Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gender Equity in the Role of Female Workers at PT Djarum Kudus: Amina Wadud's Perspective Fiza Umi Latifah; Shofiyullah Muzammil
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.1961

Abstract

This research originates from the many cases of women who are always considered as inferior subjects in gender studies, this is influenced by the subjectivity of interpretation and understanding of the verses of the Koran. Women are confined as creatures of the household, not given the opportunity to express themselves, not given leadership opportunities, and underestimated as full human beings. The patriarchal culture of Islam, which has disenfranchised women, is to blame. Men and women are usually seen as members of different human races in Islamic culture. This study aims to re-examine the Qur'anic interpretation of women's rights and justice using Amina Wadud's theoretical foundation. It is from this foundation that Amina Wadud began to interpret the Quran in terms of feminism and gender justice. This research is a literature study with a qualitative approach that uses descriptive analysis. Data analysis is done through three stages: data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results show that gender justice is a distinction between men and women, so women's experiences and perspectives must be valued equally with men. The Qur'an uses a person's level of piety as a benchmark to assess their value and dignity. Wadud said that, given the existence of gender-based leadership and duties, such reasoning is not suitable for a Muslim man and shows the low quality of his faith. Justice in this context refers to the consideration of both material and immaterial issues.
SERTIFIKASI HALAL FASHION: DINAMIKA DAN RESPONS MASYARAKAT MUSLIM KOTA BANDA ACEH Rizqi Muhammad Rayyan; Shofiyullah Muzammil; Junaidi Junaidi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sertifikasi halal dalam industri fashion di Kota Banda Aceh, dengan fokus pada dinamika dan respons masyarakat Muslim terhadap perkembangan ini. Gaya hidup halal mencakup berbagai sektor, termasuk fashion. Lalu yang kemudian menjadi penting adalah populasi Muslim yang besar di Kota Banda Aceh. Inilah yang mendasari penelitian ini, bahwa peneliti ingin mengetahui bagaimana dinamika dan respons masyarakat Muslim Kota Banda Aceh terhadap sertifikasi halal di bidang fashion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara sebagai teknik pengumpulan data, melibatkan masyarakat Muslim di Kota Banda Aceh sebagai subjek penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya sertifikasi halal sebagai jaminan kesesuaian produk dengan nilai-nilai agama Islam. Sikap masyarakat dipengaruhi oleh nilai-nilai agama dan dinamika sosial budaya yang mendukung penerimaan produk fashion halal. Media sosial berperan signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang fashion halal. Namun, masih terdapat tantangan terkait kualitas produk dan transparansi dalam proses sertifikasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi lebih lanjut mengenai sertifikasi halal, kolaborasi antara pemangku kepentingan dan inovasi dalam industri fashion halal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Diharapkan, dengan dukungan dari berbagai pihak, industri fashion halal di Banda Aceh dapat tumbuh lebih inovatif, berkualitas dan sesuai dengan prinsip syariah.