan stimulasi intelektual untuk memperkuat komitmen organisasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. Penelitian ini memberikan nilai tambah melalui bukti empiris dari sektor pendidikan di Makassar serta memberikan wawasan bagi para pemimpin dalam meningkatkan kinerja institusi melalui pengembangan sumber daya manusia secara strategis.
STUDI KOMUNIKASI PUBLIK: RESEPSI MASYARAKAT SURABAYA DALAM KASUS KORUPSI PENGOPLOSAN BAHAN BAKAR PERTAMINA Beta Puspitaning Ayodya; V. Rudy Handoko; Yuliana
RELASI Vol 6 No 02 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i02.2730

Abstract

Korupsi merupakan salah satu permasalahan serius yang dihadapi Indonesia, termasuk pada sektor strategis seperti energi. Kasus korupsi pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) yang melibatkan Pertamina pada tahun 2025 menimbulkan perhatian luas dari masyarakat karena berdampak pada kerugian negara serta menurunnya kepercayaan publik terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemberitaan mengenai kasus tersebut tersebar luas melalui berbagai media dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi masyarakat Surabaya terhadap kasus korupsi pengoplosan BBM Pertamina dilihat dari perspektif komunikasi publik. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kuantitatif dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden masyarakat Surabaya yang mengetahui kasus tersebut dan menggunakan bahan bakar kendaraan bermotor. Analisis penelitian menggunakan Teori Resepsi Stuart Hall yang membagi posisi audiens ke dalam tiga kategori, yaitu dominant-hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden berada pada posisi dominan dengan menerima sepenuhnya narasi media mengenai keterlibatan Pertamina dalam kasus korupsi dan menunjukkan kekecewaan yang tinggi. Sebanyak 39% responden berada pada posisi negosiasi, yaitu menerima adanya kasus korupsi tetapi tetap menggunakan produk Pertamina karena faktor ekonomi dan ketersediaan fasilitas. Sementara itu, 6% responden berada pada posisi oposisi yang menolak narasi media dan tetap mempercayai Pertamina. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat, di mana sebagian responden beralih ke SPBU swasta sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap Pertamina. Selain itu, media sosial menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat, terutama generasi muda, sehingga mempengaruhi pembentukan opini publik secara cepat. Penelitian ini menunjukkan bahwa resepsi masyarakat terhadap kasus korupsi bersifat beragam dan dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, kondisi ekonomi, paparan informasi, serta tingkat kepercayaan terhadap institusi. Oleh karena itu, komunikasi publik yang transparan dan efektif menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.