Raja, Faisal Hamid Maka
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Profil Kelembagaan Pendidikan Nonformal Kampung Perawang Indah, Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau Riyadi, Muhammad; Ayub, Daeng; Jais, Muhammad; Raja, Faisal Hamid Maka
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18106

Abstract

Abstract: Education is the key to forming intelligent, character-based, and competitive individuals. Non-formal education plays a vital role in complementing formal education in shaping the character and skills of the community. However, limited facilities and access remain major challenges. The educational profile serves as an important basis for formulating policies and improving the quality of education in a region. This research is a descriptive study using a qualitative approach that aims to provide an in-depth overview of the institutional profile of non-formal education in Kampung Perawang Indah, including the type of institution, number of participants, instructor qualifications, and its impact on the community. Based on the results of the research, it can be concluded that non-formal education in Kampung Perawang Indah is quite active and plays an important role in shaping the character of the community through two institutions, namely Pondok Tahfidz Syafa'atul Qur'an (28 students) and MDTA Nurul Jannah (42 students). Although the instructors are highly dedicated, limited facilities and support remain obstacles. In general, non-formal education in this area is effective as a complement to formal education, but requires policy support to improve its quality and access. Abstrak: Pendidikan adalah kunci pembentuk manusia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Pendidikan nonformal berperan penting melengkapi pendidikan formal dalam membentuk karakter dan keterampilan masyarakat. Namun, keterbatasan fasilitas dan akses masih menjadi tantangan utama. Profil pendidikan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan dan meningkatkan kualitas pendidikan di suatu wilayah. Adapun Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang mmempunyai tujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang profil kelembagaan pendidikan nonformal di Kampung Perawang Indah, termasuk jenis lembaga, jumlah peserta, kualifikasi instruktur, dan dampaknya terhadap masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pendidikan nonformal di Kampung Perawang Indah cukup aktif dan berperan penting dalam membentuk karakter masyarakat melalui dua lembaga, yakni Pondok Tahfidz Syafa’atul Qur’an (28 siswa) dan MDTA Nurul Jannah (42 siswa). Meski para instruktur berdedikasi tinggi, keterbatasan fasilitas dan dukungan masih menjadi kendala. Secara umum, pendidikan nonformal di daerah ini efektif sebagai pelengkap pendidikan formal, namun perlu dukungan kebijakan untuk peningkatan kualitas dan aksesnya.
Identifikasi Kebutuhan Belajar Ibu Rumah Tangga di Kampung Perawang Indah Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Siroja, Adhim; Ayub, Daeng; Fitrilinda, Daffeta; Raja, Faisal Hamid Maka
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18107

Abstract

Abstract: This research is motivated by the learning needs of housewives in Kampung Perawang Indah, Tualang District, Siak Regency. The phenomena that indicate the need to identify the learning needs of housewives include; a) some housewives in the area have not used their time productively, b) do not understand optimal childcare patterns, c) the time management skills of housewives are still low and there are no life skills education programs. The purpose of this study is to determine the learning needs of housewives in Kampung Perawang Indah, Tualang District, Siak Regency. The population in this study was 75 people. Therefore, the researcher took a total of 43 people for the research sample and 20 people for the trial using a simple random sampling technique. Data analysis through quantitative descriptive analysis. The research results show that the learning needs of housewives in Kampung Perawang Indah overall fall into the high category with an average score of 3.91. Demographic analysis indicates that learning needs are higher in the age group of 36–45 years, with a junior high school education level, and among housewives with 0–1 children. This confirms that the learning needs of housewives are indeed urgent to be met according to the conditions they face. Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi kebutuhan belajar ibu rumah tangga di Kampung Perawang Indah Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Fenomena yang menunjukkan perlunya dilakukan identifikasi kebutuhan belajar bagi ibu rumah tangga diantaranya; a) sebagian ibu rumah tangga di wilayah tersebut belum memanfaatkan waktu secara produktif, b) belum memahami pola asuh anak secara optimal, c) kemampuan manajemen waktu para ibu rumah tangga masih rendah belum terdapat program pendidikan kecakapan hidup (life skill education). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan belajar Ibu Rumah Tangga di Kampung Perawang Indah Kecamatan  Tualang Kabupaten Siak. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 75 orang. Maka peneliti mengambil seluruhnya untuk sampel penelitian 43 orang untuk penelitian dan 20 orang untuk uji coba dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data analisa melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan belajar ibu rumah tangga di Kampung Perawang Indah secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,91. Analisis demografi memperlihatkan bahwa kebutuhan belajar lebih tinggi pada kelompok usia 36–45 tahun, tingkat pendidikan SMP, serta ibu rumah tangga dengan jumlah anak 0–1. Hal ini menegaskan bahwa kebutuhan belajar ibu rumah tangga memang mendesak untuk dipenuhi sesuai kondisi yang mereka hadapi.  
Pendekatan Deep learning Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar Raja, Faisal Hamid Maka; Ayub, Daeng; Ramadani, Rika Fitri; Fahmi, Rahmat; Pramono, Basuki
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18111

