Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN WARNA CANGKANG DAN BOBOT BENIH DENGAN PERTUMBUHAN DAN VIABILITAS KELAPA SAWIT (Elaies guineensis Jacq) DI PRE NURSERY Aryani, Ida; Asmawati, Asmawati; Assad, Hafis El
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 1 (2018): klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v13i1.1093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna cangkang dan bobot benih terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan bibit di Pre Nursery. Penelitian ini telah dilaksanakan bulan Agustus 2014 sampai dengan Maret 2015 di PT. Bina Sawit Makmur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor I Warna Cangkang Benih (W) yaitu  W1 = 100 % Warna cangkang  Putih, W2 = 50 %  Warna cangkang Hitam + 50 % Warna cangkang Putih, W3 = 100 % Warna cangkang Hitam. Faktor II  Bobot Benih (B), yaitu: B1 =  1,0 – 1.5 g, B2 =  2,0 – 2.5 g, B3 =  3,0 – 3.5 g dan B4 =  4,0 – 4.5 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi warna cangkang dan bobot benih tidak berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah (DB), potensi tumbuh maksimum (PTM), intensitas dormansi(ID), serangan jamur (SJ), diameter batang (P1, P2, P3), tinggi tanaman (TT P1, TT  P2, TT P3), jumlah daun ( JD P1, JD P2, JD P3), persentase hidup bibit
UJI PUPUK KASCING PADA TANAMAN TERUNG UNGU DI LAHAN KERING Rosmiah; Marlina, Neni; Aryani, Ida; Hawayanti, Erni; Sari Apriani, Siti; Abd. Nasser, Gamal
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v10i1.3073

Abstract

Lahan kering merupakan lahan yang sangat berpotensi untuk pengembangan tanaman sayuran terutama terung ungu, walaupun lahan kering memiliki kendala seperti ketersediaan unsur hara yang rendah dan berkurangnya kesuburan tanah. Perbaikan lahan kering ini dapat ditingkatkan produktivitasnya dengan pemberian pupuk kascing. Pupuk kascing dapat memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur dan menyediakan unsur hara makro dan mikro serta meningkatkan aktivitas mikroba di dalam tanah yang akhirnya meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang yang terletak di jalan Sofian Kenawas, Gandus, Kec. Gandus, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Maret sampai Juni 2022. Tata letak di lapangan menggunakan rancangan RAK non Faktorial dengan 4 perlakuan yang diulang 6 kali. Faktor perlakuannya adalah pupuk Kascing (C): 0 ton/ha (C0), 7,5 ton/ha (C1), 15 ton/ha (C2) dan 22,5 ton/ha (C3). Produksi tertinggi dicapai pada penggunaan pupuk kascing 15 ton/ha yaitu seberat 11,10 ton/ha dan mampu meningkatkan 48,00 % bila dibandingkan dengan tanpa penggunaan pupuk kascing.
PENGARUH PEMBERIAN KASCING DAN PUPUK ORGANIK CAIR AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) DI POLYBAG Hasalsyah, Wiwin; Midranisiah; Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman tomat dengan penambahan bahan organik dalam tanah yang dapat memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan, dengan menggunakan pupuk kascing dan pupuk organik cair air cucian beras dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah serta berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tomat. Untuk mengetahui pengaruh pemberian kascing dan pupuk organik cair (POC) air cucian beras terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di polybag. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua perlakukan. Perlakuan pertama adalah dosis kascing yang terdiri dari empat taraf dan perlakuan kedua kosentrasi pupuk organik cair air cucian beras terdiri atas tiga taraf sehingga didapat 12 kombinasi. Dimana setiap perlakukan diulang dalam 3 kali, masing- masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman contoh, sehingga diperoleh 144 tanaman. Pemberian dosis kascing sebanyak 200 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.Kosentrasi pupuk organik cair (POC) air cucian beras 100 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.Interaksi perlakuan dosis kascing 200 g/tanaman dan kosentrasi pupuk organik cair (POC) air cucian beras 100 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat
PENGARUH UMUR PINDAH BIBIT DAN DOSIS PUPUK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSITANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) DI POLYBAG Ramadania, Vebli; Meihana; Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 1 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64528/agriwana.v3i1.55

