Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN PLAYDOUGH TEIRHADAP PERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK GKPI TARUTUNG KOTA Harefa, Sefi Putri; Samosir, Rotua; Butar Butar, Mei Lastri E.F.
JURNAL TALITAKUM: JURNAL PENDIDIKAN KRISTEN ANAK USIA DINI Vol 3 No 2 (2024): Talitakum: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : PRODI PKAUD, IAKN TARUTUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69929/10.69929/talitakum.v3i2.5

Abstract

The purpose of this study is to find out how much influence the meidiia playdough teaching  is in the balance of the credibility of children aged 5-6 years of kindergarten GKPI Tarutung Kota.  The data collection tools in this study are observation, interviews, and documentation. The sample in this study is children aged 5-6 years who are divided into two groups, namely group B2 as the experimental group and group B3 as the control group. The hypothesis test in this study is a t-test using the help of the Microsoft Excel  computer program and the SPSS version 21 program. Based on the results of the Posttest test between the experimental group and the control group, there was a significant difference. The results of the experimental group and the control group normality of the sig. (2-tailed) of 0.081 and 0.666 is greater than the significance level of 0.005 and the homogeneity of the Fcal value is 0.050 will be compared with the value of Fcal with the provision of the numerator dk (n1-1; 8-1=7) and the denominator dk (n2-1; 25-24=24) which is 2.42. So it is known that Fcalung < Ftabel (0.050 < 2.42) sig. Based on the results of the t-test, the Equal Varince Assumed value is calculated > ttable (α=0.05; df= 48), namely tcal= 4.736 > ttable = 2.021 or can be seen in the significant value of Equal Varince Ascetic, which is 0.000 < 0.05. It turned out that the ttable > calculation was 4,736 > 2,021, so Ho was rejected and Ha was accepted. This means that the teacher of the playdough is facing the balance of the creativity of children in the age of 5-6 years of GKPIi Tarutung Kota Kindergarten.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Terhadap Pendidikan non formal kepada anak dan menciptakan lingkungan yang baik,bersih dan bebas dari sampah Yang sering menyebabkan kebanjiran di desa hutatoruan X Agustina, Winarti; Harefa, Sefi Putri; Angriani, Putri; Natalia Tambunan, Nelly; Simanjuntak, Winda Lucia Naomi
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2: Desember (2023)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v3i2.267

Abstract

Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan non formal kepada anak dan menciptakan lingkungan yang baik, bersih, dan bebas dari sampah yang sering menyebabkan kebanjiran di desa Hutatoruan X menjadi sangat penting untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan ini:1). Sosialisasi Pendidikan Non Formal: Diperlukan upaya untuk menyebarkan informasi mengenai pentingnya pendidikan non formal kepada anak kepada masyarakat Desa Hutatoruan X. Ini dapat dilakukan melalui pertemuan komunitas, ceramah, dan pameran pendidikan. Dalam sosialisasi ini, perlu dijelaskan manfaat pendidikan non formal dalam membantu perkembangan anak, serta bagaimana masyarakat dapat mendukung program-program pendidikan non formal yang ada di desa, 2) Kolaborasi dengan Pihak Terkait: Kerjasama antara pemerintah desa, lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat lokal dapat memperkuat upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan non formal. Melalui kerjasama ini, diharapkan akan tercipta program-program edukasi yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk pendidikan non formal di desa Hutatoruan X, 3) Pelatihan dan Workshop: Mengadakan pelatihan dan workshop untuk para orang tua dan warga desa tentang pentingnya pendidikan non formal serta bagaimana mereka dapat mendukung anak-anak dalam memperoleh pendidikan non formal. Materi pelatihan bisa meliputi metode pengajaran kreatif, pentingnya membaca untuk anak, dan cara menumbuhkan minat anak dalam belajar, 4) Program Pengelolaan Sampah: Kegiatan pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah juga perlu ditingkatkan. Masyarakat perlu diberi pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan bagaimana sampah dapat menyebabkan kebanjiran. Program-program pengelolaan sampah, seperti pengolahan sampah organik dan mendaur ulang sampah, dapat diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Penting bagi pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk mendukung dan memfasilitasi langkah-langkah ini. Adanya keterlibatan aktif dari komunitas dan pihak terkait akan sangat mendukung keberhasilan upaya-upaya ini dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan non formal dan menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah.