Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA RAMAH LANSIA SEJAHTERA DI DESA WONOSARI KABUPATEN BONDOWOSO Susanto, Tantut; Nur, Kholid Rosyidi Muhammmad; Astuti, Soekma Yeni; Handoko, Dhimas Rizky; Effendi, Raihan Adijun; Salim, Vigo Agustilano; Firmansyah, Ardian Safy; Siagian, Yulidya Ardiva Br; Yudhistira, Muhammad Arief
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i2.5950

Abstract

Permasalahan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan lansia pada Taman Lansia Barokah di Desa Wonosari memerlukan penanganan yang menyeluruh dan berkesinambungan melalui optimalisasi potensi desa guna mencapai pembangunan kesehatan dan kesejahteraan lansia yang berkelanjutan. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menawarkan pengembangan Desa Wonosari sebagai “Kampung Wisata Ramah Lansia Sejahtera” (KAWIRALASE) dalam peningkatan kualitas hidup lansia di Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. PKM sebagai bentuk pemberdayaan dan kemitraan dapat menjadi bentuk intervensi dalam melaksanakan program bersumber daya masyarakat yang dilaksanakan melalui 5 tahapan, yaitu: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program selama 8 bulan. Kegiatan PKM dilakukan melalui Posyandu lansia sehat anti hipertensi (SEHATI), Sekolah lansia komprehensif (Sekolangkong), Wirausaha lansia (Wirahala), Sanggar lansia sehat (Sanlase), dan Pariwisata local lansia (Paralosi). Hasil yang didapatkan dari kegiatan posyandu lansia didapatkan peningkatan pengetahuan kader dalam mengelola Kesehatan lansia dan terkontrolnya tekanan darah lansia secara bertahap. Sekolah lansia yang dilaksanakan juga mampu meningkatan literasi lansia terkait masalah Kesehatan, baca tulis latin dan Al-Qu’an. Pelatihan wirausaha lansia melalui berkebun, merajut, membuat kue, dan membuat kerajinan mampu meningkatkan perekonomian kelompok lansia. Sanggar lansia mampu meningkatkan ketrampilan seni lansia dalam menari sehingga keseimbangan lansia menjadi baik dan risiko jatuh dapat dicegah. Lebih lanjut, pengembangan pariwisata local lansia mampu meningkatkan kualitas hidup lansia secara fisik, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual. Program KAWIRALASE mampu meningkatkan potensi local, Kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup lansia di Desa Wonosari. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi pusat kesejahtraan berbasis pada komunitas untuk mencapai kualitas hidup lansia dalam kerangka kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
OPTIMAL CARE: Pemberdayaan Keluarga dan Kader Dukung Kepatuhan Terapi TBC di Jember Siswoyo, Siswoyo; Widayati, Nur; Nistiandani, Ana; Umniyyah, Zahratul; Utarti, Esti; Rondhianto, Rondhianto; Hakam, Mulia; Sutawardana, Jon Hafan; Andani, Kadek Novi; Wijayanti, Sinta; Handoko, Dhimas Rizky
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3209

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan tantangan kesehatan serius di Kabupaten Jember, yang menempati peringkat ketiga tertinggi di Jawa Timur. Keberhasilan pengobatan TBC sering terhambat oleh rendahnya kepatuhan terapi yang berakar dari minimnya pengetahuan, dukungan keluarga, dan tingginya stigma sosial. Kegiatan pengabdian melalui program "OPTIMAL CARE" ini bertujuan memberdayakan keluarga dan kader kesehatan untuk mendukung keberhasilan terapi pasien TBC. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan komunitas melalui empat tahapan: identifikasi kebutuhan, perancangan program, implementasi, dan evaluasi. Hasil dari tahap identifikasi dan perancangan menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan yang signifikan, di mana 90% keluarga pasien belum memahami praktik perawatan pendukung di rumah. Selain itu, teridentifikasi pula keterbatasan peran kader yang belum optimal sebagai edukator dan motivator. Berdasarkan temuan tersebut, program ini secara spesifik dirancang untuk meningkatkan kapasitas keluarga dan kader melalui edukasi terstruktur dan pendampingan intensif. Kesimpulan dari tahap awal ini menegaskan bahwa intervensi pada keluarga dan kader merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem pendukung yang kuat guna meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC.