Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN MENGONSUMSI KOPI TERHADAP KEJADIAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH ANGKATAN 2020 Supardi, Muhammad Miftah; Anggraini, Debie; Hamda, Rialta
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i3.1498

Abstract

Latar belakang : Dalam kehidupan mahasiswa, banyak yang berpendapat bahwa mengopi merupakan kegiatan yang digemari, Faktor yang dapat menyebabkan kejadian GERD yaitu mengkonsumsi kopi yang berlebihan. Mahasiswa kedokteran cenderung lebih memungkinkan mengkonsumsi minuman yang bekafein. Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan mengkonsumsi kopi terhadap kejadian gastroesophageal reflux disease (GERD) pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas baiturrahmah angkatan 2020. Metode : Ruang lingkup penelitian ini adalah bidang penyakit dalam. Pelaksanaan penelitian di fakultas kedokteran universitas baiturrahmah dengan pengambilan data primer periode juli 2023 – desember 2023. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi terjangkau pada penelitian adalah mahasiswi program studi kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2020 sebanyak 60 sampel dengan teknik random sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square, pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 25.0. Hasil : Kejadian GERD sebanyak 28 orang (46,7%), Konsumsi kopi terbanyak adalah sedang yaitu 26 orang (43,3%) dan Ada hubungan antara konsumsi kopi terhadap kejadian GERD pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang Angkatan 2020 (p=0,018). Kesimpulan : Terbukti ada hubungan antara konsumsi kopi terhadap kejadian GERD pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang Angkatan 2020.
DIFFERENCES IN PARENTING PATTERNS BETWEEN GENERATIONS X, Y, Z AND ALFA Maribeth, Annisa Lidra; Hamda, Rialta; Widia Sari; Maidarmi Handayani; Ghaniyyatul Khudri; Ramadhani VN; Salsabila R
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1555

Abstract

Parenting styles or other caregivers can have an impact on children's mental health. Every family uses a different approach to parenting, typically carried over from their previous parents, when it comes to raising children. Every parent undoubtedly hails from a diverse range of backgrounds and generations. To maximize children's mental health, it is therefore essential to understand how parenting styles are passed down through generations in order to give suitable interventions. Generations X born between 1965-1980 ; Generation Y or Millennials were born between 1980-1996; Generation Z was born in 1997-2010 and Alpha generation, born in 2010-2025. Finding out how parents apply different parenting philosophies to kids from generations X, Y, Z, and Alpha is the goal of this literature. The systematic review approach is used in this literature. The PRISMA-P protocol (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis protocol) was the methodology employed in 2020. Research was gathered by looking via Google Scholar for the original source data. PICOS (Population Intervention Compare Outcome-Study Design) keyword search method. Out of the 60 studies that were located, eight were used in this analysis. The findings of this literature review highlight the disparities in parenting styles among the generations. Parents of generations X, Y, and Alpha generally apply a democratic parenting approach, which is sometimes referred to as drone parenting. Meanwhile, the application of parenting patterns for generation Z children shows quite large variations. Parents from this generation apply authoritarian, overprotective, permissive, self-disclosure, and narcissistic parenting patterns and give excessive appreciation or praise to children, which has created what is known as the "Strawberry Generation," meaning generation Z children tend to be more vulnerable.
UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI EDUKASI ASUPAN NUTRISI DAN SUPLEMENTASI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PEREMPUAN Maribeth, Annisa Lidra; Sari, Widia; Hamda, Rialta; Khudri, Ghaniyyatul; Handayani, Kurnia Maidarmi
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 1 (Maret 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i1.2704

Abstract

Anemia is a common health problem worldwide, particularly among adolescent girls. This group is at high risk of anemia due to menstruation during adolescence, which leads to blood loss. Additionally, the increased need for iron in adolescent girls contributes to their vulnerability to anemia. Education about anemia and its prevention, as well as supplementation with iron tablets, is one solution to prevent and reduce the prevalence of anemia in females. Pesisir Selatan, a district in West Sumatra Province, recorded an increase in anemia prevalence in 2019. Based on this, it is necessary to provide education on anemia and its prevention to adolescent girls in the region. This counseling activity aimed to improve the knowledge and attitudes of adolescent girls regarding anemia. The activity consisted of pre-tests, counseling sessions, and post-tests. Counseling was conducted using lecture methods and interactive discussions with participants. Based on the evaluation of pre-test and post-test results, it was found that the counseling method was effective in increasing participants' knowledge. This was evidenced by a significant increase in participants' knowledge about anemia (p=0.004). The number of participants with good knowledge increased from 3 individuals (13.6%) to 7 individuals (31.8%), and none of the participants had poor knowledge after the counseling session. However, it was found that the counseling method did not significantly improve participants' attitudes towards anemia. In conclusion, although it did not affect participants' attitudes, the counseling method effectively enhanced their knowledge about anemia and is expected to help prevent anemia among adolescent girls
Gambaran Anemia, Defisiensi Zat Besi, dan Status Nutrisi pada Remaja Putri Maribeth, Annisa Lidra; Jelmila, Sri Nani; Hamda, Rialta
Health and Medical Journal Vol 7, No 2 (2025): HEME May 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i2.1721

