Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Important Of Description Dive Spot Characteristic For the Development of Tourism Attractions: A Case Study in Bunaken National Park, North Sulawesi, Indonesia Jeanlly A. Solang
Jurnal Internasional Riset Bisnis Pariwisata Vol 3 No 2 (2024): International Journal of Tourism Business Research (INTOUR)
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/intour.v3i2.1394

Abstract

This paper aims to describe the characteristics of diving spots on the island of Bunaken for the purpose of making it a tourist attraction. So far, diving tourists who do diving activities have never received an explanation related to what biota and mammals are located at each dive point. Though this information is very useful for the development of more unique tourist attractions.  The method used in this paper is to conduct a survey (non-experimental) combined with direct perception at the writing location and identification by combining knowledge-based methods. Bunaken National Park has 120 dive points with varying depths ranging from 1,344 meters. However, this study only took 16 dive points, specifically around the island of Bunaken. The results showed that each point has unique species of marine biota and mammals, then the average is also in the location of underwater great walls, which are also called hanging walls, or giant vertical coral walls.
Analisis Budaya Pemberian Tip dari Persepsi Tamu kepada Karyawan di F&B Service Best Western The Lagoon Hotel Manado Topas Raihan Bachdar; Youdy J.H Gumolili; Frans V. Rattu; Jeanlly A. Solang; Alma K. Pongtuluran; Margresye D. Rompas; Benny Irwan Towoliu
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/16ee5h87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya pemberian tip dari sudut pandang tamu kepada karyawan Food & Beverage (F&B) Service di Best Western The Lagoon Hotel Manado. Tip merupakan bentuk apresiasi sukarela atas pelayanan memuaskan. Meskipun tidak wajib, budaya memberi tip telah menjadi praktik umum dalam interaksi perhotelan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi tamu terhadap pemberian tip dipengaruhi oleh kualitas pelayanan, sikap karyawan, dan kebiasaan pribadi. Mayoritas tamu memberikan tip sebagai bentuk penghargaan atas pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional. Bagi karyawan, tip menjadi motivasi tambahan dan pengakuan kinerja, meskipun berpotensi menimbulkan ketergantungan dan ketidakadilan. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang dinamika budaya tip serta masukan bagi manajemen sumber daya manusia di industri hospitality.
Analisis Perilaku Hospitality Pengelolah Pariwisata Desa Darunu Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Kakombohe, Miraty Simei; Jeanlly A. Solang
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/z77cy077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku hospitality pengelola pariwisata di Desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara terhadap pengelola wisata berbasis masyarakat di Mangrove Park Darunu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hospitality yang diterapkan masih bersifat spontan berbasis nilai budaya lokal dan belum terstandar. Kekuatan utama terletak pada sikap sopan dan penyambutan tamu, namun kelemahan terdapat pada konsistensi sapaan, responsivitas, dan belum adanya standar layanan formal. Rekomendasi yang diberikan mencakup pelatihan hospitaliti dasar, penyusunan SOP, dan evaluasi rutin untuk meningkatkan pengalaman wisatawan dan citra destinasi.
Pelatihan Storytelling pada Pengelola Wisata di Desa Budo Towoliu, Benny Irwan; Mikhael C.S. Mangolo; Alma K. Pongtuluran; Jeanlly A. Solang; Fonny Sangari
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2025): Desember (in progress)
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/q92dae81

Abstract

The narrative of each product in a destination needs to be conveyed by telling the uniqueness of each product to arouse curiosity among visitors or tourists. Storytelling in the context of tourism is a method of conveying a story through words, images, or other media, with the aim of conveying information, entertaining, or influencing guests. Budo is a tourist village that has many potential attractions with backgrounds that are said to be myths or actual events, but the managers have never realized that the stories behind these attractions can be memorable for tourists visiting the location. Storytelling training equips tourism managers with various skills and abilities, such as speaking skills, thinking skills, and creativity in managing the existing tourism potential to the maximum. Training methods: opening or orientation, core storytelling activities, and closing or evaluation. The primary focus is on creating engaging stories with a strong core and a structured narrative flow. Through this training, managers can develop storylines for each potential attraction and communicate them effectively.