Nawang Pujiastuti
Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Implementasi Rendam Kaki Dengan Rebusan Serai Dan Garam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Masalah Kesehatan Hipertensi Di Wilayah Kebon Pala RW 11 Salsabila Putri Arlinda; Khaerul Amri; Nawang Pujiastuti
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/zwehvy47

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tekanan darah yang tinggi, hal ini termasuk dalam masalah degeneratif yang terjadi di masyarakat maupun keluarga. Penatalaksaan hipertensi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan farmakologi dan nonfarmakologi salah satunya dengan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan masalah hipertensi di RW 11 Kelurahan Kebon Pala. Sampel yang digunakan studi kasus dengan 2 orang subjek Ny. M berusia 63 tahun & Ny. E 55 tahun. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 03 Juni 2024 sampai dengan 09 Juni 2024. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Komparatif, Instrumen yang digunakan adalah tensi meter digital, lembar observasi. Hasil dari penelitian sebelum diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam didapatkan subjek 1 Ny. M yaitu 154/95 mmHg dan subjek 2 Ny. E yaitu 150/98 mmHg. Hasil pemeriksaan pada hari terakhir setelah diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam selama 7 hari didapatkan subjek 1 Ny. M yaitu 144/80 mmHg dan subjek 2 Ny. E yaitu 140/90 mmHg. Untuk hasil perbandingan pada kedua subjek sebelum dan sesudah diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam didapatkan nilai rata-rata perbandingan 24 mmhg diastole dan 15 mmhg sistole. Semua subjek mengalami penurunan tekanan darah menjadi normal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam berpengaruh untuk penurunan tekanan darah pada keluarga dengan masalah hipertensi di RW 11 Kelurahan Kebon Pala.    Hypertension is a disease of high blood pressure, this is a degenerative problem that occurs in society and families. Management of hypertension can be done in two ways, namely pharmacological and non-pharmacological, one of which is foot soak therapy with a decoction of lemongrass and salt. The aim of this research is to determine the implementation of foot soak therapy with boiled lemongrass and salt to reduce blood pressure in families with hypertension problems in RW 11 Kebon Pala Village. The sample used was a case study with 2 subjects, Mrs. M is 63 years old & Mrs. E 55 years old. This research was carried out from 03 June 2024 to 09 June 2024. The method used was the observation method, digital pressure meter, operational procedure unit sheet, observation sheet. The results of the research before being given foot soak therapy with boiled lemongrass and salt were obtained by subject 1 Mrs. M, namely 154/95 mmHg and subject 2 Mrs. E is 150/98 mmHg. The results of the examination on the last day after being given foot soak therapy with lemongrass decoction and salt were obtained by subject 1 Mrs. M, namely 144/80 mmHg and subject 2 Mrs. E is 140/90 mmHg. For comparison results for the two subjects before and after being given foot soak therapy with a decoction of lemongrass and salt, the average comparison value was 24 mmHg diastole and 15 mmHg systole. All subjects experienced a decrease in blood pressure to normal. The conclusion of this study shows that foot soak therapy with boiled lemongrass and salt has an effect on reducing blood pressure in families with hypertension problems in RW 11 Kebon Pala Village.
Implementasi Pemberian Teh Rosela terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi dengan Hipertensi  di Kelurahan Kebon Pala Braviero Boyadewa; Nawang pujiastuti; Khaerul Amri
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/5fgkfr12