Abstract

Latar Belakang: Anemia dan defisiensi zat besi merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada remaja, terutama di negara berkembang. Masa remaja merupakan periode kritis dalam siklus hidup, ditandai dengan peningkatan kebutuhan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan pesat. Ketidakseimbangan asupan zat besi dan pola makan yang tidak adekuat berkontribusi terhadap prevalensi anemia dan defisiensi zat besi, sementara status gizi yang tidak optimal, baik berupa underweight maupun overweight, dapat memperburuk kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi anemia, defisiensi zat besi, dan status gizi pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan melibatkan 50 remaja sebagai subjek. Kadar hemoglobin (Hb) diukur di Laboratorium Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Rahmah menggunakan metode standar laboratorium, sedangkan kadar ferritin serum diperiksa menggunakan Elisa Human Ferritin Kit berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR). Status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin <12 g/dL, sementara defisiensi zat besi didefinisikan dengan kadar ferritin <15 µg/L. Status gizi dianalisis menggunakan indeks massa tubuh (IMT), yang diklasifikasikan menjadi kategori underweight, normal, overweight, dan obesitas. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 50 subjek, 14% ditemukan mengalami anemia dan 74% mengalami defisiensi zat besi. Distribusi status gizi menunjukkan 56% subjek berada pada kategori normal, 8% underweight, 24% overweight, dan 12% obesitas. Kesimpulan: Prevalensi anemia dan defisiensi zat besi pada remaja dalam penelitian ini tergolong tinggi, meskipun sebagian besar memiliki status gizi normal. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi gizi berbasis bukti untuk mengatasi masalah defisiensi zat besi dan anemia pada remaja, melalui edukasi gizi, program suplementasi, dan optimalisasi pola makan. Selain itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif untuk mengelola status gizi agar dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup remaja secara keseluruhan.
Aksi Lapangan di Daerah Terdampak Banjir Dalam Rangka Menerapkan Modul Tanggap Bencana Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Birman, Yuliza; Hamda, Rialta; Perdana, Rizky; Noer, M.Ramadhan Allya; Adila, Shintia Lukman; Hermalia, Beni Hermalia; Rasudarsyah, Heksa; Kencana, Azizah Dwi; Maska, Hadid Pratama; Ulya, Zakkiyatul; Majid, Maulana Fitra
Abdika Sciena Vol 3 No 2 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 2, Desember 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i2.308

Abstract

Dampak yang ditimbulkan oleh banjir bandang tidak terbatas pada kerusakan infrastruktur fisik seperti hancurnya bangunan rumah, erosi tanah, dan hilangnya harta benda warga, melainkan juga berimbas pada dimensi sosial, ekonomi, dan kesehatan mental masyarakat. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah yang tergabung dalam mata kuliah Tanggap Bencana, mengambil inisiatif untuk terjun langsung ke lokasi bencana guna memberikan dukungan kepada para korban. Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk meringankan penderitaan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata tentang bagaimana mengidentifikasi dan menilai secara cepat kondisi dilapangan, untuk kemudian menyusun langkah-langkah tanggap bencana sebagai solusi untuk meringankan beban masyarakat. Kegiatan telah terlaksana pada tanggal 31 November 2025. Kegiatan diawali dengan penyaluran bantuan hidup dasar untuk masyarakat terdampak, dilanjutkan dengan kegiatan konsultasi medis sambil mengamati dan wawancara singkat dengan warga terdampak untuk menilai dan mengidentifikasi dampak bencana terhadap mereka, meliputi identifikasi dan analisa dampak bencana,penyakit yang sudah muncul dan berpotensi muncul, kebutuhan mendesak masyarakat dan permasalahan yang sedang dialami oleh masyarakat terdampak bencana dan solusinya.