Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Peduli Sosial Masyarakat Terhadap Kesepian pada Lansia di Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Sari, Miranda; Putra, M Jaya Adi; Fitrilinda, Daffeta
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 2, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v2i2.4367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui seberapa pedulinya masyarakat terhadap lansia yang ada Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, (2) Untuk mengetahui seberapa pedulinya masyarakat akan kesepian lansia yang ada Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, (3) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kepedulian sosial masyarakat kesepian pada lansia yang ada Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu 1) observasi, 2) kuesioner, dan 3) dokumentasi. Berdasarkan analisis faktor demografi responden variabel peduli sosial diperoleh hasil yang lebih dari cukup dengan nilai mean sebesar 2,54, kemudian pada demografi responden variabel kesepian diperoleh nilai mean sebesar 2,54 dengan tafsiran rendah. Maka dapat dikatakan bahwa peduli sosial terhadap lansia di Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar tergolong sedang. Kemudian berdasarkan analisis statistik deskriptif masing masing variabel, pada variabel peduli sosial diperoleh nilai mean sebesar 2,99 dengan tafsiran rendah dan pada variabel kesepian diperoleh nilai mean sebesar 2,96 dengan tafsiran rendah dapat dikatakan peduli sosial masyarakat terhadap kesepian lansia di Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupten Kampar rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh peduli sosial masyarakat terhadap kesepian pada lansia di Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampat 57% dengan tafsiran sedang.
Manajemen Waktu Peran Ganda Wanita Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Aqso, Fahmi; Ayub, Daeang; Fitrilinda, Daffeta
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i2.16410

Abstract

Abstract: This study aims to determine the level of time management among women with dual roles in Sibuak Village, Tapung Sub-district, Kampar Regency. The research is a quantitative study using a descriptive approach. The population consists of 137 women in Sibuak Village who perform dual roles. The sample was selected using the Simple Random Sampling method, resulting in a total of 103 women, with a 5% margin of error using the Taro Yamane formula. The instrument trial was conducted on 30 women in the same village. Data collection was carried out using questionnaires, and the data were analyzed using descriptive and inferential statistical techniques through Microsoft Excel and SPSS version 23. The results show that based on occupational demographics, the highest mean score for time management was among plantation laborers with a mean of 4.10, categorized as high. The lowest mean was found among civil servants (ASN), with a mean score of 3.72, also categorized as high. In terms of age demographics, the highest mean score was found in middle adulthood with a mean of 3.98 (high), and the lowest was in early adulthood with a mean of 3.72 (high). The data indicate that there is variation in time management levels among women with dual roles in Sibuak Village. Overall, based on occupation and age, the average time management score was 3.86, which falls into the high category. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi manajemen waktu peran ganda wanita Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita desa sibuak kecamatan tapung kabupaten kampar sebanyak 137 wanita yang berperan ganda. Dalam pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 103 wanita desa sibuak kecamatan tapung kabupaten kampar. dengan taraf kesalahan 5% yang menggunakan Rumus Taro Yamane. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan angket yang di analis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial dan dilakukan dengan program Microsoft Excel dan SPSS versi 23. Diketahui bahwa manajemen waktu berdasarkan demografi pekerjaan mendapatkan nilai mean tertinggi pada buruh kebun dengan nilai mean 4,10 dengan tafsiran tinggi. Dan dengan nilai mean terendah pada ASN dengan nilai mean 3,72 dengan tafsiran tinggi. Pada  demografi umur mendapatkan nilai tertinggi pada dewasa tengah dengan nilai 3,98 dengan tafsiran tinggi dan nilai terendah pada dewasa muda dengan nilai mean sebesar 3,72 dengan tafsiran tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, didapatkan variasi tingkat manajemen waktu pada wanita berperan ganda Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Berdasarkan pekerjaan dan umur diperoleh tingkat manajemen waktu yaitu dengan nilai mean sebesar 3,86 dengan tafsiran tinggi.
Identifikasi Kebutuhan Belajar Ibu Rumah Tangga di Kampung Perawang Indah Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Siroja, Adhim; Ayub, Daeng; Fitrilinda, Daffeta; Raja, Faisal Hamid Maka
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18107

Abstract

Abstract: This research is motivated by the learning needs of housewives in Kampung Perawang Indah, Tualang District, Siak Regency. The phenomena that indicate the need to identify the learning needs of housewives include; a) some housewives in the area have not used their time productively, b) do not understand optimal childcare patterns, c) the time management skills of housewives are still low and there are no life skills education programs. The purpose of this study is to determine the learning needs of housewives in Kampung Perawang Indah, Tualang District, Siak Regency. The population in this study was 75 people. Therefore, the researcher took a total of 43 people for the research sample and 20 people for the trial using a simple random sampling technique. Data analysis through quantitative descriptive analysis. The research results show that the learning needs of housewives in Kampung Perawang Indah overall fall into the high category with an average score of 3.91. Demographic analysis indicates that learning needs are higher in the age group of 36–45 years, with a junior high school education level, and among housewives with 0–1 children. This confirms that the learning needs of housewives are indeed urgent to be met according to the conditions they face. Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi kebutuhan belajar ibu rumah tangga di Kampung Perawang Indah Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Fenomena yang menunjukkan perlunya dilakukan identifikasi kebutuhan belajar bagi ibu rumah tangga diantaranya; a) sebagian ibu rumah tangga di wilayah tersebut belum memanfaatkan waktu secara produktif, b) belum memahami pola asuh anak secara optimal, c) kemampuan manajemen waktu para ibu rumah tangga masih rendah belum terdapat program pendidikan kecakapan hidup (life skill education). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan belajar Ibu Rumah Tangga di Kampung Perawang Indah Kecamatan  Tualang Kabupaten Siak. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 75 orang. Maka peneliti mengambil seluruhnya untuk sampel penelitian 43 orang untuk penelitian dan 20 orang untuk uji coba dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data analisa melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan belajar ibu rumah tangga di Kampung Perawang Indah secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,91. Analisis demografi memperlihatkan bahwa kebutuhan belajar lebih tinggi pada kelompok usia 36–45 tahun, tingkat pendidikan SMP, serta ibu rumah tangga dengan jumlah anak 0–1. Hal ini menegaskan bahwa kebutuhan belajar ibu rumah tangga memang mendesak untuk dipenuhi sesuai kondisi yang mereka hadapi.