Penyakit metabolik merupakan kelompok gangguan yang prevalensinya terus meningkat dan berkaitan erat dengan pola makan tidak sehat serta gaya hidup sedentari. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap perubahan pola konsumsi, sehingga diperlukan intervensi edukatif sejak dini untuk mencegah terjadinya penyakit metabolik di masa mendatang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pola makan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit metabolik. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 6 Denpasar dengan melibatkan 46 siswa. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan indeks massa tubuh), penyuluhan melalui ceramah interaktif dengan media presentasi dan video edukasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji statistik menggunakan paired t-test. Hasil menunjukkan bahwa rerata berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan IMT siswa berturut-turut adalah 51,38 ± 10,90 kg, 158,2 ± 8,5 cm, 71,0 ± 9,1 cm, dan 21,5 ± 3,8 kg/m². Sebagian besar siswa memiliki status gizi normal (37,0%), namun ditemukan proporsi overweight dan obesitas yang cukup tinggi (masing-masing 21,7%). Rerata nilai pengetahuan meningkat secara signifikan dari 77,1 ± 17,2 pada pre-test menjadi 91,0 ± 10,8 pada post-test (p < 0,001). Kegiatan penyuluhan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pola makan sehat dan pencegahan penyakit metabolik, serta berpotensi menjadi strategi promotif dalam membentuk perilaku hidup sehat sejak usia remaja.