Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sosialisasi Peranan Ekosistem Mangrove dan Aksi Penanaman di Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Efriyeldi , Efriyeldi; Mulyadi, Aras; Siregar, Yusni Ikhwan; Ananda, Fajriani; Taufik, Hendra; Fuadi, Indra; Hutomo, Ragil Tribhakti; Nurafni, Melia; Elfina, Yetti; Imran, Imran; Lee, Seung Hun
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 5 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove mempunyai banyak fungsi dan peranan, namun ekosistem ini banyak mengalami kerusakan baik oleh faktor alam maupun faktor manusia. Perbaikan kondisi ekosistem mangrove telah dilakukan oleh beberapa kalangan melalui penanaman bibit mangrove kembali. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan peranan mangrove kepada masyarakat dan melakukan aksi penanaman mangrove, khususnya anggota Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Desa Teluk Papal. Pada kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan praktek penanaman bibit mangrove dengan melibatkan secara langsung mansyarakat, mahasiswa Angkatan 2023 dan alumni serta dosen S3 Ilmu Lingkungan Universitas Riau. Peningkatan pengetahuan masyarakat terkait peranan dan fungsi hutan mangrove dilakukan evaluasi dengan meminta peserta mengisi kuisioner sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Kegiatan penyuluhan ini menunjukkan hasil bahwa seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius dengan mendengarkan materi yang disampaikan oleh tim penyuluh dari awal sampai akhir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (90%) sebelum adanya kegiatan pengabdian telah mengetahui peranan fisik hutan mangrove dalam melindungi pantai dari abrasi dan meningkat menjadi 100 % setelah kegiatan. Selanjutnya sebelum penyuluhan masih ada sekitar 10% peserta yang belum mengetahui mangrove dapat ditanam melalui buah dan bibit, menjadi 100 % mengetahuinya setelah penyuluhan. Sebagian besar peserta ini merupakan petani yang lahannya terabrasi maka ada sekitar 60% peserta belum mengetahui fungsi biologi hutan mangrove sebagai tempat hidup berbagai biota perairan, namun setelah dijelaskan menjadi semuanya (100%) dapat mengetahuinya. Pada akhir kegiatan semua peserta (100%) menyatakan kegiatan pengabdian bermanfaat untuk menambah pemahamannya tentang peranan mangrove, sehingga keberadaan mangrove sangat penting untuk melindungi pantai dari abrasi.
Sosialisasi Peranan Ekosistem Mangrove dan Aksi Penanaman di Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Efriyeldi, Efriyeldi; Mulyadi, Aras; Siregar, Yusni Ikhwan; Ananda, Fajriani; Taufik, Hendra; Fuadi, Indra; Hutomo, Ragil Tribhakti; Nurafni, Melia; Elfina, Yetti; Imran , Imran; Lee, Seung Hun
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 5 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ekosistem mangrove mempunyai banyak fungsi dan peranan, namun ekosistem ini banyak mengalami kerusakan baik oleh faktor alam maupun faktor manusia. Perbaikan kondisi ekosistem mangrove telah dilakukan oleh beberapa kalangan melalui penanaman bibit mangrove kembali. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan peranan mangrove kepada masyarakat dan melakukan aksi penanaman mangrove, khususnya anggota Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Desa Teluk Papal. Pada kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan praktek penanaman bibit mangrove dengan melibatkan secara langsung mansyarakat, mahasiswa Angkatan 2023 dan alumni serta dosen S3 Ilmu Lingkungan Universitas Riau. Peningkatan pengetahuan masyarakat terkait peranan dan fungsi hutan mangrove dilakukan evaluasi dengan meminta peserta mengisi kuisioner sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Kegiatan penyuluhan ini menunjukkan hasil bahwa seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius dengan mendengarkan materi yang disampaikan oleh tim penyuluh dari awal sampai akhir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (90%) sebelum adanya kegiatan pengabdian telah mengetahui peranan fisik hutan mangrove dalam melindungi pantai dari abrasi dan meningkat menjadi 100 % setelah kegiatan. Selanjutnya sebelum penyuluhan masih ada sekitar 10% peserta yang belum mengetahui mangrove dapat ditanam melalui buah dan bibit, menjadi 100 % mengetahuinya setelah penyuluhan. Sebagian besar peserta ini merupakan petani yang lahannya terabrasi maka ada sekitar 60% peserta belum mengetahui fungsi biologi hutan mangrove sebagai tempat hidup berbagai biota perairan, namun setelah dijelaskan menjadi semuanya (100%) dapat mengetahuinya. Pada akhir kegiatan semua peserta (100%) menyatakan kegiatan pengabdian bermanfaat untuk menambah pemahamannya tentang peranan mangrove, sehingga keberadaan mangrove sangat penting untuk melindungi pantai dari abrasi.
KEGIATAN BAKTI SOSIAL TERKAIT KELANGKAAN MINYAK GORENG ( DESA TEBING TINGGI DAN DESA KOTO SIMANDOLAK, KECAMATAN BENAI ): PKM UNIKS Pratiwi, Retni; Jafra, Ria Asmeri; Candra, Agus; Ruspianda, Riki; Afrizal, Riki; Nurafni, Melia
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2392

