Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisa Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Arus Netral Dan Losses Pada Trafo 200 kVA Wahyudi; Budiman; Ridal, Y
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i1.1146

Abstract

Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi dan ketidakseimbangan tersebut adalah pada beban-beban satu fasa di pelanggan jaringan tegangan rendah. Akibat ketidakseimbangan beban tersebut muncullah arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses, yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. Penambahan beban pada gardu distribusi di PT . PLN (Persero) ULP Lubuk Alung dalam kurun waktu tahun 2023 sampai dengan 2024 yang signifikan tanpa memperhitungkan pembagian beban trafo, dampaknya begitu terasa bagi konsumen, sehingga terjadinya kerugian tegangan maupun daya yang sangat besar. Data hasil pengukuran siang hari maupun malam hari (beban puncak) yang dilakukan pada gardu distribusi di PT . PLN (Persero) ULP Lubuk Alung, terlihat bahwa tegangan (V) dan arus (I), serta hasil perhitungan daya semu (S) tidak sama besar pada setiap fasa (R, S dan T). Berdasarkan hasil analisa, bahwa pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap arus netral dan losses daya pada trafo distribusi di PT . PLN (Perseo) ULP Lubuk Alung diperoleh losses (rugi) daya akibat adanya arus pada penghantar netral (P) pada siang hari sebesar 2,81% dan pada malam hari sebesar 7,24%. losses (rugi) daya akibat arus netral yang mengalir ke tanah (PG) pada siang hari sebesar 7,41% dan pada malam hari sebesar 8,67%.
Analisis Sistem Proteksi Generator Menggunakan Over Current Relay Di PLTA Singkarak Yolanda, A; Anshar, C N; Ridal, Y
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i1.1148

Abstract

Sistem proteksi merupakan susunan peralatan yang direncanakan untuk dapat mendeteksi atau mengukur adanya ketidak normalan pada peralatan, gangguan yang terjadi pada pusat pembangkit listrik dapat terjadi kapan saja, untuk itu diperlukan sistem proteksi atau sistem pengaman, yang berfungsi selain mengamankan peralatan pada pusat pembangkit juga untuk mencegah kerusakan peralatan lain dampak dari gangguan. Sistem proteksi generator di PLTA Singkarak dengan menggunakan Over Current Relay (OCR) serta menentukan settingan arus lebih dan relay dan juga menghitung arus nominal serta arus hubung singkat, dalam suatu generator 3 fasa di plta singkarak ada 4 unit masing-masing memiliki daya 52 MVA, teganga 10,5 kV, arus 2895 A, dan CT 300/5, kabel yang digunakan adalah XLPE/NAXS2Y/5x1x300, arus hubung singkat 1 fasa pada titik ganguan 50% adalah 638.880 A, 2 fasa 1.156.068 A, 3 fasa 2.349.429 A, 4,80 A setingan arus pada waktu operasi relay adalah 0,007 detik,dan TMS (Time Multiplier Setting) untuk satu fasa adalah 0,39 detik , untuk 2 fasa adalah 0,36 detik, dan untuk 3 fasa adalah 0,34 detik.
Penjualan Dan Penurunan Susut Energi Distribusi Menggunakan Automatic Meter Reading Pada Pelanggan 3 Phasa di PT.PLN (Persero) UP3 Muara Bungo Sefrinalfi, R; Rauf, R; Ridal, Y
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i1.1149