Abstract

Abstract: Learning in elementary school is an important foundation for developmentcognitiveand affective. Currently, the approachdeep learningIt is increasingly gaining attention because it emphasizes conceptual understanding, reflection, and problem solving. The aim of this research is to obtain an objective picture of elementary school teachers' understanding, application, and perceptions of this learning approach.deep learningThis study used a descriptive survey method, conducted by distributing questionnaires to 50 elementary school teachers in Wolowaru sub-district. This study was conducted in 10 elementary schools in Wolowaru sub-district for approximately one month. In addition, a literature review was conducted from national and international journals discussing the implementation ofdeep learningin basic learning. The research results show thatdeep learningIn the context of education, it refers not only to artificial intelligence technology, but also to an in-depth learning approach that encourages holistic, reflective, and meaningful conceptual understanding. Despite its potential to improve students' conceptual understanding and critical thinking, its implementationdeep learningstill facing challenges in terms of curriculum, teacher training, and supporting facilities. Abstrak: Pembelajaran di SD menjadi dasar penting bagi perkembangan kognitif dan afektif. Saat ini, pendekatan deep learning semakin dilirik karena menekankan pemahaman konsep, refleksi, dan pemecahan masalah. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran yang objektif tentang pemahaman, penerapan, dan persepsi guru SD terhadap pendekatan pembelajaran deep learning. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 50 guru SD di wilayah kecamatan wolowaru. Penelitian ini dilaksanakan di 10 (Sepuluh) Sekolah Dasar kecamatan wolowaru selama kurang lebih satu Bulan. Selain itu, dilakukan kajian literatur dari jurnal nasional dan internasional yang membahas penerapan deep learning dalam pembelajaran dasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa deep learning dalam konteks pendidikan bukan hanya merujuk pada teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga pada pendekatan pembelajaran mendalam yang mendorong pemahaman konsep secara holistik, reflektif, dan bermakna. Meskipun potensial meningkatkan pemahaman konsep dan berpikir kritis siswa, implementasi deep learning masih menghadapi tantangan dalam hal kurikulum, pelatihan guru, dan sarana pendukung.
Pengaruh Homesickness terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Rantau Pada Prodi Pendidikan Masyarakat di Universitas Riau Ramadani, Wahyu Cahya; Ayub, Daeng; Arien, Wilasari; Raja, Faisal Hamid Maka
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18157

Abstract

Abstract : One of the crucial elements that influences student success during higher education is motivation in learning. This study investigates the effect of homesickness on the learning motivation of migrant students in the Community Education Study Program at the University of Riau. Using a quantitative associative design, data were collected from 107 migrant students selected through purposive sampling. Questionnaires using a five-point Likert scale measured both homesickness and learning motivation. Data were analyzed using SPSS version 24 with descriptive and simple linear regression tests. The findings show that homesickness was in the very high category (mean = 4.50), while learning motivation was high (mean = 4.48). Regression analysis indicated a negative and significant relationship between homesickness and learning motivation (t = -15.457, R² = 0.695). Thus, higher homesickness levels correspond to lower learning motivation. The study highlights the need for universities to provide psychological and social support programs to help migrant students adapt and sustain motivation. Abstrak : Salah satu elemen krusial yang mempengaruhi keberhasilan siswa selama masa pendidikan tinggi adalah motivasi dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh homesickness terhadap motivasi belajar mahasiswa rantau Program Studi Pendidikan Masyarakat di Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data yang dikumpulkan dari 107 mahasiswa rantau melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert lima tingkat, dan analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 24 melalui uji deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat homesickness berada pada kategori sangat tinggi (mean = 4,50), sedangkan motivasi belajar berada pada kategori tinggi (mean = 4,48). Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara homesickness dan motivasi belajar (t = -15,457; R² = 0,695). Dengan demikian, semakin tinggi homesickness, semakin rendah motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan psikologis dan sosial dari pihak universitas agar mahasiswa rantau mampu beradaptasi dan mempertahankan motivasi belajar mereka.