Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Jenis Pupuk Organik dan Dosis Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan Bibit Jeruk Nipis Dipolybag (Citrus aurantiifolia) Ashabal, M Habib; Midranisiah; Dewi, Katerine
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 1 No 1 (2023): Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan bibit jeruk nipis di polybag. Penelitian ini dilaksanakan di lahan seluas 12 m2 yang berada di desa Sunur Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir. Lokasi penelitian memiliki ketinggian tempat + 10 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan bulan September 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial (RAKF) dengan 12 kombinasi perlakuan dan tiga ulangan. Tiap unit percobaan terdiri dari tiga tanaman contoh, jadi jumlah seluruh tanaman yang diteliti sebanyak 108 tanaman. Faktor pertama adalah perlakuan jenis pupuk organik (U) yaitu : U0 = Tanah (Kontrol), U1 = Tanah + Pupuk kandang kotoran sapi (rasio 1 : 1), U2 = Tanah + Pupuk kandang kotoran kambing (rasio 1 : 1), U3 = Tanah + Pupuk Guano (rasio 1 : 1). Faktor kedua adalah perlakuan dosis pupuk anorganik (pupuk NPK Tablet) yaitu : N1 = 1 Tablet/bibit, N2 = 2 Tablet/bibit, N3 = 3 Tablet/bibit, perlakuan terdiri dari dua jenis pupuk yaitu: P1= Pupuk Organik (pupuk kandang kotoran sapi, pupuk kandang kotoran kambing, pupuk kandang kotoran Guano) dan P2= Pupuk NPK Tablet. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa interaksi perlakuan pupuk organik kotoran kambing dan dosis pupuk NPK 2 tablet per tanaman memberikan hasil tertinggi terhadap peubah pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah cabang, berat basah akar dan berat kering akar tanaman jeruk nipis. Pemberian pupuk organik yang berasal dari kotoran kambing memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit jeruk nipis di polybag. Pemberian pupuk anorganik sebanyak 2 tablet/bibit memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit jeruk nipis di polybag. Interaksi antara pupuk organik yang berasal dari kotoran kambing dan pupuk anorganik sebanyak 2 tablet/bibit memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit jeruk nipis di polybag.
PENGARUH PEMBERIAN KASCING DAN PUPUK ORGANIK CAIR AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) DI POLYBAG Hasalsyah, Wiwin; Midranisiah; Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman tomat dengan penambahan bahan organik dalam tanah yang dapat memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan, dengan menggunakan pupuk kascing dan pupuk organik cair air cucian beras dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah serta berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tomat. Untuk mengetahui pengaruh pemberian kascing dan pupuk organik cair (POC) air cucian beras terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di polybag. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua perlakukan. Perlakuan pertama adalah dosis kascing yang terdiri dari empat taraf dan perlakuan kedua kosentrasi pupuk organik cair air cucian beras terdiri atas tiga taraf sehingga didapat 12 kombinasi. Dimana setiap perlakukan diulang dalam 3 kali, masing- masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman contoh, sehingga diperoleh 144 tanaman. Pemberian dosis kascing sebanyak 200 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.Kosentrasi pupuk organik cair (POC) air cucian beras 100 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.Interaksi perlakuan dosis kascing 200 g/tanaman dan kosentrasi pupuk organik cair (POC) air cucian beras 100 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat
PENGARUH JARAK TANAMAN DAN DOSIS PUPUK FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Ramadhan, Muhammad; Midranisiah; Katerin Dewi Ed
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman yang berasal dari benua Asia, khususnya India. Faktor penyebab rendahnya produksi kacang hijau di lahan petani antara lain teknik usaha tani yang belum optimal. Pengaturan jarak tanam bertujuan untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal bagi tanaman sehingga tanaman dapat memanfaatkan lingkungan secara maksimal bagi pertumbuhannya. Upaya peningkatan budidaya kacang hijau antara lain dengan pengaturan dosis pupuk fosfor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk fosfor dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak terbagi (Split Plot Design) dengan 12 kombinasi dan 3 kali ulangan. Faktor petak utama yaitu jarak tanam terdiri dari T1 = 40 cm x 15 cm, T2 = 40 cm x 20 cm, T3 = 40 cm x 25 cm dan faktor petak yaitu dosis pupuk fosfor terdiri dari F0 = 0 g/tanaman, F1 = 6 g/tanaman F2 = 9 g/tanaman, F3 = 12 g/tanaman. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati dilakukan Uji BNJ. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 40 cm x 20 cm dan dosis pupuk fosfor 9 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau
PENGARUH PEMBERIAN KASCING DAN PUPUK ORGANIK CAIR AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) DI POLYBAG Hasalsyah, Wiwin; Midranisiah; Aryani, Ida; Akbar, Reza Aulia
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 1 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64528/agriwana.v3i1.61