Abstract

Produksi selada yang masih rendah perlu untuk ditingkatkan. Peningkatan produksi dilakukan melalui perbaikan dalam teknik budidaya tanaman selada. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya selada adalah masalah pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pindah bibit dan dosis pupuk kascing terhadap pertumbuhan tanaman selada. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang di susun secara faktorial dengan menggunkan 2 faktor perlakuan, yaitu perlakuan pertama umur pindah bibit yang terdiri dari 3 taraf dan perlakuan kedua dosis pupuk kascing terdiri dari 4 taraf perlakuan, sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan Umur pindah bibit 7 hss memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman selada di polybag.Pemberian dosis pupuk kascing 45 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman selada di polybag.Interaksi antara umur pindah bibit 7 hss dan dosis pupuk kascing 45 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman selada di polybag. Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman selada yang maksimal dianjurkan sebaiknya menggunakan umur pindah bibit 7 hss dan pemberian dosis pupuk kascing 45 g/tanaman
PENGARUH MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KONSENTRASI NATRIUM PARA-NITROFENOLA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BUDCHIP TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L.) (ZINGIBER OFFICINALE L.) DI POLYBAG Satrio, Febrian; Delita, Krisna; Dewi , Karterine; Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 1 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64528/agriwana.v3i1.56

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman perkebunan famili rumput- rumputan Graminae yang termasuk dalam tanaman asli tropika basah, masih dapat tumbuh baik, dan berkembang di daerah sub tropika serta ada yang mengatakan bahwa tanaman ini berasal dari Papua New Guinea. Produksi tebu tergolong rendah, sehingga perlu penyediaan bibit yang berkualitas, melalu penggunaan ZPT dan Mikoriza.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikoriza arbuskular dan konsentrasi natrium para-nitrofenola terhadap pertumbuhan bibit budchip tebu. Hasil penelitian menunjukan. Pemberian mikoriza arbuskular 10 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit budchip tebu.Pemberian konsentrasi natrium para-nitrofenola 10 ml/l air memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit budchip tebu. Interaksi antara perlakuan mikoriza arbuskular 10 g/tanaman dan konsentrasi natrium para-nitrofenola 10 ml/l air memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bibit budchip tebu
PENGARUH PEMBERIAN KASCING DAN PUPUK ORGANIK CAIR AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) DI POLYBAG Hasalsyah, Wiwin; Midranisiah; Aryani, Ida; Akbar, Reza Aulia
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 1 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64528/agriwana.v3i1.61

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman tomat dengan penambahan bahan organik dalam tanah yang dapat memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan, dengan menggunakan pupuk kascing dan pupuk organik cair air cucian beras dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah serta berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tomat. Untuk mengetahui pengaruh pemberian kascing dan pupuk organik cair (POC) air cucian beras terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di polybag. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua perlakukan. Perlakuan pertama adalah dosis kascing yang terdiri dari empat taraf dan perlakuan kedua kosentrasi pupuk organik cair air cucian beras terdiri atas tiga taraf sehingga didapat 12 kombinasi. Dimana setiap perlakukan diulang dalam 3 kali, masing- masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman contoh, sehingga diperoleh 144 tanaman. Pemberian dosis kascing sebanyak 200 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.Kosentrasi pupuk organik cair (POC) air cucian beras 100 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.Interaksi perlakuan dosis kascing 200 g/tanaman dan kosentrasi pupuk organik cair (POC) air cucian beras 100 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP JENIS MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK DI POLYBAG Laradita, Meva; Karneta, Railia; Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.76

