Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Asistensi Mengajar Bahasa Inggris Sebagai Salah Satu Program Kampus Mengajar (MBKM Kurikulum Merdeka): Pengabdian di SMAN 6 Palangka Raya Wulandari, Weni; Mirza, Akhmad Ali
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/ek73ar58

Abstract

Dalam era globalisasi, pendidikan berbasis teknologi dan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris, menjadi elemen penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda. Program Kampus Mengajar yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran di berbagai sekolah. Pengabdian ini dilaksanakan di SMAN 6 Palangka Raya dengan tujuan membantu meningkatkan keterampilan Bahasa Inggris siswa melalui asistensi mengajar. Metode yang digunakan mencakup observasi, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi, dengan sasaran siswa kelas 10, 11 dan 12. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap kosakata dan keterampilan komunikasi dalam Bahasa Inggris. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris.
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa Melalui Pelatihan Website, Menuju Desa Digital Desa Air Dingin Handayani, Sri; Hanila, Siti; Prawitasari, Andriyani; Fitriano, Yun; Wulandari, Weni
Jurnal Dehasen Mengabdi Vol 1 No 2 (2022): September-Februari
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.501 KB) | DOI: 10.37676/jdm.v1i2.3330

Abstract

Digital village is a program concept that implements a system of government services, community services, and community empowerment based on the use of information technology. This program aims to develop village potential, marketing and accelerate access and public services. The development of information and communication technology (ICT) has given rise to website media to inform everything via the internet. Utilization of Website information system media to inform village profiles and potential is also in line with Law no. 6 of 2014 concerning villages, where villages are entitled to greater access to obtain and disseminate development information. Based on this Law, Regional Governments are required to develop Village information systems and the development of Rural Areas independently or in collaboration with related institutions. As an effort to develop the Village Website application, this service proposes training activities for creating a village website to inform village profiles and potential in Air Cold Village, Sindang Kelingi District, Rejang Lebong Regency. Implementation of Community Service Activities (PKM) will be held on December 10, 2021 - January 10, 2022 at Air Cold Village, Bengkulu Province. All of these community service activities ran smoothly and were successful. The method used was lectures accompanied by direct practice for participants to be able to document information in the village into digital information and disseminated through the village website media. The results of this community service activity,Keywords: Village government, wabesite, Digita Village
Let's Talk English: Collaboration Between Lecturers And Tbi Iain Palangka Raya Students Empowering Gen Z At Pasuk Kameloh Park, Palangka Raya Qamariah, Zaitun; Widiastuty, Hesti; Wulandari, Weni; Rahmi, Aulia
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.416

Abstract

Inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di kalangan individu Generasi Z melalui upaya kolaboratif antara mentor akademis dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Palangka Raya. Proyek ini berlangsung di Taman Pasuk Kameloh, Palangka Raya, menyediakan platform yang dinamis untuk melibatkan anggota Gen Z dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang interaktif dan inovatif. Kolaborasi ini berfokus pada penyesuaian pendekatan pendidikan yang sesuai dengan demografi Generasi Z, dengan memasukkan teknologi, gamifikasi, dan metodologi pengajaran kontemporer untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendalam. Tujuan utama proyek ini adalah untuk memberdayakan dan melengkapi Generasi Z dengan keterampilan bahasa yang penting untuk komunikasi global dan peluang di dunia yang saling terhubung saat ini.
Dilema Hukum Kebebasan Berekspresi dan Pelanggaran Hak Cipta: Studi pada Lagu Speed Up di YouTube Wulandari, Weni; Nahdhiyah, Nahdhiyah
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v12i2.6720

Abstract

Pengambilan keuntungan melalui pembuatan lagu speed up yang diunggah di YouTube (monetisasi), memunculkan dua pertanyaan, pertama mengenai legalitas pembuatan lagu speed up dikategorikan kebebasan berekspresi atau pelanggaran hak cipta. Kedua, analisis lagu speed up berdasarkan doktrin fair use. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan melakukan observasi akun YouTube dan peraturan perundang-undangan dengan teknik analisis deskriptif. Pendekatan yang digunakan pada rumusan masalah adalah case approach dan conseptual approach. Sumber data primer dari wawancara pada 5 akun content creator YouTube. Sedangkan, data sekunder dari peraturan perundang-undangan serta didukung dengan buku dan jurnal-jurnal hukum yang relevan. Teknik pengambilan data dengan metode wawancara tidak terstruktur. Simpulannya adalah lagu speed up yang diunggah pada platform YouTube @Mong Fvnky || Jawa Pride, @indnetworks1 beserta akun keduanya @indnetworks2, @ahmd_alpa.r, @Arl, @It’s me oliv termasuk dalam pelanggaran hak cipta karena memenuhi identifikasi pelanggaran hak cipta berdasarkan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014. Namun, pengubahan lagu speed up dapat dikategorikan sebagai kebebasan berekspresi apabila memenuhi empat unsur fair use. Mayoritas dari kelima akun tersebut tidak memenuhi 4 unsur fair use kecuali dua akun, yaitu @Arl, @ahmd_alpa.r yang telah memenuhi unsur tidak komersial.