Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Of Factors Related to Open Defecation Behavior in Punjul Village Plosoklaten District Kediri Regency Eka Yuliati; Ardi Bastian
Indonesian Journal of Nutritional Epidemiology and Reproductive Vol. 4 No. 3 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/ijner.v4i3.206

Abstract

Open defecation is one of major public health problem in Kediri regency. Data from the UPTD Puskesmas Pranggang shows that as many as 885 households in Punjul village do not have latrines. This study aims to analyze the associated factors of open defecation behavior in Punjul Village, Plosoklaten District, Kediri Regency. This study used a quantitative method with a cross sectional approach. This research was conducted in Punjul Village, Plosoklaten District Kediri Regency. Using simple random sampling technique, the number of sample was 93 respondents. Data analysis method was bivariate analysis using the chi-square test. The research finds that only one variable has no correlation on open defecation behaviour while the rest variables show significant association. Education has no correlation with open defecation behavior (p = 0.059, RP = 1.424). While other variable shows significant association; occupation (p = 0.025, RP = 1.985), income (p = 0.001, RP = 1.944), distance between houses and rivers (p = 0.007, RP = 0.307), attitudes towards regulations (p = 0.000, RP. = 2,710), community habits (p = 0,000, RP = 8,049), latrine ownership (p = 0,000, RP = 4,785). The most of open defecation is caused by uncertain income in Punjul Village so it is difficult to have a proper toilet. The close distance between the house and the river makes people prefer to defecate in the river. Community habits that have become a tradition / culture (passed down) from parents to defecate in the river. Only a few people who have healthy latrines. So, it is hoped that the public health center and the local government will conduct more frequent education to reduce open defecation, as well as provide an example for triggering healthy latrines by building public toilets.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN PAJAK DAN PEMBUKUAN SEDERHANA PADA UMKM BATIK LINTANG SARI KENONGO SIDOARJO Wininatin Khamimah; Dewi Urip Wahyuni; David Efendi; Eka Yuliati; Hermono Widiarto; Tegowati
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19316

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema ini dilaksakana di UMKM Batik Lintang Sari Kenongo di desa Sari Rogo Sidoarjo pada 14 November 2025. Kegiatan ini diikuti 22 peserta yang terdiri dari pemilik usaha, karyawan Produsen Batik Lintang Sari Kenongo dan pembatik lokal. Tujuan kegiatan ini memberi pengetahuan dan keterampilan peserta terkait perpajakan bagi wajib pajak UMKM dan pembukuan sederhana. Peserta mendapatkan materi tentang literasi perpajakan dan pembukuan sederhana, pelatihan praktis, dan pendampingan agar Batik Lintang mampu mengelola administrasi keuangan dan pajak secara benar dan legal. Dilakukan pelatihan mengenai kewajiban perpajakan UMKM, khususnya terkait PPh Final 0,5% berdasarkan PP 55/2022. Pelatihan mengenai prinsip dasar pencatatan transaksi keuangan yang standar bagi UMKM juga diberikan. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari kesiapannya menerima materi, aktif bertanya dan semangat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya pembukuan usaha dan perpajakan bagi pelaku UMKM. Sebagai tindak lanjut, telah disusun rencana tahapan pendampingan lanjutan tentang pembukuan dengan digital template, penyususnan neraca, penghitungan pajak dan pengisian pajak dengan e-filling. Kegiatan ini diharapkan menjadi pondasi penting dalam peningkatan pengetahuan dan kesadaran terkait kepatuhan pajak dan manajemen administrasi usaha yang lebih baik. Hal ini tentu akan berdampak positif bagi kemajuan usahanya.