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg, hipertensi disebut juga dengan tekanan darah tinggi. Banyak metode pengobatan untuk mengobati hipertensi muncul sebagai hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk penggunaan obatobatan tradisional seperti kayu manis (cinnamomun zeylanicum) dan bunga rosela (Hibiscus sabdariffa). Tanaman seperti Hibiscus Sabdariffa (HS) kaya akan manfaat kesehatan antara lain antioksidan, dan efek antidislipidemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi teh rosela pada keluarga yang anggotanya menderita hipertensi. Jenis penelitian yang akan diterapkan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus model deskriptif komparatif. Kasus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas implementasi teh rosela terhadap penurunan tekanan darah. penelitian ini menggunakan pasien yang menderita penyakit hipertensi di kelurahan kebon pala dengan 2 subjek responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Setelah dilakukan pemberian terapi non-farmakologi teh rosela selama 7 hari pasien menunjukkan adanya perubahan tekanan darah rata-rata penurunan sistole 12 mmHg dan diastole 10 mmHg. Terapi pemberian teh rosela dapat menurunkan tekanan darah pada keluarga yang menderita hipertensi derajat 1 menjadi normal-tinggi.   Hypertension is a systolic blood pressure of more than 140 mmHg and a diastolic blood pressure of more than 90 mmHg, hypertension is also called high blood pressure. Many treatment methods for treating hypertension have emerged as a result of advances in science and technology including the use of traditional medicines such as cinnamon (cinnamomun zeylanicum) and roselle flowers (Hibiscus sabdariffa). Plants such as Hibiscus Sabdariffa (HS) are rich in health benefits including antioxidants and antidyslipidemia effects. The aim of this research is to determine the effect of roselle tea therapy on families whose members suffer from hypertension. The type of research that will be applied in this research is descriptive witht a comparative descriptive model case study approach. This research case aims to determine the effectiveness of the implementation of rosella tea on lowering blood pressure. this study used patients suffering from hypertension in the Kebon Pala sub-district with 2 respondent subjects who met the inclusion and exclusion criteria. : After administering nonpharmacological therapy with roselle tea for 7 days, the patient showed changes in blood pressure. in blood pressure.average decrease in systolic blood pressure of 12 mmHg and dyastolic blood pressure 10 mmHg. Roselle tea therapy can reduce blood pressure in families suffering from grade 1 hypertension to normal-high.  
Implementasi Foot Massage Pada Keluarga Dengan Masalah Hipertensi Di Kelurahan Kebon Pala Muhammad Ramadani; Khaerul Amri; Nawang Pujiastuti
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/kj7ygj24

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit berbahaya yang mendapat julukan The Silent Killer, karena hipertensi dapat menyerang tanpa adanya tanda atau gejala yang muncul pada tubuh. Penanganan tekanan darah tinggi dalam penelitian ini menggunakan terapi non-konvensional berupa foot massage. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah foot massage pada klien hipertensi, serta mengetahui manfaat tambahan dari terapi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan informasi, menganalisis masalah, dan melakukan intervensi dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Subjek penelitian adalah klien dengan hipertensi tahap I, yang tinggal di Desa Kebon Pala. Penelitian dilaksanakan selama 7 hari dengan durasi foot massage selama 30–45 menit per sesi. Hasil dari foot massage menghasilkan perasaan lebih tenang, nyaman, dan mengalami relaksasi setelah setiap sesi foot massage. Klien juga menyampaikan bahwa terapi ini membuat mereka tidur lebih nyenyak di malam hari dan merasa lebih ringan di bagian kaki. Hal ini menunjukkan bahwa selain menurunkan tekanan darah, foot massage juga memberikan manfaat psikologis dan fisiologis berupa relaksasi serta meningkatkan kualitas istirahat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa foot massage efektif menurunkan tekanan darah secara signifikan pada lansia dengan hipertensi tahap I dan juga memberikan manfaat tambahan berupa relaksasi serta kenyamanan secara subjektif.   Hypertension is a dangerous disease that gets the nickname The Silent Killer, because hypertension can attack without any signs or symptoms that appear in the body. Handling high blood pressure in this study uses non-conventional therapy in the form of foot massage. The purpose of this study was to determine the effect before and after foot massage on hypertensive clients, as well as to determine the additional benefits of the therapy. The method used is descriptive method by collecting information, analyzing problems, and intervening within a predetermined time span. The research subjects were clients with stage I hypertension, who lived in Kebon Pala Village. The study was conducted for 7 days with the duration of foot massage for 30-45 minutes per session. The results of foot massage resulted in a feeling of calmness, comfort, and relaxation after each foot massage session. Clients also reported that this therapy made them sleep better at night and feel lighter in the legs. This shows that in addition to lowering blood pressure, foot massage also provides psychological and physiological benefits in the form of relaxation and improved quality of rest. The conclusion of this study is that foot massage is effective in significantly reducing blood pressure in elderly with stage I hypertension and also provides additional benefits in the form of relaxation and subjective comfort.
Terapi Genggam Jari dan Nafas Dalam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Keluarga Lansia dengan Masalah Kesehatan Hipertensi Tania, Adinda Putri; Amri, Khaerul; Pujiastuti, Nawang
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/7gx2rg03