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman tomat dengan penambahan bahan organik dalam tanah yang dapat memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan, dengan menggunakan pupuk kascing dan pupuk organik cair air cucian beras dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah serta berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tomat. Untuk mengetahui pengaruh pemberian kascing dan pupuk organik cair (POC) air cucian beras terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di polybag. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua perlakukan. Perlakuan pertama adalah dosis kascing yang terdiri dari empat taraf dan perlakuan kedua kosentrasi pupuk organik cair air cucian beras terdiri atas tiga taraf sehingga didapat 12 kombinasi. Dimana setiap perlakukan diulang dalam 3 kali, masing- masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman contoh, sehingga diperoleh 144 tanaman. Pemberian dosis kascing sebanyak 200 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.Kosentrasi pupuk organik cair (POC) air cucian beras 100 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.Interaksi perlakuan dosis kascing 200 g/tanaman dan kosentrasi pupuk organik cair (POC) air cucian beras 100 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) DI POLYBAG Fitriyadi; Midranisiah; Aryanti, Ida; Akbar, Reza Aulia
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.75

Abstract

Tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) mengandung banyak vitamin dan gizi yang tinggi serta bermanfaat bagi kesehatan, akan tetapi roduktivitas terung mengalami penurunan sehingga perlu upaya penerapan teknologi budidaya yang maksimal untuk bisa meningkatkan nilai produktivitas tersebut, salah satunya yaitu dengan penerapan teknologi pemupukan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran sapi dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu di polybag. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua terdiri dari 3 taraf perlakuan sehingga didapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Setiap unit terdiri dari 3 sampel percobaan, sehingga secara keseluruhan terdapat 108 unit tanaman sampel. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran sapi dengan dosis 600 g/polybag memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu. Pemberian POC dengan konsentrasi 20 ml/l memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu. Kombinasi perlakuan pupuk kandang kotoran sapi dengan dosis 600 g/polybag dan POC dengan konsentrasi 20 ml/l memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu.
PENGARUH JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN OYONG (Luffa acutangula L.) DI POLYBAG Sukarman; Karneta, Railia; Midranisiah
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.80

Abstract

Oyong (Luffa acutangula L.) merupakan tanaman sayuran yang memiliki nilai gizi dan potensi ekonomi. Peningkatan produktivitasnya dapat dicapai melalui teknik budidaya yang tepat, termasuk penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) dan pemupukan berimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis ZPT dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong di polybag. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Juni 2025 di Desa Terate, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis ZPT (P1 = 3 ml/l ZPT formulasi, P2 = 2 ml/l Natrium para-nitrofenol, dan P3 = 0,5 ml/l Giberelin) serta dosis pupuk NPK (N1 = 10 g/polybag, N2 = 15 g/polybag, dan N3 = 20 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZPT Natrium para-nitrofenol memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong. Pemberian pupuk NPK dosis 20 g/polybag memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong. Kombinasi ZPT Natrium para-nitrofenol dan pupuk NPK dengan dosis 20 g/tanaman memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong.