Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PUBLIC SPEAKING DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SD ISLAMIC GLOBAL SCHOOL MALANG Ema, Ema Rizky Ananda; Marno; Mohamad Zubad Nurul Yaqin
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 11 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v11i2a5.2024

Abstract

Abstract Self-confidence is an important aspect of personal development for every individual. With self-confidence, one is able to face challenges, communicate effectively, and optimally develop their potential. For students, self-confidence not only affects academic achievement but also their ability to socialize and express themselves in various situations. The objectives of this study are: (1) to describe and explain the specific role of educators in helping students acquire self-confidence, and (2) to analyze the role of extracurricular activities in building and enhancing students' self-confidence in elementary school. This research uses a descriptive qualitative approach, which can be used to describe, explain, and analyze why something happens, resulting in accurate findings. The subjects of the research are the principal, the fourth-grade teacher, the public speaking extracurricular mentor, and the students participating in the public speaking extracurricular activities at SD Islamic Global School Malang. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques follow the steps of Miles and Huberman: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The validity of the findings was checked through source triangulation, technique triangulation, and time triangulation. The results of the study show that the role of educators and public speaking extracurricular activities at SD Islamic Global School Malang play an important role in building students' self-confidence. The principal provides facilities and encourages parental participation, while the class teacher appreciates and encourages students' activity through presentation assignments. The extracurricular mentor uses innovative techniques such as role-playing, ad-libbing, announcing skills, and positive self-talk to help students overcome anxiety. Public speaking activities are implemented through careful planning, regular implementation with weekly practices, and periodic evaluations. This program helps students reduce nervousness, improve communication skills, create a positive learning environment, and motivate social and academic engagement, which in turn equips students with essential skills for their future. Keywords: Extracurricular, Public Speaking, Self-Confidence
A MODEL EVALUASI UNTUK MEMBENTUK PENDIDIKAN KARAKTER DI SDI AL-GHAFFAAR: PENDIDIKAN KARAKTER Azizah; Mohamad Zubad Nurul Yaqin; Agus Mukti Wibowo; Heryan Fandi Ahmad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34286

Abstract

Karakter salah satu permasalahan yang dapat dilihat pada sekolah. Karena setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, perlu adanya evaluasi yang diterapkan pada siswa. Agar meminimalisirkan terjadi kebosanan terhadap siswa. Karena karakter sangat berpengaruh munculnya kebosanan dalam belajar. Seorang guru melakukan evaluasi, dengan begitu beberapa merasa sama saja tidak ada perkembangan dalam merancang sistem pembelajaran. Sehingga siswa dapat merasa bosan dengan adanya sistem belajar secara terus menerus sama. Hal ini dapat digunakan oleh guru untuk keputusan yang sangat diperlukan dalam menentukan strategi belajar mengajar. Agar siswa dapat menerima suatu pelajaran dengan baik. Pada model evaluasi perlu rencana dengan baik dalam membentuk pendidikan karakter di SD Islam Al-Ghaffar bertujuan untuk melihat beberapa karakter terdapat pada siswa yang berpengaruh adanya evaluasi tersebut. Adapun data yang dapat dikumpulkan dapat berupa jurnal atau referensi yang relevan dan melakukan wawancara secara langsung bersama pihak sekolah. Evaluasi juga sangat penting untuk mendapatkan hasil. Dengan adanya evaluasi siswa dapat membentuk karakter. Topik atau masalah yang menjadi objek pembahasan. Evaluasi pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa. Evaluasi pembelajaran memainkan peran penting dalam pengajaran dan pembelajaran di mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Evaluasi yang efektif dapat memberikan wawasan tentang kemajuan siswa, membantu guru dalam perencanaan dan penyusunan kurikulum, serta mendorong peningkatan kualitas pengajaran. Dapat disimpulkan pada model evaluasi yang digunakan dapat mempermudah guru dan siswa melihat hasil model yang dilakukan dalam pembentukan karakter. Alasan memilih al-ghaffaa disekolah tersebut sangat membutuhkan evaluasi untuk membentuk suatu karakterr pada peserta didik
A MODEL EVALUASI UNTUK MEMBENTUK PENDIDIKAN KARAKTER DI SDI AL-GHAFFAAR: PENDIDIKAN KARAKTER Azizah; Mohamad Zubad Nurul Yaqin; Agus Mukti Wibowo; Heryan Fandi Ahmad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34286

