Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENGEMBANGKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD INPRES 2 NAMBARU WIDIASTARI, NI GUSTI AYU PUTU; PUSPITA, RYAN DWI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i4.3519

Abstract

This research aims to analyze the use of digital learning media in increasing student learning motivation in class IV of SD Inpres 2 Nambaru. The background to this research is the low level of student learning motivation caused by the limitations of varied and interactive learning media. It is believed that digital learning media can provide a more interesting and relevant learning experience for students, which in turn can increase their motivation in learning. This research uses a qualitative method with a case study approach, where data is collected through observation and documentation of grade IV students at SD Inpres 2 Nambaru. The research results show that the use of digital learning media, such as educational videos, interactive quizzes, and online learning platforms, is effective in increasing students' interest and activeness in the teaching and learning process. The use of digital media has been proven to be able to make the classroom atmosphere more interactive and help students understand the material better. In conclusion, digital learning media can be an effective solution in increasing student learning motivation, especially in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media pembelajaran digital dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas IV SD Inpres 2 Nambaru. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran yang variatif dan interaktif. Media pembelajaran digital diyakini dapat menyediakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan bagi siswa, yang pada akhirnya dapat meningkatkan motivasi mereka dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap siswa kelas IV di SD Inpres 2 Nambaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital, seperti video edukasi, kuis interaktif, dan platform pembelajaran daring, efektif dalam meningkatkan minat dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media digital terbukti mampu membuat suasana kelas lebih interaktif dan membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Kesimpulannya, media pembelajaran digital dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya di sekolah dasar.
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG ENERGI DI KELAS IV SD INPRES 2 NAMBARU MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BERBASIS EKSPERIMEN Widiastari, Ni Gusti Ayu Putu; Zulkarnaen, Zulkarnaen
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5406

Abstract

This study aims to improve students' motivation and understanding of energy concepts in IPAS learning by implementing the Project-Based Learning (PjBL) model with experimental activities. The activities were conducted in three sessions in Grade IV of SD Inpres 2 Nambaru. The method used was classroom action research, which included project planning, experimental implementation, poster production, and group presentations. The results showed that PjBL improved students’ active participation, curiosity, and conceptual understanding of energy. The learning was enriched with local materials such as charcoal and bamboo to explain alternative energy. Challenges such as limited tools and task division were resolved through tool modification and teacher support. In conclusion, the model is effective for primary IPAS learning and worth further development for other contextual themes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa terhadap konsep energi dalam mata pelajaran IPAS melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL) berbasis kegiatan eksperimen. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan di kelas IV SD Inpres 2 Nambaru. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang mencakup tahapan perencanaan proyek, pelaksanaan eksperimen, pembuatan produk berupa poster, dan presentasi hasil oleh kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL mampu meningkatkan keterlibatan aktif, rasa ingin tahu, dan pemahaman siswa terhadap materi energi. Pembelajaran diperkaya dengan pemanfaatan bahan-bahan lokal seperti arang dan bambu sebagai media untuk mengenalkan energi alternatif. Beberapa hambatan seperti keterbatasan alat eksperimen dan pembagian peran dalam kelompok diatasi melalui modifikasi alat dan pendampingan intensif dari guru. Berdasarkan hasil tersebut, model ini terbukti efektif diterapkan dalam pembelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk tema kontekstual lainnya.
ANALISIS PERBANDINGAN KURIKULUM INDONESIA DAN NEGARA MAJU DALAM KONTEKS KUALITAS PEMBELAJARAN Anggraini, Alif Tulusiyah; Afiyah, Anggi Nur; Milosopa, Erna; Widiastari, Ni Gusti Ayu Putu; Henlong, Theresia; Fitri, Salsabila Annisa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8900

Abstract

Basic education is a crucial foundation for the quality of student learning, but cross-national literature indicates that educational success is determined more by consistent implementation and a teacher support ecosystem than simply by the completeness of curriculum documents. This study aims to compare the characteristics, philosophies, and success factors of basic education curricula in Indonesia, Singapore, and Japan, with a focus on their impact on learning quality. Using the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA protocol, this study examined 20 selected journal articles from 2015–2025 that had passed due diligence and quality assessment. Thematic analysis grouped the findings into aspects of curriculum orientation, teacher development, character internalization, and technology integration. The synthesis revealed that Singapore implements curriculum efficiency by reducing content breadth for the sake of conceptual depth, supported by research-based teacher development. Japan maintains quality through the internalization of culturally ingrained moral values ??and the improvement of collaborative teaching through lesson study. Meanwhile, Indonesia has an adaptive curriculum policy design but faces the challenge of inconsistent implementation due to the high administrative burden on teachers and resource gaps. The main conclusion emphasizes that the effectiveness of the curriculum is highly dependent on a support system that is able to maintain the teacher's pedagogical space and regular evaluation of learning experiences at the classroom level, not just on changes to formal documents. ABSTRAK Pendidikan dasar merupakan fondasi krusial bagi mutu pembelajaran siswa, namun literatur lintas negara mengindikasikan bahwa keberhasilan pendidikan lebih ditentukan oleh konsistensi implementasi dan ekosistem pendukung guru daripada sekadar kelengkapan dokumen kurikulum semata. Penelitian ini bertujuan mengkomparasikan karakteristik, filosofi, serta faktor keberhasilan kurikulum pendidikan dasar di Indonesia, Singapura, dan Jepang, dengan fokus pada dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, kajian ini menelaah 20 artikel jurnal terpilih dari rentang tahun 2015–2025 yang telah lolos uji kelayakan dan penilaian kualitas. Analisis tematik mengelompokkan temuan ke dalam aspek orientasi kurikulum, pembinaan guru, internalisasi karakter, dan integrasi teknologi. Hasil sintesis mengungkapkan bahwa Singapura menerapkan efisiensi kurikulum dengan mereduksi keluasan konten demi kedalaman pemahaman konsep, didukung oleh pembinaan guru berbasis riset. Jepang memelihara mutu melalui internalisasi nilai moral yang membudaya serta perbaikan pengajaran kolaboratif melalui lesson study. Sementara itu, Indonesia memiliki desain kebijakan kurikulum yang adaptif namun menghadapi tantangan inkonsistensi implementasi akibat tingginya beban administratif guru dan kesenjangan sumber daya. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas kurikulum sangat bergantung pada sistem pendukung yang mampu menjaga ruang pedagogis guru serta evaluasi pengalaman belajar secara berkala di tingkat kelas, bukan hanya pada perubahan dokumen formal.