Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Fuse-teknik Elektro

Perancangan dan Realisasi Antena LPDA (Log Periodic Dipole Array) pada Frekuensi 180-450 MHz untuk CALLISTO Kusmiati, Mia; Hasyim, Ahmad; Nurichsan, Irman
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 1 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v4i1.2784

Abstract

Compound Astronomical Low frequency Low cost Instrument for Spectroscopy and Transportable Observatory (CALLISTO) merupakan spektrometer pintar berbasis frekuensi tinggi yang dikhususkan untuk astronomi radio matahari dan pengukuran Radio Frequency Interference (RFI). Pada penelitian ini dilakukan perancangan antena LPDA 9 elemen dengan range frekuensi 180-450 MHz untuk CALLISTO. Antena LPDA dipilih karena bisa beroperasi pada pita frekuensi yang lebar sehingga cocok untuk pemantauan aktivitas semburan radio matahari. Perancangan dilakukan dengan menghitung dimensi antena dan disimulasikan menggunakan software CST Studio Suite 2019. Modifikasi dimensi antena digunakan untuk mendapatkan hasil yang optimum untuk dilanjutkan ke tahap realisasi. Setelah direalisasikan dilakukan pengukuran dan pengujian dilapangan.. Hasil simulasi didapatkan nilai gain sebesar 8,454 dBi, VSWR sebesar 1,3159, serta return loss -17,305 dB. Sedangkan hasil pengukuran didapatkan nilai gain 8,134 dBi, VSWR sebesar 1,6667,dan return loss -12,011 dB. Pola radiasi hasil perancangan secara simulasi dan pengukuran menunjukkan pola radiasi unidirectional.
Mengembangkan Aplikasi Monitoring Paket Data Sebagai Alat Bantu Perawatan Sistem Persinyalan Kereta Api Mubarok, Riki Mohammad Taufik; Rukmana, Ade; Nurichsan, Irman
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 1 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v4i1.3457

Abstract

Kereta api adalah salah satu moda transportasi yang sangat penting dan populer, terutama di Indonesia, dengan jumlah pengguna yang terus meningkat. Dalam operasionalnya, kereta api mengandalkan jaringan komputer yang rumit untuk sistem persinyalan dan kontrol. Namun, seiring dengan perkembangan dan kompleksitas jaringan, kebutuhan akan pemantauan dan pemeliharaan yang efisien semakin meningkat. Terutama, memantau paket data yang mengalir dalam jaringan menjadi kunci dalam menjaga sistem persinyalan berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi monitoring paket data yang dapat digunakan dalam sistem persinyalan kereta api. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Python dan dirancang khusus untuk memantau paket data berbasis protokol UDP yang melintas pada jaringan LAN. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memonitor paket data yang dikirim dari sistem kontrol ke objek kontrol / lokasi tujuan, memastikan bahwa sistem persinyalan beroperasi dengan baik. Selain itu, aplikasi juga memfasilitasi pengguna dalam mengidentifikasi masalah dan perubahan status sinyal dengan menggambarkannya dalam bentuk nilai menyala (nilai bit 1) dan padam (nilai bit 0). Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu berkinerja baik dalam berbagai kondisi jaringan, termasuk jaringan normal, sibuk, dan jarak jauh. Meskipun aplikasi ini memiliki fitur-fitur yang berfungsi dengan baik, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa area perbaikan untuk meningkatkan kinerja dan fungsionalitas aplikasi. Pengembangan aplikasi monitoring paket data ini memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi pemantauan persinyalan kereta api dan dapat menjadi kontribusi berharga dalam pengembangan teknologi pemantauan di sektor transportasi. 
Rancang Bangun Alat Pengering Biji Kopi Otomatis Berbasis Arduino Sonia somantri, Reka; Fauzi Ikhsan, Akhmad; Nurichsan, Irman
Fuse-teknik Elektro Vol 5 No 1 (2025): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v5i1.42024

Abstract

Pengeringan biji kopi secara tradisional yang mengandalkan sinar matahari sering menghadapi kendala seperti waktu pengeringan yang tidak konsisten dan ketergantungan cuaca, yang berisiko menurunkan kualitas rasa serta memicu pertumbuhan jamur jika kadar air tidak optimal (target 10-13%). Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini merancang alat pengering biji kopi otomatis berbasis mikrokontroler Arduino. Sistem menggunakan Arduino Mega sebagai kontrol utama, dilengkapi sensor warna TCS3200 untuk mendeteksi kematangan biji kopi, serta sensor DHT22 untuk memantau suhu dan kelembapan, guna menjaga kondisi pengeringan yang stabil. Alat ini bertujuan untuk mengotomatisasi dan mengontrol proses pengeringan biji kopi (khususnya kopi arabika) secara presisi, sehingga meningkatkan efisiensi, kualitas, dan konsistensi produk akhir. Implementasi teknologi ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi petani, meningkatkan daya saing produk kopi di pasar.
Prototipe Robot Penancap Alat Ukur pH Tanah Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Otonom Nawawi, Muhammad; Ikhsan, Akhmad Fauzi; Nurichsan, Irman
Fuse-teknik Elektro Vol 5 No 2 (2025): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research designed a prototype of a pH measuring insertion robot based on a microcontroller with a wireless control system. The robot can automatically move to predefined locations using GPS and azimuth calculations from a digital compass sensor. The pH sensor is inserted into the ground using a servo motor at a specific depth. Tests were conducted at several locations to evaluate navigation accuracy and insertion success. The results showed that the robot could reach target coordinates with a deviation of less than 13.5 cm, but the pH sensor insertion failed 100%. The navigation system worked well with stable motor RPM, and the wireless control functioned properly. In conclusion, the robot succeeded in navigation but failed in the automatic sensor insertion process.