Abstract

Kondisi kelangkaan serta kenaikan harga minyak goreng sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat khususnya kategori ekonomi menengah kebawah.Kondisi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga salah satunya menjadi tanggung jawab pihak akademisi. Hal tersebut menjadi latar belakang Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk bakti sosial pembagian sembako (minyak goreng, telur dan beras) kepada 10 kepala keluarga di 2 Desa di Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi yaitu Desa Tebing Tinggi dan Desa Koto Simandolak.Metode pelaksanaan dimulai dengan penjaringan data terkait masyarakat yang berhak untuk mendapatkan bantuan dengan koordinasi kepada Perangkat desa setempat. Bantuan didistribusikan oleh tim dosen, mahasiswa serta pihak perangkat desa setempat. Diharapkan dengan dilaksnakannya kegiatan bakti sosial ini dapat membantu meringankan beban kehidupan terkait ekonomi masyarakat dan penerima bantuan tepat sasaran.Kegiatan ini juga diharapkan dapat memupuk rasa solidaritas untuk peduli sesama.
IDENTIFIKASI DAN PEMBUATAN PETA ADMINSTRASI DENGAN MENGGUNAKAN DRONE DI DESA LUAI KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Afrizal, Rikki; Candra, Agus; Jafra, Ria Asmeri; Pratiwi, Retni; Rupianda, Riki; Yuliana, Dhina; Nurafni, Melia
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i2.3408

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dengan judul Idendtifikasi dan pembuatan peta adminstrasi dengan menggunakan drone di Desa Luai Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi, bertujuan penyediaan data dasar berupa Peta administrasi Desa tersebut. Karena data ini belum tersedianya di desa ini. Tujuan dari pembuatan peta ini untuk sebagai data dasar yang berfungsi untuk mengetahui batas desa yang sebenarnya dan petunjuk pengetahauan kepada masyarakat dalam pengenalan batas desa, dan stakeholder yang membutuhkan untuk pengembangan, pembangunan dan pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan 3 (tiga) tahap yang terdiri dari obeservasi awal, penentuan batas desa dengan menggukanan metode diskusi dengan tokoh masyarakat, pemerintah setempat dan masyarakat yang dianggap tahu tentang batas desa, tahapan terahir yaitu penyerahan peta administrasi keperangkat desa. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan memberikan pengetahuan kepada masyarkat khususnya masayarakat yang berada di desa luai dalam batas desa, dan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pemangku pemerintah desa khususnya desa luai kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Untuk menjawab permasalahan tersebut diperlukan gerakan berupa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari civitas akademik dan bekerjasama dan sinergitas seluruh elemen masyarakat, untuk penentuan batas desa. Adanya partisipasi dan kelembagaan masyarakat, memperhatikan batas desa sehingga melahirkan peta adminstrasi yang tepat sesuai dengan lingkungannya yaitu Desa luai Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi
REVITALISASI TUGU DULANG EMAS DESA LOGAS KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Adinata, Surya; Hermawan, Chitra; Irawan, Ade; Dermana, Iwayan; Nurafni, Melia; Rivaldo, Rivaldo; Alamsah, Reza Nur
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4041

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi Tugu Dulang Emas sebagai simbol budaya dan identitas lokal masyarakat Desa Logas, Kabupaten Kuantan Singingi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kondisi tugu yang tidak terawat, kurangnya pelibatan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya, serta belum optimalnya pemanfaatan tugu sebagai sarana edukasi dan potensi wisata budaya. Melalui kerja sama dengan Pemerintah Desa, tokoh adat, pemuda, dan pelaku UMKM, kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk perbaikan fisik tugu, penataan lingkungan sekitar, serta edukasi budaya kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kembali nilai estetika dan simbolik Tugu Dulang Emas, tetapi juga membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan potensi wisata berbasis budaya. Luaran dari kegiatan ini meliputi produk fisik berupa tugu yang telah direvitalisasi, model pemberdayaan masyarakat, serta publikasi ilmiah sebagai dokumentasi akademik kegiatan.