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung, sehingga diperlukan upaya non-farmakologis yang mudah diterapkan dalam keluarga untuk mengontrol tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi terapi genggam jari dan napas dalam dalam menurunkan tekanan darah pada keluarga lansia dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dilakukan selama tiga hari pada tanggal 3–5 Juni 2024, dengan frekuensi satu kali terapi setiap pagi selama 20–30 menit. Subjek penelitian berjumlah dua orang lansia hipertensi yang dipilih secara purposive. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif terhadap hasil pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik sebesar 3–4 mmHg dan diastolik sebesar 7– 10 mmHg pada kedua subjek setelah dilakukan terapi. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi genggam jari dan napas dalam berpotensi menjadi intervensi non- farmakologis yang efektif dan mudah diterapkan dalam keluarga untuk membantu mengontrol tekanan darah pada lansia hipertensi. Hypertension is one of the major health problems among the elderly and significantly increases the risk of serious complications such as stroke and heart disease. Therefore, simple and non-pharmacological interventions that can be applied within families are needed to help control blood pressure. This study aims to examine the effectiveness of implementing finger-holding therapy combined with deep breathing exercises in reducing blood pressure among elderly family members with hypertension. A descriptive case study design was employed, conducted over a three- day period from June 3 to June 5, 2024, with one therapy session per day in the morning lasting 20–30 minutes. The study involved two purposively selected elderly individuals diagnosed with hypertension. Data were analyzed using descriptive comparative analysis based on blood pressure measurements taken before and after the intervention. The results indicated a decrease in systolic blood pressure by 3–4 mmHg and diastolic blood pressure by 7–10 mmHg in both participants following the therapy. These findings suggest that finger-holding therapy combined with deep breathing has the potential to serve as an effective and easily applicable non- pharmacological intervention for managing blood pressure in elderly individuals within a family setting.  
The Effectiveness of Support Group Therapy on Depression and Anxiety Levels Among the Elderly in The Halim Subdistrict of East Jakarta Widiastuti, Sri Hunun; Astuti, Harwina Widya; Amri, Khaerul; Pangaribuan, Santa Maria; Meylawati, Luluk Eka; Pujiastuti, Nawang; Anggraeni, Fitri
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i2.10456

Abstract

Aging is often accompanied by physiological, psychological, and social changes that increase the risk of mental health problems, particularly depression and anxiety. Effective psychosocial interventions are needed to help older adults manage these challenges and improve their well-being. This study aimed to determine the effect of Support Group Therapy on reducing depression and anxiety levels among older adults in Halim Village, East Jakarta. This study employed a quantitative quasi-experimental design with a pre-test–post-test approach. The sample consisted of 34 older adults selected using purposive sampling based on predetermined inclusion criteria. The intervention was delivered through 10 structured sessions, each focusing on specific topics related to emotional well-being and peer support. Data normality was tested using the Kolmogorov–Smirnov test, while statistical analysis was conducted using paired t-tests and independent sample t-tests. The results showed a significant difference (p < 0.001) in depression and anxiety levels before and after the intervention, indicating that Support Group Therapy is effective in reducing depression and anxiety among the elderly. These findings contribute to nursing practice, particularly in mental health nursing, by supporting Support Group Therapy as an effective psychosocial intervention to improve the mental health of older adults. This intervention may be implemented sustainably in community settings and health care facilities that provide services for the elderly.
Implementasi Latihan Slow Deep Breathing dengan Kombinasi Aromatherapy Mawar Pada Keluarga Hipertensi di Kelurahan Kebon Pala Rara Nindita; Amri, Khaerul; Pujiastuti, Nawang
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/dhd8qw88