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pemasangan Automatic Meter Reading (AMR) januari tahun 2023 pada pelanggan 3 phase Base Transceiver Station (BTS) di PT PLN (Persero) UP3 Muara Bungo di ULP Rimbo Bujang terhadap pemakaian kwh dan penjualan tenaga listrik dengan data dari tahun 2022 hingga 2024. Penelitian ini berfokus pada 35 pelanggan BTS di UP3 Muara Bungo ULP Rimbo Bujang dengan menganalisis pemakaian kWh meter sebelum pemasangan AMR yang sangat fluktuatif akan tetapi menjadi lebih stabil yaitu interval 100-110 JT meskipun secara rata-rata total penjualan tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2023 terjadi penurunan sebesar Rp. 2.471.476. Dengan data yang lebih stabil dan akurat setelah dilakukan pemasangan AMR maka dapat diperoleh prognosa yang lebih baik serta mitigasi yang lebih tepat. Analisa juga dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemasangan AMR terhadap susut distribusi terjadi penurunan pemakaian kWh pada pelanggan 3 Phase BTS setelah dilakukan pemasangan AMR pada bulan januari tahun 2023 terjadi penurunan trend pemakaian sebesar 12% dengan rata-rata pemakaian 35 pelanggan sampling pada tahun 2022 adalah 73.448 kWh menjadi 64.901 kWh pada tahun 2023, terdapat selisih 8547 kWh lebih kecil yang setara dengan 0.59% susut bulanan tahun 2022 dan 0.52% susut bulanan tahun 2023. Setelah dilakukan analisa lebih lanjut terhadap data penelitian maka dapat diketahui bahwa terdapat 3 kemungkinan yang terjadi pada pelanggan setelah dilakukan pemasangan AMR yaitu, normal/sesuai, lebih tagih dan kurang tagih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemasangan AMR pada pelanggan 3 phase BTS di PT PLN (Persero) UP3 Muara Bungo memberikan manfaat signifikan dalam stabilisasi pemakaian energi listrik, kendali penjualan yang lebih baik, dan pemantauan susut distribusi yang lebih akurat. Meskipun terjadi penurunan dalam rata-rata penjualan, manfaat jangka panjang dari AMR dalam mengoptimalkan efisiensi operasional dan pengelolaan sumber daya energi listrik menjadi sangat jelas. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya penggunaan teknologi AMR dalam meningkatkan kinerja operasional dan keuangan perusahaan listrik dalam era digital ini.
Analisa Sistem Kelistrikan Pada Gedung STO di Kota Bukittinggi Mulia, L; Rauf, R; Ridal, Y
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i2.1364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem kelistrikan pada gedung STO di Kota Bukittinggi yang handal, aman dan ramah lingkungan dan mengetahui perhitungan Kemampuan Hantar Arus (KHA) yang digunakan pada gedung STO di Kota Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa sistem kelistrikan Gedung STO di Kota Bukittinggi telah dirancang dengan prinsip keandalan, keamanan, dan efisiensi yang terbukti dari perhitungan KHA yang memenuhi standar dan margin cadangan daya yang besar. Pada keandalan desain sistem menggunakan jalur paralel dengan 2 jalur untuk trafo-MDP dan 3 jalur untuk genset-MDP dapat memastikan redundansi. Pada keamanan untuk pemilihan kabel NYY 2x4x1x240 mm2 (KHA 640 A/jalur) dan kabel NYFGbY ukuran 4x35 mm² untuk SDP Rect sudah sesuai dengan standar PUIL. Pada ramah lingkungan bahwa efisiensi energi tercapai melalui pembagian beban seimbang dan penggunaan kabel berinsulasi PVC (NYFGbY). Perhitungan Kemampuan Hantar Arus (KHA) menurut metode perhitungan bahwa KHA dihitung berdasarkan standar PUIL dan katalog pabrikan, dengan mempertimbangkan arus beban maksimal dan faktor koreksi (suhu, jarak). Trafo-MDP: 2 jalur NYY 2x4x1x240 mm² (KHA 640 A/jalur) dengan Total 1.280 A (aman untuk beban 958 A). SDP Ruang Rect dengan Kabel NYFGbY 4x35 mm² (KHA 138 A) untuk beban 125 A. Semua kabel memenuhi syarat KHA > arus beban, dengan margin keamanan yang cukup dengan KHA 69 A untuk beban 60 A pada SDP Sentral. Beban rata-rata jauh di bawah KHA pada SDP Infratel hanya menggunakan 2,33 A dari KHA 69 A yang menunjukkan desain yang konservatif dan aman. Kata Kunci: Sistem Kelistrikan, Kemampuan Hantar Arus, Gedung STO Kota Bukittinggi
Studi Analisis Pengaruh Intensitas Medan Listrik pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Jalur Lubuk Alung – Padang Industrial Park - Pauh Limo Zainaldi, I; Ridal, Y; Rauf, R
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i2.1401

