Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Pencegahan Penyakit Scabies Melalui PHBS Dalam Peningkatan Sanitasi Pada Pondok Pesantren Manbaul Ulum Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Fetriyah, Umi Hanik; Gaghauna, Eirine EM; Tasalim, Rian; widiantari, Ni ketut; Ramadani, Dilla Futri; Ramadani, Hamsudin; Fahmi, Muhammad; Rahmawati, Rahmawati
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.434

Abstract

Pendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat melalui edukasi mengenai praktik hidup sehat. Riset Kesehatan Dasar 2007 menetapkan sembilan indikator PHBS, termasuk tindakan preventif seperti persalinan oleh tenaga kesehatan dan penggunaan jamban sehat. Namun, tantangan kesehatan seperti skabies, penyakit kulit menular yang disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei, masih sering ditemui, terutama di komunitas dengan sanitasi buruk, termasuk pesantren. Di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, prevalensi skabies cukup tinggi, terutama di kalangan santri baru. Pengetahuan dan perilaku kesehatan santri menjadi faktor penting dalam pencegahan skabies. Oleh karena itu, intervensi edukasi dan promosi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik higiene guna menurunkan angka kejadian skabies. Tujuan: PkM ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan PHBS serta pengetahuan santri mengenai skabies di Pondok Pesantren Manbaul Ulum. Fokus utama adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi skabies dan merancang intervensi promosi kesehatan yang efektif. Metode: PkM ini menggunakan metode edukasi promosi kesehatan melalui pelatihan, diskusi kelompok, dan distribusi materi cetak. Evaluasi dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan perilaku santri. Hasil:  Hasil pre-test menunjukkan peningkatan pengetahuan santri dari rata-rata 93% menjadi 98%, mencerminkan pemahaman yang kuat mengenai pencegahan skabies. Simpulan: Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan efektivitas program edukasi dalam meningkatkan kesadaran santri tentang pentingnya PHBS.
Korelasi lingkar kepala dengan perkembangan balita stunting di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin Ramadani, Hamsudin; Nito, Paul Joae Brett; Latifah, Latifah
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1422

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dan prevalensi stunting di Puskesmas Alalak Selatan menduduki peringkat pertama di Kota Banjarmasin (243 kasus atau 9,3%). Kondisi stunting pada anak memiliki dampak berupa lingkar kepala kecil sehingga pertumbuhan otak tidak optimal, hal ini diduga berhubungan dengan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan lingkar kepala dengan perkembangan pada balita stunting di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin. Metode penelitian kuantitatif ini dengan rancangan analitik korelatif cross-sectional pada 69 balita stunting berusia 24-60 bulan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa metlin, KPSP dan lembar observasi. Data dianalisis dengan uji korelasi Kolmogorov-Smirnov Z. Hasil didapatkan mayoritas responden memiliki karakteristik umur ibu tidak berisiko sebanyak 50 sampel (72,5%), berusia prasekolah sebanyak 38 sampel (55,1%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 38 sampel (55,1%), memiliki lingkar kepala tidak normal sebanyak 47 sampel (68,1%) dan memiliki perkembangan yang sesuai sebanyak 39 sampel (56,5%), p value 0,001 sehingga Ha diterima. Penelitian disimpulkan ada hubungan lingkar kepala dengan perkembangan pada balita stunting di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin. Ibu disarankan untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi/gizi balita.