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, serta berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak terkontrol. Intervensi nonfarmakologis, seperti Slow Deep Breathing (SDB) dan aromaterapi mawar, diketahui dapat memberikan efek relaksasi yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian pendahuluan ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian latihan Slow Deep Breathing yang dikombinasikan dengan aromaterapi mawar pada individu dengan hipertensi ringan dalam konteks keluarga di RW 10 Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif pre-post terhadap dua partisipan perempuan berusia 55 tahun dan 59 tahun yang dipilih secara purposive. Intervensi diberikan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing selama 15 menit pada setiap sesi. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter digital sebelum sesi intervensi pertama dan setelah hari ketiga intervensi. Hasil menunjukkan bahwa tekanan darah partisipan pertama menurun dari 150/81 mmHg menjadi 134/75 mmHg, sedangkan partisipan kedua menurun dari 153/100 mmHg menjadi 135/89 mmHg. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 13,7 mmHg dan diastolik sebesar 5,8 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan Slow Deep Breathing yang dikombinasikan dengan aromaterapi mawar berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi ringan. Namun, karena jumlah partisipan sangat terbatas dan durasi intervensi singkat, hasil penelitian ini perlu dipahami sebagai temuan awal dan masih memerlukan konfirmasi melalui penelitian dengan sampel yang lebih besar serta desain yang lebih kuat.   Hypertension is a health problem characterized by systolic blood pressure of ≥140 mmHg and/or diastolic blood pressure of ≥90 mmHg and may lead to serious complications if not properly controlled. Non-pharmacological interventions, such as Slow Deep Breathing (SDB) and rose aromatherapy, are known to induce relaxation and may help reduce blood pressure. This preliminary study aimed to describe changes in blood pressure before and after the implementation of Slow Deep Breathing combined with rose aromatherapy in individuals with mild hypertension within a family setting in RW 10, Kebon Pala, East Jakarta. The study used a descriptive pre-post approach involving two female participants aged 55 and 59 years who were selected purposively. The intervention was administered for three consecutive days, with each session lasting 15 minutes. Blood pressure was measured using a digital sphygmomanometer before the first intervention session and after the third day of intervention. The results showed that the first participant’s blood pressure decreased from 150/81 mmHg to 134/75 mmHg, while the second participant’s blood pressure decreased from 153/100 mmHg to 135/89 mmHg. The average reduction in systolic and diastolic blood pressure was 13.7 mmHg and 5.8 mmHg, respectively. These findings suggest that Slow Deep Breathing combined with rose aromatherapy may help reduce blood pressure in individuals with mild hypertension. However, due to the very limited number of participants and the short duration of intervention, these findings should be interpreted as preliminary and require further confirmation through studies with larger samples and more rigorous designs.
Pengaruh Senam Yoga Terhadap Tekanan Darah pada Keluarga Lansia Dengan Masalah Kesehatan Hipertensi di Kelurahan Kebon Pala Priyanjani, Desinta Putri; Amri, Khaerul; Pujiastuti, Nawang
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/frgjv738

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak terjadi pada lansia. Selain pengobatan farmakologis, penanganan hipertensi juga dapat dilakukan secara non-farmakologis, salah satunya dengan senam yoga yang terbukti membantu menurunkan tekanan darah melalui teknik pernapasan, relaksasi, dan gerakan tubuh. Tujuan mengetahui pengaruh senam yoga terhadap tekanan darah pada keluarga lansia dengan masalah hipertensi di RW 10 Kelurahan Kebon Pala. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua individu pada keluarga dengan masalah Kesehatan hipertensi, yaitu Ny. T 71 tahun dan Ny. R 60 tahun, yang mengalami hipertensi ringan. Intervensi berupa senam yoga dilakukan selama dua minggu dengan frekuensi dua kali per minggu selama 30 menit. Data instrumen yang digunakan pada penelitian ini tensimeter digital dan lembar observasi tekanan darah. Hasil: Sebelum dilakukan senam yoga, tekanan darah Ny. T adalah 152/95 mmHg dan Ny. R sebesar 151/90 mmHg. Setelah intervensi, tekanan darah menurun menjadi 146/90 mmHg (Ny. T) dan 144/90 mmHg (Ny. R). Terdapat penurunan rerata tekanan darah sistolik sebesar 10 mmHg dan diastolik 21 mmHg. Terapi senam yoga memberikan pengaruh positif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Intervensi ini dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif dalam mendukung pengelolaan hipertensi pada keluarga lansia.   Hypertension is one of the degenerative diseases that commonly occurs in the elderly and can increase the risk of various health complications. In addition to pharmacological treatment, hypertension management can also be  carried out through non-pharmacological approaches, one of which is yoga exercise, which can help reduce blood pressure through breathing techniques, relaxation, and body movements. This study aimed to determine the effect of yoga exercise on  blood pressure in elderly families with hypertension in RW 10, Kebon Pala Village. This study used a descriptive case study design with a pre-test and post-test approach involving two individuals in a family with hypertension, namely Mrs. T (71 years old) and Mrs. R (60 years old) who experienced mild hypertension. The intervention in the form of yoga exercise was conducted for two weeks with a frequency of four sessions, each lasting 30 minutes. The research instruments used were a digital sphygmomanometer and a blood pressure observation sheet. The results showed that before the intervention (pre-test), the blood pressure of Mrs. T was 152/95 mmHg and Mrs. R was 151/90 mmHg. After the yoga exercise intervention for two weeks (post- test), the blood pressure decreased to 132/80 mmHg for Mrs. T and 130/80 mmHg for Mrs. R. The conclusion of this study indicates that yoga exercise has a positive effect   in reducing blood pressure in elderly patients with hypertension. This intervention can be used as a safe and effective non-pharmacological alternative therapy to support hypertension management in elderly families
Implementasi Terapi Minuman Rebusan Daun Salam terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Keluarga Dengan Gout Arthritis di Kelurahan Halim Perdanakusuma Puspitasari, Tanaya; Pujiastuti, Nawang; Khaerul Amri
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/f2kbxm44

