Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Ekonomi dan Sosial dari Pembangunan Infrastruktur di Destinasi Pariwisata Kelas Dunia di Indonesia Hanifah, Winda; Al-Fath, Raja
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 4 (2024): Volume 8, No.4, November 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i4.33531

Abstract

Raja Ampat diakui secara global sebagai tujuan wisata bawah laut utama, yang menjadi rumah bagi 75% spesies terumbu karang dunia dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, memiliki potensi yang signifikan untuk wisata bahari dan darat. Namun, kawasan perkotaan Waisai masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini menganalisis dampak pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan pariwisata di Waisai, Raja Ampat. Pendekatan kuantitatif dengan model ekonometrika simultan digunakan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi implikasi ekonomi dan sosial dari investasi infrastruktur. Hasilnya menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur secara signifikan meningkatkan kinerja pariwisata. Dampakekonominya mencakup peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan konsumsi rumah tangga, dan kontribusi positif padapertumbuhan ekonomi daerah. Secara sosial, pembangunan infrastrukturmendukung pengurangan kemiskinan, peningkatan indeks pembangunanmanusia, dan penurunan pengangguran. Penelitian ini menekankanpentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untukmemastikan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, ramahlingkungan, dan inklusif bagi masyarakat lokal. Rekomendasi yang diberikan bertujuan membantu pembuat kebijakan dalam mengoptimalkaninvestasi infrastruktur guna mendukung pengembangan pariwisata serta pemerataan pembangunan. Hasil studi ini memperkuat urgensipembangunan infrastruktur di wilayah prioritas seperti Waisai, tidak hanyauntuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkankesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Sinergi Perencanaan Kawasan Integrated Green City dan Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan Desa Bareuh, Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar Hanifah, Winda; Hasan, Zainuddin; Al-Fath, Raja
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i2.44731

Abstract

Pembangunan perkotaan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara perencanaan tata ruang yang baik dan keterlibatan aktif masyarakat. Kota Jantho, sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Besar, memiliki peran strategis dalam struktur wilayah berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh Besar. Namun, perkembangan Kota Jantho masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penyediaan infrastruktur hijau dan integrasi kawasan peri-urban seperti Desa Barueh. Desa ini memiliki potensi besar sebagai kawasan penyangga dengan konsep Integrated Green City, tetapi masih mengalami keterbatasan dalam infrastruktur dan aksesibilitas. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan kawasan hijau di Kota Jantho, khususnya melalui perencanaan yang selaras dengan potensi lokal. Metode yang digunakan meliputi Focus group Discussion dengan pemangku kepentingan, serta perancangan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan ruang hijau dan infrastruktur ramah lingkungan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan terdapat enam pilar utama untuk perencanaan kawasan Desa Bareuh yaitu penyediaan ruang terbuka hijau, transportasi berkelanjutan, pengelolaan air dan limbah, bangunan hijau, energi terbarukan, serta partisipasi masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dapat meningkatkan kesadaran terhadap pembangunan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang baik antara pemangku kepentingan, Desa Barueh berpotensi berkembang menjadi kawasan hijau yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Participatory Rural Appraisal dalam Perencanaan Wisata Religi Gampong Lamguron, Aceh Besar Al-Fath, Raja; Agustina, Sylvia; Natasha, Nayla; Fatimah, Nisa; Ulkhaira, Nisa; Khairiansyah, Muhammad Hudri; Rifqi, Muhammad; Utami, Delizha Rama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3164

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal di Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, bertujuan menciptakan model pembangunan partisipatif dan berkelanjutan yang meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, melestarikan nilai budaya religi, serta memperkuat identitas desa sebagai destinasi unggulan. Metode Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan untuk memetakan kondisi sosial, potensi Masjid Indra Purwa, jalur pendakian Gunung Goh Leumo, dan infrastruktur pendukung melalui observasi dan wawancara. Proses dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan (building trust dan administrasi), pengumpulan data (observasi lapangan dan wawancara), perencanaan partisipatif (analisis potensi dan solusi program), serta perumusan strategi dan tindakan (rencana aksi berkelanjutan). Hasil menunjukkan rekomendasi peningkatan aksesibilitas, fasilitas pendukung, pelatihan pemandu lokal, dan promosi digital-cetak untuk Masjid Indra Purwa dan jalur pendakian Goh Leumo. Model ini diharapkan mendorong peningkatan kunjungan wisata, membuka peluang usaha lokal, dan memperkuat peran masyarakat sebagai subjek aktif dalam pembangunan desa.
From destruction to enhanced greening: Quantifying vegetation cover dynamics in Banda Aceh 20 years after the tsunami Al-Fath, Raja; Maghfira, Shiti; Muzaki, Ahmad Jihan; Gunawan, Arief
Journal of Infrastructure Planning and Engineering 104-112
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.4.2.2025.104-112

Abstract

The 2004 tsunami disaster caused severe ecological damage in Banda Aceh City, destroying a vast majority of its vegetation cover. This study aims to analyze the spatio-temporal dynamics of post-disaster vegetation recovery over two decades (2004-2024) to identify the stages of ecological succession. Using a remote sensing approach, Landsat satellite imagery from 2004 (pre-tsunami), 2005 (post-tsunami), 2014 (one decade later), and 2024 (two decades later) was analyzed using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). The NDVI classification results show a drastic change: the non-vegetated area surged from 67.58% in 2004 to 89.01% in 2005, while the dense vegetation class was entirely eliminated. However, a recovery process unfolded over the subsequent two decades. By 2024, the non-vegetated area had drastically shrunk to just 13.11%, while the combined area of moderate and dense vegetation surged to over 45% of the city's total area, surpassing the pre-tsunami condition. This study concludes that Banda Aceh has not only successfully restored its vegetation cover but has also undergone a significant ecosystem maturation phase. These findings provide a robust scientific basis for integrating NDVI analysis as a proactive monitoring instrument into the Banda Aceh City Spatial Plan (RTRW) to support sustainable and disaster-resilient urban development.