Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI ADAPTASI ETNIS TIONGHOA DI KECAMATAN KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN Aqilah, Tiara; Supsiloani, Supsiloani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.43-51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi etnis Tionghoa dalam beradaptasi dan menganalisis proses adaptasi sosial budaya yang dilakukan etnis Tionghoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan etnis Tionghoa dalam beradaptasi dipengaruhi beberapa faktor 1) faktor interaksi dan komunikasi bahwa relative sedikit etnis Tionghoa bisa bahasa Jawa dan lebih fasih menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian, menggunakan bahasa Hokkien ketika berkomunikasi dengan sesama etnis Tionghoa. 2) faktor ekonomi karena diskriminasi di masa orde baru membuat etnis Tionghoa tidak memiliki peluang bekerja di bidang lain selain berdagang. 3) faktor pendidikan bahwa relatif sedikit pendidikan formal yang menerima etnis Tionghoa, sehingga sebagian besar etnis Tionghoa melanjutkan pendidikannya di swasta. Proses adaptasi sosial budaya etnis Tionghoa berkaitan dengan 1) adaptive behavior bahwa etnis Tionghoa menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Hokkien dan bahasa Jawa saat berkomunikasi. 2) adaptive strategies dalam mempertahankan ekonomi etnis Tionghoa memilih menjadi pedagang kecil hingga besar seperti sekarang. 3) adaptive processes bahwa ada hubungan timbal balik antara etnis Tionghoa dengan etnis Jawa seperti pada saat hajatan, perayaan hari raya.
Tingkat pengetahuan dan kepatuhan kontrol mahasiswa pengguna ortodonti cekat: penelitian descriptive observational Aqilah, Tiara; Rokhim, Saiful; Listiyawati, Listiyawati
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 35, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v35i3.49582

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Maloklusi merupakan suatu penyimpangan pertumbuhan dentofasial, maloklusi dapat mengganggu fungsi pengunyahan dan mengganggu estetika wajah. Tujuan perawatan ortodonti adalah untuk memperbaiki fungsi pengunyahan dan estetika. Peranti ortodonti terbagi menjadi dua yaitu, cekat dan lepasan. Keberhasilan perawatan ortodonti merupakan hasil dari kerjasama antara dokter gigi dan pasien. Pengetahuan pasien dan kepatuhan dalam kontrol penting untuk keberhasilan perawatan ortodonti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kepatuhan kontrol mahasiswa pengguna ortodonti cekat. Metode: Penelitian ini merupakan observasional deskriptif kuantitatif menggunakan kuesioner dengan sampel 100 mahasiswa Universitas Mulawarman pengguna ortodonti cekat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan, analisis data menggunakan analisis univariat. Variabel yang diamati pada penelitian adalah tingkat pengetahuan mengenai ortodonti cekat dan kepatuhan kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai ortodonti cekat sebesar 100% baik, dan 97% patuh dalam melakukan kontrol ortodonti cekat. Simpulan: Mayoritas mahasiswa memiliki pengetahuan mengenai ortodonti cekat yang baik dan patuh dalam melakukan kontrol ortodonti cekat.Kata kunci: ortodonti cekat, pengetahuan, kepatuhan, janji temu, mahasiswaStudents’ knowledge and control compliance level using fixed orthodontics: descriptive observational studyABSTRACTIntroduction: Malocclusion is an aberration of dentofacial growth, malocclusion can affect the masticatory function and facial beauty. The goal of orthodontic treatment is to improve masticatory function and aesthetics. Orthodontic appliances are divided into two, namely, fixed and removable. The success of orthodontic treatment results from a collaboration between the dentist and the patient. Patient knowledge and adherence to controls are essential for successful orthodontic treatment. This study aims to describe students' knowledge and control compliance level using fixed orthodontics. Methods: This research is a descriptive observational quantitative study. Data were collected from a questionnaire. The samples were 100 Mulawarman University students who used fixed orthodontics based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The univariate analysis were used as data analysis. The variables observed in the study were the level of knowledge regarding fixed orthodontics and control compliance. Result: The results showed that the level of students' knowledge about fixed orthodontics was 100% good, and 97% were obedient in controlling fixed orthodontics. Conclusion: The majority of students have good knowledge of fixed orthodontics and are obedient in performing fixed orthodontic control. Keywords: fixed appliances, knowledge, compliance, appointment, student
STRATEGI ADAPTASI ETNIS TIONGHOA DI KECAMATAN KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN Aqilah, Tiara; Supsiloani, Supsiloani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.43-51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi etnis Tionghoa dalam beradaptasi dan menganalisis proses adaptasi sosial budaya yang dilakukan etnis Tionghoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan etnis Tionghoa dalam beradaptasi dipengaruhi beberapa faktor 1) faktor interaksi dan komunikasi bahwa relative sedikit etnis Tionghoa bisa bahasa Jawa dan lebih fasih menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian, menggunakan bahasa Hokkien ketika berkomunikasi dengan sesama etnis Tionghoa. 2) faktor ekonomi karena diskriminasi di masa orde baru membuat etnis Tionghoa tidak memiliki peluang bekerja di bidang lain selain berdagang. 3) faktor pendidikan bahwa relatif sedikit pendidikan formal yang menerima etnis Tionghoa, sehingga sebagian besar etnis Tionghoa melanjutkan pendidikannya di swasta. Proses adaptasi sosial budaya etnis Tionghoa berkaitan dengan 1) adaptive behavior bahwa etnis Tionghoa menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Hokkien dan bahasa Jawa saat berkomunikasi. 2) adaptive strategies dalam mempertahankan ekonomi etnis Tionghoa memilih menjadi pedagang kecil hingga besar seperti sekarang. 3) adaptive processes bahwa ada hubungan timbal balik antara etnis Tionghoa dengan etnis Jawa seperti pada saat hajatan, perayaan hari raya.