Abstract

Penyakit asam urat atau gout arthitis adalah salah satu jenis radang sendi yang terjadi karena adanya penumpukan kristal. Asam urat tinggi dapat terjadi bila tubuh terlalu banyak purin. Kondisi ini dapat terjadi pada sendi mana pun, seperti di jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling sering di jempol kaki. Banyak metode pengobatan untuk mengobati asam urat dengan farmakologi atau non farmakologi. Sebagai tanaman obat, daun salam (Syzygium polyanthum wight) dapat menurunkan kadar hiperurisemia dalam darah. Tanin, minyak atsiri, dan komponen flavonoid yang terdapat pada daun salam dapat membantu meringankan artritis gout. Ikatan rangkap struktur flavonoid memungkinkan mengendalikan metabolisme asam urat dengan mengikat aktivitas proses degradasi purin. Untuk lebih membantu menghilangkan kelebihan asam urat, tanin dan minyak esensial dapat meningkatkan produksi urin oleh ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat. Jenis penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan dua pasien gout arthitis ditandai dengan peningkatan asam urat di kelurahan halim Perdanakusuma dengan subjek responden yang memenuhi kriteria inklusi. Setelah dilakukan pemberian terapi non-farmakologi rebusan air daun salam selama 4 hari pasien menunjukkan adanya perubahan kadar asam urat pada responden ke-1: 8,3 mg/dl menjadi 5,6 mg/dl dan responden ke-2: 8,5 mg/dl menjadi 3,9 mg/dl. Terapi pemberian Rebusan Air Daun Salam dapat menurunkan Kadar Asam Urat pada keluarga yang menderita asam urat.   Gouty Arthritis is a type of arthritis that occurs due to the accumulation of crystals. High uric acid can occur when the body has too much purine. This condition can occur in any joint, such as in the toes, ankles, knees, and most often in the big toe. There are many treatment methods for treating gout with pharmacology or non-pharmacology. As a medicinal plant, bay leaves (Syzygium polyanthum wight) can reduce hyperuricemia levels in the blood. Tannins, essential oils, and flavonoid components found in bay leaves can help relieve gouty arthritis. The double bond of the flavonoid structure allows it to control uric acid metabolism by binding to the activity of the purine degradation process. To further help eliminate excess uric acid, tannins and essential oils can increase urine production by the kidneys. The purpose of this study was to determine the effect of bay leaf boiled water therapy on reducing uric acid levels. Method: The type of research that will be applied in this study is descriptive with a case study approach. This study used patients suffering from gout in Halim Perdanakusuma sub-district with 2 respondent subjects who had met the inclusion and exclusion criteria. After being given non-pharmacological therapy of boiled bay leaf water for 4 days, the patient showed a change in uric acid levels in the 1st respondent from 8.3 mg/dl to 5.6 mg/dl and the 2nd respondent from 8.5 mg/dl to 3.9 mg/dl. Therapy of Bay Leaf Water Decoction can reduce Uric Acid Levels in families suffering from gout.