Abstract

Penelitian ini membahas perhitungan intensitas medan listrik pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di jalur Lubuk Alung – Padang Industrial Park – Pauh Limo yang mengalami relokasi akibat pembangunan jalan tol. Kajian difokuskan pada perhitungan parameter teknis seperti andongan konduktor, jarak antar fasa, tinggi konduktor, dan jari-jari konduktor berdasarkan data dari PT. Maxima Arta. Metode analitik elektrostatis digunakan untuk menghitung intensitas medan listrik pada tiga titik uji utama: permukaan jalan tol, kendaraan yang melintas, dan safety net. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa intensitas medan listrik tertinggi sebesar 6,040 kV/m terjadi pada safety net yang telah di-grounding, sehingga tidak menimbulkan risiko bagi manusia maupun lingkungan di bawahnya. Nilai medan listrik pada titik uji jalan dan kendaraan berada dalam batas aman sesuai SNI 04-6918-2002 dan rekomendasi WHO. Dengan demikian, relokasi SUTT 150 kV pada jalur ini dinyatakan aman dari aspek paparan medan listrik dan dapat dijadikan referensi teknis dalam perencanaan ulang jaringan transmisi di area publik
Studi Analisa Sistem Penangkal Petir Elektrostatis Terintegrasi 3 Titik Pada Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang Umbara, G; Ridal, Y; Rauf, R
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i2.1234

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mengalami berbagai macam fenomena alam seperti petir. Umumnya petir menyambar daerah tertentu dan khususnya pada bangunan tinggi. Sambaran petir dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan dan peralatan didalamnya, kebakaran, bahkan jatuhnya korban jiwa. Untuk menghindari dampak dari sambaran petir inilah, diciptakan alat yang disebut penangkal petir. Luas kawasan area pada gedung Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang adalah 16.800 m2 dan dibangun diatas tanah rawa yang menurut perhitungan tahan jenis tanah diperoleh besaran 6,034 ?m. Untuk melindungi daerah tersebut, digunakan 3 penangkal petir jenis elektrostatis type LPI Stormaster ESE 60 R 80 m yang mana berdasarkan perhitungan radius perlindungan masing – masing penangkal petir adalah 103,4 m. Ukuran dari konduktor grounding untuk setiap penangkal petir berdasarkan perhitungan yaitu 21,51 mm2 dengan menggunakan kawat jenis BC. Masing – masing penangkal petir memiliki sudut proteksi ? = 69,47° dengan tinggi 110 m dan luasan kawasan yang dilindungi oleh setiap penangkal petir adalah 33571,5 m2.
Studi Analisa Minyak Transformator pada PLTM Gumanti-3 Nagari Sarik Alahan Tigo Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok Ansori, D; Ridal, Y; Budiman
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i2.1423

Abstract

PLTM Gumanti-3 menggunakan transformator dalam distribusi tenaga listrik, yang rentan terhadap masalah kegagalan isolasi, salah satunya terkait dengan kualitas minyak transformator. Minyak transformator berfungsi sebagai isolator dan pendingin, dan kegagalannya dapat mempengaruhi umur transformator serta kualitas tenaga listrik yang disuplai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik minyak transformator pada Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) Gumanti-3 yang terletak di Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok. Pengujian menggunakan alat uji merk Hipotronics dan KEW 3122A. Data yang dikumpulkan meliputi tegangan tembus, arus, dan tegangan dari transformator yang ada di PT. Supraco Mitra Energie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian tegangan tembus pada minyak transformator menunjukkan perbedaan antara Transformator I, Transformator II, dan Transformer Auxiliary. Pada Transformator I, tegangan tembus minyak sebesar 32 kV, sedangkan pada Transformator II dan Transformer Auxiliary, masing-masing menunjukkan tegangan tembus 30 kV dan 25 kV. Penggantian minyak pada Transformer Auxiliary meningkatkan kualitas isolasi dengan mengurangi tegangan tembus menjadi 28 kV, menunjukkan perbaikan signifikan setelah penggantian minyak. Fluktuasi daya semu pada Transformator I tercatat berkisar antara 10-20 MVA, sementara pada Transformator II dan Transformer Auxiliary fluktuasi ini lebih stabil dengan kisaran 9-18 MVA dan 8-17 MVA. Performa daya semu pada Transformator I menunjukkan penurunan yang lebih besar saat beban meningkat, dibandingkan dengan Transformator II yang memiliki kapasitas lebih konsisten. Selain itu, distribusi arus dan tegangan di ketiga fasa (R, S, T) pada kedua transformator menunjukkan hasil yang relatif seimbang, dengan perbedaan rata-rata arus tidak melebihi 2%. Penyimpangan arus pada Transformator I rata-rata tercatat sebesar 0,5 A, sedangkan pada Transformator II mencapai 0,3 A. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemeliharaan dan pengujian rutin terhadap kualitas minyak transformator sangat penting untuk menjaga operasional transformator yang optimal dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem kelistrikan.