Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Genius Loci of Glagah Beach: An Examination of Tourism Space and Place Following the Establishment of Yogyakarta International Airport Iban, Carlos; Nugroho, Vincentius Tangguh Atyanto; Adi, Ari Mukti Wardoyo; Hermawan, Yusuf
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.111067

Abstract

The construction of Yogyakarta International Airport (YIA) has triggered rapid, large-scale development in Kulon Progo, Yogyakarta, posing significant risks to the local identity of the adjacent Glagah Beach Tourism Area. This study evaluates the area's genius loci, or spirit of place, to support sustainable, place-based planning. A qualitative approach, including systematic observation and in-depth interviews, was employed. The Genius Loci Model was used to identify the elements that define Glagah's character. Findings reveal that Glagah's genius loci is fragmented, with the lagoon exhibiting a tranquil, positive identity and the coastline reflecting neglect and a negative image. The research also highlights spatial layering, as a contemporary commercial landscape interacts with a historical, sacred space linked to Pakualaman heritage. Glagah's unique physical features, especially its lagoon and breakwater, distinguish it from other regional beaches. The results indicate that a generic, top-down tourism strategy is insufficient. Instead, the complexity of Glagah's identity requires a dual management strategy: one to preserve and enhance the lagoon's positive attributes and sacred heritage, and another to address coastline degradation. This study provides a place-based framework for managing development pressures and protecting a distinctive cultural landscape.
Penguatan Citra Positif Pantai Parangtritis Melalui Video Promosi Selancar Rekreasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Yusuf Hermawan; Aulia Firmansyah; Emmita Devi Hari Putri; Syamaidcar Tsaqif Algawi; Nur Rokhim
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.2217

Abstract

Pantai Parangtritis di Yogyakarta memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari secara spesifik untuk aktivitas selancar. Namun, pengembangan pariwisata terhambat oleh stigma negatif seperti anggapan bahwa Pantai Parangtritis berbahaya dan kurang ramah wisatawan. Stigma tersebut berdampak pada rendahnya minat wisatawan dan berisiko menambah kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat sekitar. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, peneliti melakukan upaya edukatif dan partisipatif dengan menghasilkan video promosi selancar rekreasi. Tujuannya adalah mengubah citra negatif Pantai Parangtritis menjadi destinasi yang aman, menarik, dan inklusif. Fokus narasi dalam video mencakup tiga aspek utama antara lain pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan generasi muda dalam industri selancar, peningkatan pendidikan lewat program KKO dan pelatihan selancar, serta penguatan pariwisata bahari yang inklusif. Video ini menjadi alat promosi dan pembelajaran yang memperkuat keterlibatan masyarakat lokal, mendukung ekonomi kreatif, dan memperbaiki citra destinasi. Tujuan akhir dari program ini adalah membentuk narasi baru tentang Parangtritis sebagai tempat wisata yang aman, seru, dan terbuka bagi seluruh kalangan wisatawan.
TRANSFORMASI SOSIAL DAN SPASIAL KAMUNG WISATA DI YOGYAKARTA: : Memahami Produksi Ruang dalam Pariwisata melalui Teori Lefebvre Yusuf Hermawan; Danny Rizky Ramadhan; Wisnu Pramudya; Dyah Kemala Firdausi
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.03

Abstract

Penelitian ini membahas dilema pengembangan kampung wisata yang muncul akibat ketegangan antara kebutuhan ruang untuk wisatawan dan keterbatasan ruang hidup warga lokal. Dalam konteks perkotaan yang padat, kampung wisata mengalami transformasi spasial dari ruang hunian menjadi ruang wisata yang sarat kepentingan ekonomi, estetika, dan sosial. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan paradigma kritis, menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen di kampung wisata perkotaan. Analisis dilakukan dengan kerangka teori produksi ruang Lefebvre (1991) yang meliputi tiga dimensi: spatial practice, representations of space, dan representational space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level praktik, warga beradaptasi secara improvisatif terhadap tekanan pariwisata dengan mengubah ruang domestik menjadi ruang ekonomi. Pada level representasi, kebijakan dan estetika ruang yang dikendalikan oleh pemerintah serta pelaku wisata menimbulkan hegemoni terhadap citra ruang lokal. Sementara itu, pada level makna, terjadi pergeseran identitas dari ruang komunal menjadi ruang konsumsi wisata.
Sacred Shores, Shadowed Lives: Unpacking the Politics of Tourism in Parangkusumo, Yogyakarta Carlos Iban; Yusuf Hermawan
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/84fsz648

Abstract

Tourism in the Parangkusumo Beach area of Yogyakarta presents positive opportunities and negative social challenges. This study reviews how the growth of tourism, alongside local cultural practices, has coincided with the emergence of prostitution in the area, creating a complex dilemma for the community and policymakers. Using a qualitative descriptive approach, the research draws on literature, observation, and documentation to examine the interplay between tourism development, local regulations enforcement, and various actors' political interests. The findings indicate that while prostitution provides economic benefits for marginalized local people, it also conflicts with legal norms and is influenced by political dynamics and law enforcement practices. This paper discusses the implications of these findings for regional policy and community welfare. Pengembangan pariwisata di kawasan Pantai Parangkusumo, Yogyakarta, tidak hanya menawarkan peluang positif, tetapi juga memunculkan tantangan sosial yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana pertumbuhan sektor pariwisata yang berdampingan dengan praktik budaya lokal turut berkontribusi pada munculnya praktik prostitusi di wilayah tersebut, sehingga menimbulkan dilema kompleks bagi masyarakat dan pembuat kebijakan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengandalkan studi literatur, observasi, dan dokumentasi untuk mengungkap dinamika antara pembangunan pariwisata, penegakan peraturan daerah, serta kepentingan politik berbagai aktor terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun praktik prostitusi memberikan keuntungan ekonomi bagi kelompok masyarakat lokal yang terpinggirkan, keberadaannya bertentangan dengan norma hukum dan dipengaruhi oleh dinamika politik serta efektivitas penegakan hukum. Temuan ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi perumusan kebijakan daerah yang lebih responsif dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.