Abstract

Karakter salah satu permasalahan yang dapat dilihat pada sekolah. Karena setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, perlu adanya evaluasi yang diterapkan pada siswa. Agar meminimalisirkan terjadi kebosanan terhadap siswa. Karena karakter sangat berpengaruh munculnya kebosanan dalam belajar. Seorang guru melakukan evaluasi, dengan begitu beberapa merasa sama saja tidak ada perkembangan dalam merancang sistem pembelajaran. Sehingga siswa dapat merasa bosan dengan adanya sistem belajar secara terus menerus sama. Hal ini dapat digunakan oleh guru untuk keputusan yang sangat diperlukan dalam menentukan strategi belajar mengajar. Agar siswa dapat menerima suatu pelajaran dengan baik. Pada model evaluasi perlu rencana dengan baik dalam membentuk pendidikan karakter di SD Islam Al-Ghaffar bertujuan untuk melihat beberapa karakter terdapat pada siswa yang berpengaruh adanya evaluasi tersebut. Adapun data yang dapat dikumpulkan dapat berupa jurnal atau referensi yang relevan dan melakukan wawancara secara langsung bersama pihak sekolah. Evaluasi juga sangat penting untuk mendapatkan hasil. Dengan adanya evaluasi siswa dapat membentuk karakter. Topik atau masalah yang menjadi objek pembahasan. Evaluasi pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa. Evaluasi pembelajaran memainkan peran penting dalam pengajaran dan pembelajaran di mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Evaluasi yang efektif dapat memberikan wawasan tentang kemajuan siswa, membantu guru dalam perencanaan dan penyusunan kurikulum, serta mendorong peningkatan kualitas pengajaran. Dapat disimpulkan pada model evaluasi yang digunakan dapat mempermudah guru dan siswa melihat hasil model yang dilakukan dalam pembentukan karakter. Alasan memilih al-ghaffaa disekolah tersebut sangat membutuhkan evaluasi untuk membentuk suatu karakterr pada peserta didik
A PENGEMBANGAN MODUL AJAR SENI RUPA UNTUK SISWA KELAS 4 DI MI AL HIDAYAH: Modul ajar seni rupa Najat, ziyanazizah; Ulfatur Rizko; Najmatun Nazihah; Imam Bukhori; Mohamad Zubad Nurul Yaqin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang modul ajar Seni Rupa yang khusus disesuaikan bagi siswa kelas 4 di MI Al Hidayah. Modul ini dirancang untuk mendukung mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) dengan mempertimbangkan kebutuhan belajar siswa berdasarkan konteks lingkungan dan kondisi sosial mereka yang berada di wilayah pegunungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahap utama: analisis kebutuhan, perancangan materi, modul pengembangan, implementasi di kelas, dan evaluasi hasil. Proses validasi dilakukan oleh ahli desain dan ahli materi, yang menghasilkan skor kelayakan tinggi sebesar 85%. Modul ini mencakup tiga tema utama, yaitu menggambar lingkungan sekitar, membuat karya kerajinan, serta bereksperimen dengan tekstur. Implementasi modul diterapkan pada siswa kelas 4 melalui metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang interaktif dan mendorong keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran. Hasil penerapan menunjukkan bahwa modul ini tidak hanya berhasil menarik minat siswa, tetapi juga mampu meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep seni rupa yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Respon siswa dan guru menunjukkan bahwa modul ini dinilai sangat praktis dan layak digunakan dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan bahan ajar yang kontekstual, mendukung proses pembelajaran yang bermakna, serta selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka
FROM LOCAL TO GLOBAL: INTEGRATION OF THE CAMBRIDGE CURRICULUM AND THE INDEPENDENT CURRICULUM AS A MODEL OF MODERATE AND TOLERANT ISLAMIC EDUCATION Siti Choiriyah; Mohamad Zubad Nurul Yaqin; Nurul Atikoh; Imelda Berliana Julyechia Sari
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 5 No. 1 (2026): The 5th International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The globalization of education presents both challenges and opportunities for Islamic schools in Indonesia. One response is the integration of the globally oriented Cambridge Curriculum with the nationally designed Merdeka Curriculum. This study explores such integration at SDI Islamic International School PSM Grogol Kediri, showing how local wisdom can meet global standards to promote moderate and tolerant Islamic education. Using a qualitative case study, data were collected through interviews, classroom observations, and analysis of curriculum documents and lesson plans. Findings indicate that integration is carried out through mapping the core content of Cambridge and Merdeka, collaborative lesson planning, and competency-based assessments that combine cognitive, affective, and character aspects. This practice improves learning quality, fosters critical thinking, and cultivates tolerance among students. The study confirms that merging local and global curricula can provide a model of Islamic education that nurtures love, inclusiveness, and social harmony.
Jews dalam al-Qur’an: Analisis Anti-Semitism dalam Tafsir al-Azhar Karya Hamka Muhammad; Mohammad Asrori; Mohamad Zubad Nurul Yaqin; Muhammad Ragab; Muhammad, Muhammad
KALAM Vol 20 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/202620114325

