Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan dan Pemanfaatan Obat Tradisional dalam Aplikasi Herbal Instan dan Tanaman Obat Keluarga di Desa Wonua Jaya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan Isrul, Muhammad; Andriani, Rina; Said, Asbath; Ningtias, Dwi Wulandari; Ali, Leniarti; Achmad, Bromo Kusuma; Rahmadani, Ulfa Novianti; Puriandani, Ketut Ayu; Syifa, Fadhil Nur; Mustikawati, Wd Ifan; Farisyah, Astrid Riski; Andiska, Lucky; Septiarini, Nur Afnisa; Septiana, Elma
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i2.513

Abstract

Obat tradisional adalah ramuan yang terdiri atas bahan-bahan dari tumbuhan, hewan, mineral, atau sari yang diracik untuk dikonsumsi serta dipercaya secara turun-temurun oleh masyarakat mampu mengobati penyakit. Obat tradisional juga disebut obat herbal karena bahan-bahannya berasal dari alam. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat Desa Wonua Jaya tentang pemanfaatan tanaman TOGA sebagai obat tradisional, termasuk manfaat dan khasiatnya. Metode yang digunakan meliputi pendampingan pembuatan TOGA berupa pemilihan tanaman obat, penyiapan lahan, dan budidaya tanaman, sosialisasi kegiatan kepada masyarakat, penyuluhan tentang obat tradisional, serta praktik pembuatan minuman kesehatan berbahan kunyit dan asam untuk meningkatkan imunitas tubuh. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan prates dan pascates untuk mengukur pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengertian, keuntungan, dan kerugian obat tradisional, jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan, serta cara pengolahannya. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat tanaman TOGA sebagai solusi kesehatan yang berkelanjutan.
GERAKAN EDUKASI DAGUSIBU UNTUK SELAMATKAN GENERASI MUDA DARI RESISTENSI ANTIBIOTIK MASYARAKAT  DI KELURAHAN PUDAY KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI SULAWESI TENGARA Fristiohady, Adryan; Solo, Dian Munasari; Hikmah, Nurul; Azwar, Andri; Asrina, Eki; Syifa, Fadhil Nur; Ariyanto, Irland; Irsan, Irsan; Akbar, Jalaludin Muhammad; Farhan, Muh. Adit; Wati, Sri Asma
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i12.2147

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional di masyarakat. Kurangnya pengetahuan mengenai indikasi, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik menjadi salah satu faktor utama terjadinya resistensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang tepat melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar). Kegiatan dilaksanakan secara luring pada 20 November 2025 di Kelurahan Puday, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, bekerja sama dengan Puskesmas Abeli dan mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Halu Oleo. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, pembagian leaflet edukatif, sesi tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 39 orang masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian edukasi, khususnya terkait pemahaman indikasi penggunaan antibiotik, kewajiban menghabiskan antibiotik, serta bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep dokter. Kegiatan ini juga didukung dengan pemeriksaan kesehatan gratis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi DAGUSIBU efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang rasional, sehingga berpotensi menurunkan risiko terjadinya resistensi antibiotik di masyarakat.