Abstract

Tanaman mentimun merupakan salah satu sayuran yang digemari karena kandungan gizi dan manfaat kesehatannya. Peningkatan produktivitas mentimun dapat dicapai melalui praktik budidaya yang tepat seperti pemilihan media tanam dan dosis pupuk yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun di polybag. Penelitian dilaksanakan pada April–Juli 2025 di Desa Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor perlakuan, yaitu media tanam M1= tanah dan sekam mentah, M2= tanah dan sekam bakar dan M3= tanah dan serbuk gergaji. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK K1= 3 g/polybag, K2= 6 g/polybag dan K3= 9 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam tanah dan sekam bakar memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Pemberian pupuk NPK 6 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik, sedangkan kombinasi perlakuan media tanam tanah dan sekam bakar dengan pupuk NPK 6 g/polybag memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun di polybag.
PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI POLYBAG Muhadi; Karneta, Railia; Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.78

Abstract

Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi penting di Indonesia, namun produktivitasnya menurun terutama di dataran rendah akibat keterbatasan kesuburan tanah dan faktor lingkungan. Upaya peningkatan produksi tomat dapat dilakukan melalui pemupukan berimbang antara pupuk anorganik dan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat di polybag. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua terdiri dari 4 taraf perlakuan sehingga didapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan dan pada setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman yang diteliti yaitu sebanyak 144 tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa dosis pupuk NPK 12,5 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat, konsentrasi pupuk organik cair sebanyak 3 ml/liter air memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Interaksi antara dosis pupuk NPK dengan dosis 12,5 g/tanaman dan konsentrasi pupuk organik cair 3 ml/liter air memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA HIJAU (Lactuca sativa L.) Dikkiansyah, Muhammad; Meihana; Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.79

Abstract

Tanaman selada hijau (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditas sayuran bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Namun, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kesuburan tanah dan lingkungan. Salah satu alternatif yang ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk organik cair yang mengandung unsur hara dan zat perangsang tumbuh yang mudah diserap tanaman dengan frekuensi pemberian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hijau (Lactuca sativa L.). Penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC (2, 4, dan 6 ml/l) dan faktor kedua adalah frekuensi aplikasi (3, 5, dan 7 hari sekali), sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 4 tanaman contoh, sehingga jumlah tanaman yang diteliti adalah 108 tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 4 ml/l memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hijau, pemberian pupuk organik cair dengam frekuensi 3 hari sekali memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hijau. Kombinasi perlakuan pupuk organik cair dengan konsentrasi 4 ml/l dan frekuensi 3 hari sekali memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hijau.
Impact of Foliar Fertilizer Application on Three Genotypes Corn (Zea mays) Nutrient Efficient in Tidal Lands Andesta; Aryani, Ida; Midranisiah; Marlina, Neni
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 January 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v8i1.5175

Abstract

Corn is a strategic food commodity with increasing demand, necessitating enhanced production through optimized fertilization, especially in marginal lands such as tidal areas. This study aims to evaluate the effect of foliar fertilizer application on three corn genotypes and its impact on nitrogen fertilizer use efficiency in tidal lands. A split-plot design with three factors was employed: the first factor was corn genotype; the second factor was urea fertilizer dose (0 kg, 255 kg, and 310 kg per hectare); and the third factor was foliar fertilizer treatment, which included no spraying (control), spraying on the 30th day, the 45th day, both the 30th and 45th days, the 60th day, the 75th day, and both the 60th and 75th days. Each treatment was replicated three times. The results indicated that applying 300 kg of urea fertilizer per hectare, combined with foliar fertilizer, positively influenced the growth of the G3 corn genotype and resulted in a high yield in tidal lands. This treatment produced 7.44 tons of corn per hectare, a significant increase compared to other treatments, making it an efficient strategy for enhancing corn productivity in tidal areas. It is recommended that farmers in tidal regions use a combination of 300 kg urea per hectare and foliar fertilizer applications to optimize corn yields.