Abstract

from the Qur’anic text, but are also informed by twentieth-century socio-political dynamics, including colonialism, the Palestine–Israel conflict, and currents of modern Islamic thought. The findings identify three dominant discursive strategies: theological delegitimization, threat framing, and integration into broader narratives of global conspiracy. Through a genealogical perspective, the article demonstrates that such narratives should be understood as historically contingent formations that undergo a process of sacralization, whereby political discourses are transformed into religiously authorized interpretations. In this sense, tafsir functions not merely as a reflection of scripture but as a discursive practice that actively shapes religious perception and social meaning. In the contemporary Indonesian context, the reproduction of these narratives may contribute to the consolidation of exclusivist identities and binary oppositions between “self” and “other.” The article, therefore, underscores the importance of contextual, historically grounded, and reflexive approaches to Qur’anic interpretation in fostering more inclusive and balanced religious discourses. [Artikel ini mengkaji konstruksi diskursif tentang Yahudi dan Zionisme dalam Tafsir al-Azhar karya Hamka melalui pendekatan gabungan Analisis Wacana Kritis dan genealogi. Berangkat dari asumsi bahwa penafsiran al-Qur’an tidak pernah bersifat netral, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana interpretasi terhadap kitab suci dimediasi oleh relasi kuasa dan dibentuk oleh konteks historis tertentu. Artikel ini berargumen bahwa representasi Yahudi dan Zionisme dalam tafsir Hamka tidak semata-mata bersumber dari teks al-Qur’an, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika sosial-politik abad ke-20, termasuk kolonialisme, konflik Palestina–Israel, serta arus pemikiran Islam modern. Temuan penelitian mengidentifikasi tiga strategi diskursif utama, yaitu delegitimasi teologis, pembingkaian sebagai ancaman, dan integrasi ke dalam narasi konspirasi global yang lebih luas. Melalui perspektif genealogis, artikel ini menunjukkan bahwa narasi-narasi tersebut harus dipahami sebagai konstruksi historis yang bersifat kontingen, yang mengalami proses sakralisasi, yaitu transformasi dari wacana politik menjadi interpretasi yang memperoleh legitimasi religius. Dalam pengertian ini, tafsir tidak hanya berfungsi sebagai refleksi terhadap teks suci, tetapi juga sebagai praktik diskursif yang secara aktif membentuk persepsi keagamaan dan makna sosial. Dalam konteks Indonesia kontemporer, reproduksi narasi tersebut berpotensi berkontribusi pada penguatan identitas eksklusif dan oposisi biner antara “diri” dan “yang lain.” Oleh karena itu, artikel ini menekankan pentingnya pendekatan tafsir yang kontekstual, berlandaskan sejarah, dan reflektif guna mendorong diskursus keagamaan yang lebih inklusif dan seimbang.]