Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Pada Siswa Kelas IV SDN 2 Kayangan” Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas lV, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode individual dan menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan jelas penelitian studi kasus,dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas lV, kepala sekolah, serta beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca.Data di analisis menggunakan teknik analisis data terdiri dari tiga tahapan yaitu redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi dalam mengatasi kesulitan membaca, di antaranya: memberikan waktu membaca 10-15 menit sebelum pembelajaran dimulai, menggunakan media pembelajaran seperti gambar dan buku cerita sederhana melakukan pendekatan individual kepada siswa yang mengalami kesulitan, serta melibatkan kerja sama dengan orang tua dalam proses pembinaan membaca di rumah. Strategi-strategi tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa,Adapun faktor pendukung guru dalam mengatasi kesulitan membaca meliputi: semangat guru dalam mengajar, ketersediaan media pembelajaran, dukungan kepala sekolah, serta kerja sama orang tua. Sedangkan faktor penghambat meliputi: kurangnya minat baca siswa, latar belakang keluarga yang kurang mendukung, dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan perhatian individual kepada siswa yang mengalami kesulitan membaca Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi yang diterapkan guru cukup efektif dalam membantu mengurangi kesulitan membaca pada siswa, namun keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak, baik guru, orang tua, maupun lingkungan sekolah. Dengan penerapan strategi yang tepat dan dukungan yang menyeluruh, kesulitan membaca pada siswa dapat diminimalisir secara bertahap.