p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal MAIYAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Variasi Sekuens Gen Cythocrome b untuk DNA Barcoding Ikan Wader Pari (Rasbora sp.) Wibowo, Dandi Setio; Ridho, Muhammad; Kharis, Mokhamad Ridho Al
MAIYAH Vol 3 No 4 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 4 Desember 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.4.14049

Abstract

Sitokrom b merupakan mtDNA yang sering digunakan sebagai bahan DNA barcoding untuk berbagai spesies ikan. Ikan wader pari dari subfamili rasborinae masih memerlukan kajian molekuler untuk mengetahui variasi keragaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang digunakan Cytb sebagai DNA Barcoding ikan Wader Pari. Metode penelitian ini secara in slico menggunakan komputer, diawali dengan mendapatkan sekuens melalui GeneBank dari website NCBI yang diakses pada 6 Desember 2024. Kemudian dilakukan sekuens multiple alignment, similarity sekuens dan analisis filogenetik menggunakan software genious. Hasil menunjukkan berdasarkan tingkat kesamaan yang berkisar 88-97%, Cytb sangat berpotensi untuk digunakan sebagai DNA Barcoding Ikan Wader Pari. Hasil filogenetik menunjukkan variasi genetika ikan Wader yang cukup beragam. Filogenetik terdapat 3 clade yang menandakan variasi sekuens ikan wader. Desain primer juga dilakukan untuk mengetahui potensi produk primer yang dapat digunakan sebagai primer universal.
Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap Persentase Jantan Ikan Guppy (Poecilia reticulata) Wibowo, Dandi Setio; Miftahurrahman, Miftahurrahman; Ikhwan, Misbahkhul; Pangestu, Rafif Aji; Rohmah, Siti Nur
MAIYAH Vol 3 No 4 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 4 Desember 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.4.14050

Abstract

Maskulinisasi ikan guppy (Poecilia reticulata) bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan jantan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Metode konvensional menggunakan hormon sintetik 17α-Methyltestosterone telah dibatasi penggunaannya karena berdampak negatif terhadap lingkungan. Sebagai alternatif ramah lingkungan, penelitian ini mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) dengan dosis berbeda terhadap persentase larva ikan guppy jantan. Proses ekstraksi dilakukan melalui maserasi dengan etanol 70%, diikuti oleh evaporasi dan pengentalan. Larva ikan guppy berumur tiga hari direndam dalam ekstrak kulit manggis selama lima jam, kemudian dipelihara selama 40 hari dengan pakan Daphnia sp. dan pelet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit manggis mampu meningkatkan persentase larva jantan secara signifikan, dengan persentase tertinggi sebesar 57% pada perlakuan C dan terendah sebesar 27% pada kontrol. Analisis statistik menunjukkan perbedaan nyata (p<0,05) antara perlakuan dan kontrol. Kesimpulannya, penggunaan ekstrak kulit manggis efektif meningkatkan produksi ikan guppy jantan. Implikasi dari penelitian ini adalah pengembangan metode maskulinisasi berbasis bahan alami yang ramah lingkungan, mendukung budidaya ikan guppy secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada hormon sintetik.
Perbandingan Efektivitas Pupuk Walne dan NPK dalam Kultur Spirulina sp. untuk Peningkatan Biomassa pada Skala Laboratorium Wibowo, Dandi Setio; Nurtaati, Maisyi; Alisa, Yusnita; Abadi, Isnaendi Agung; Ramadhani, Intan Sovia
MAIYAH Vol 3 No 4 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 4 Desember 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.4.14051

Abstract

Spirulina sp. merupakan mikroalga yang berpotensi tinggi sebagai sumber nutrisi dan pakan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk Walne dan NPK dalam kultur Spirulina sp. pada skala laboratorium. Spirulina sp. dikultur selama 14 hari menggunakan dua jenis pupuk yaitu pupuk Walne dan NPK untuk mengamati perbedaan pertumbuhan dan kualitas biomassa. Metode penelitian melibatkan pemberian pupuk Walne dan NPK, vitamin B12, serta aerasi aktif dalam kondisi terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk Walne memberikan hasil yang lebih signifikan dibandingkan NPK, dengan kepadatan sel tertinggi pada hari ke-14. Pengaruh pupuk Walne terhadap pigmen warna Spirulina sp. menunjukkan peningkatan kualitas biomassa. Kualitas air selama kultur juga berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan mikroalga. Kisaran nilai TDS dalam penelitian ini yaitu 399,275 ppm untuk pupuk Walne dan 402,775 ppm untuk NPK. Suhu rata-rata sebesar 28,625°C untuk perlakuan pupuk walne dan 29,375˚C untuk perlakuan pupuk NPK dengan rata-rata pH air 8,25 untuk perlakuan dengan pupuk walne dan 8,125 untuk perlakuan dengan pupuk NPK.