Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pasir yang Memenuhi Persyaratan Standar Tiongkok (TB) Sebagai Material Pengisi High Performance Concrete (HPC) di Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Purba, Iskandar; Suryadi, Suryadi; Azhamy, Aria
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i5.168

Abstract

Beton High Performance Concrete digunakan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan masa layan 100 tahun. High Performance Concrete memiliki karakteristik khusus, antara lain lebih kedap / tahan rembesan / tahan serangan kimia; memiliki nilai faktor air semen yang rendah; kemudahan dalam pencampuran, pengiriman, pengecoran, pemadatan dan finishing, tanpa terjadi keenceran (bleeding) dan pemisahan butiran (segregasi); kekuatan tekan beton di awal lebih tinggi; tidak mudah susut plastis; mengurangi biaya pemeliharaan; estetika lebih bagus.Syarat agregat halus dalam High Performance Concrete harus memenuhi standar Tiongkok TB 3275-2011 Concrete for Railway Engineering (Beton untuk Teknik Perkeretaapian) antara lain: berasal dari pasir sungai dengan gradasi yang layak, permukaan yang keras (solid), penyerapan (absorpsi) yang rendah dan padat. Agregat halus boleh berasal dari pasir buatan (artificial sand) yang diproduksi dengan peralatan khusus. Pasir laut tidak diijinkan. Hasil uji yang didasarkan pada metodologi di GB/T 14684-2011 tentang Sand for Construction (Pasir Konstruksi) menunjukkan bahwa pasir dari sungai Kapuas di daerah Tayan–Kalimantan Barat adalah satu-satunya yang memenuhi syarat mutu pasir untuk beton High Performance Concrete di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, namun memiliki kelemahan, seperti jarak pengiriman jauhdan deposit tambang yang terbatas. Wika pernah mencoba pengujian pasir buatan Cimalaka dijadikan kandidat alternatif, meskipun penggunaan pasir vulkanik tidak disarankan karena kandungan pengotor dalam mineral vulkanik dan kurangnya konsistensi mutu.Disarankan adanya tinjauan lebih lanjut untuk menemukan sumber agregat halus untuk produksi High Performance Concrete,serta peninjauan ulang standar Tiongkok untuk penyesuaian kondisi material alam di Indonesia.
Pasir yang Memenuhi Persyaratan Standar Tiongkok (TB) Sebagai Material Pengisi High Performance Concrete (HPC) di Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Purba, Iskandar; Suryadi, Suryadi; Azhamy, Aria
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i5.168

Abstract

Beton High Performance Concrete digunakan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan masa layan 100 tahun. High Performance Concrete memiliki karakteristik khusus, antara lain lebih kedap / tahan rembesan / tahan serangan kimia; memiliki nilai faktor air semen yang rendah; kemudahan dalam pencampuran, pengiriman, pengecoran, pemadatan dan finishing, tanpa terjadi keenceran (bleeding) dan pemisahan butiran (segregasi); kekuatan tekan beton di awal lebih tinggi; tidak mudah susut plastis; mengurangi biaya pemeliharaan; estetika lebih bagus.Syarat agregat halus dalam High Performance Concrete harus memenuhi standar Tiongkok TB 3275-2011 Concrete for Railway Engineering (Beton untuk Teknik Perkeretaapian) antara lain: berasal dari pasir sungai dengan gradasi yang layak, permukaan yang keras (solid), penyerapan (absorpsi) yang rendah dan padat. Agregat halus boleh berasal dari pasir buatan (artificial sand) yang diproduksi dengan peralatan khusus. Pasir laut tidak diijinkan. Hasil uji yang didasarkan pada metodologi di GB/T 14684-2011 tentang Sand for Construction (Pasir Konstruksi) menunjukkan bahwa pasir dari sungai Kapuas di daerah Tayan–Kalimantan Barat adalah satu-satunya yang memenuhi syarat mutu pasir untuk beton High Performance Concrete di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, namun memiliki kelemahan, seperti jarak pengiriman jauhdan deposit tambang yang terbatas. Wika pernah mencoba pengujian pasir buatan Cimalaka dijadikan kandidat alternatif, meskipun penggunaan pasir vulkanik tidak disarankan karena kandungan pengotor dalam mineral vulkanik dan kurangnya konsistensi mutu.Disarankan adanya tinjauan lebih lanjut untuk menemukan sumber agregat halus untuk produksi High Performance Concrete,serta peninjauan ulang standar Tiongkok untuk penyesuaian kondisi material alam di Indonesia.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui TPS3R di Desa Singajaya, Bogor Darojat, Khumaidah; Rokhman, Abdul; Yusrina, Afifah; Maharani, Valencia Safir; Paramita, Nadia; Purba, Iskandar; Putri, Desi; Hafizah, Saidatul; Pangaribuan, Diego Kevin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JPMI - April 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3535

Abstract

Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) merupakan salah satu metode pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat. TPS3R tidak hanya fokus pada pengurangan volume sampah yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan cara yang lebih bertanggung jawab. Melalui prinsip pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang, TPS3R membantu mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Di samping itu, TPS3R bisa menciptakan keuntungan finansial dengan mengonversi sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi. Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor merupakan Mitra yang belum memiliki fasilitas pengelolaan sampah. Tujuan dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah merencanakan dan membangun TPS3R serta memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Program PkM ini mendirikan bangunan TPS3R berukuran 3m x 7m, serta peningkatan wawasan masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan penggunaan TPS3R yang terlihat dari budaya warga yang tidak lagi membuang sampah sembarangan, sehingga lingkungan desa yang bersih dan sehat dapat terwujud.