Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Strategi Pengembangan Kompetensi Pegawai Pada Badan Kepegawaian Dan Pegembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Nias Utara Agus Ratna Mawarni Harefa; Syah Abadi Mendrofa; Yamolala Zega; Sukaaro Waruwu
Visi Sosial Humaniora Vol. 5 No. 2 (2024): Visi Sosial Humaniora: Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/vsh.v5i2.2620

Abstract

Developing employee competency is crucial in improving the quality of public services. In the era of globalization and increasingly fierce competition, local governments are required to have superior human resources and be able to adapt quickly to change. Therefore, employee competency development strategies are very important to ensure the achievement of organizational goals in providing excellent service to the community. The variables in this research consist of 1 (one) single variable, namely: A single variable is a variable that only has one dimension or category. This variable only has one value or attribute for each unit of analysis. According to Sugiyono (2017: 39), research variables are "all attributes, traits, values of people who have certain variations determined by researchers to be studied and then drawn conclusions". The following is an analysis of research results obtained from observations and in-depth interviews regarding employee competency development at the Personnel and Development Agency. North Nias Regency Human Resources. This research was carried out carefully, paying attention to the location and time that had been optimally arranged. Apart from that, researchers also met directly with informants to obtain more accurate data. The results of this research were obtained through data collection techniques in the form of interviews and observations. This technique was chosen to obtain natural data. The interview structure designed by the researcher is not standard, so that if the answers given by the informant are not clear, the researcher will ask additional questions to deepen and clarify the information provided by the informant. This research aims to analyze employee competency development strategies at the North Nias Regency Personnel and Human Resources Development Agency (BKPSDM). The research results show that: BKPSDM has implemented various competency development strategies, such as training, formal education, and job rotation. However, there are still several obstacles that need to be overcome, such as budget limitations, lack of employee interest, and a less than optimal evaluation system. Therefore, it is necessary to improve and refine existing competency development strategies, as well as develop new strategies that are more effective and efficient. The factors that influence the successful implementation of the employee competency development strategy at BKPSDM North Nias Regency have been implemented well, so that employees experience an increase in their ability to carry out their duties.
Perencanaan Karyawan Berbasis Kearifan Lokal di Museum Pusaka Nias Vandi Falentino Telaumbanua; Ayler Beniah Ndraha; Sukaaro Waruwu; Meiman Hidayat Waruwu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan karyawan pada Museum Pusaka Nias dengan menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya manusia di lembaga kebudayaan. Museum sebagai institusi pelestarian budaya memerlukan tenaga kerja dengan kompetensi khusus, baik dalam bidang konservasi artefak maupun edukasi publik. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Pusaka Nias masih menghadapi kendala mendasar, terutama keterbatasan sumber daya finansial, keterisolasian geografis, serta minimnya program pengembangan kompetensi bagi karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat dedikasi tinggi dari sebagian karyawan, rendahnya insentif dan terbatasnya akses pelatihan menghambat peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, strategi perencanaan karyawan berbasis kearifan lokal, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta pemberdayaan insentif non-finansial menjadi alternatif solusi untuk memperkuat pengelolaan sumber daya manusia. Dengan perencanaan yang adaptif dan partisipatif, Museum Pusaka Nias berpotensi meningkatkan efektivitas pelestarian budaya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Urgensi Penguatan SLB di Indonesia (Studi Kasus pada Peningkatan Kompetensi SDM melalui Pelatihan di SLB Swasta Sasmi Gunungsitoli) Edita Erni Kristiani Gea; Ayler Beniah Ndraha; Heseziduhu Lase; Sukaaro Waruwu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi regulasi pendidikan serta tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) Swasta Sasmi Gunungsitoli. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan di SLB Sasmi masih jauh dari standar regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dari aspek kompetensi guru, sebagian besar pendidik tidak memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB), sehingga pemahaman dan keterampilan dalam menangani anak berkebutuhan khusus masih terbatas. Dari aspek pembagian kelas, siswa dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan, bukan berdasarkan kebutuhan individual, sehingga layanan pembelajaran belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip pendidikan inklusif. Selain itu, keterbatasan sarana prasarana, seperti ruang terapi dan media pembelajaran khusus, turut menjadi hambatan signifikan dalam menunjang proses belajar. Meskipun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa program terapi yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap perkembangan keterampilan komunikasi, sosial, dan kemandirian siswa. Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan di SLB Sasmi membutuhkan penguatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana yang memadai, serta penerapan model pembelajaran berbasis kebutuhan individual.
Peran Kepemimpinan Kepala Puskesmas Pembantu dalam Meningkatkan Program Pencegahan Prevalensi Stunting di Desa Mazingo Tabaloho Vorti Karuniat Harefa; Ayler Beniah Ndraha; Sukaaro Waruwu; Meiman Hidayat Waruwu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1587

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) dalam pencegahan stunting di Desa Mazingo Tabaloho. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan Kepala Pustu, bidan desa, kader posyandu, dan tokoh masyarakat, serta observasi langsung terhadap pelaksanaan program kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Pustu berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program pencegahan stunting. Kepemimpinan yang ditunjukkan cenderung transformasional, ditandai dengan keterlibatan langsung dalam penyuluhan gizi, pemantauan tumbuh kembang balita, dan pelatihan kader. Namun, implementasi program masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan tenaga kesehatan, sarana prasarana, logistik, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Kepala Pustu menerapkan strategi adaptif seperti pendekatan personal pada keluarga berisiko, penguatan kapasitas kader, dan kemitraan lintas sektor. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan yang partisipatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap kondisi lokal.