Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Media Informatika

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Post Partum Dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir Di Upt Puskesmas Watampone Tahun 2024 Sumarni , Sumarni; Metasari, Andi Ria; Ermawati, Ermawati; Susilawati, Susilawati; Sriwidyastuti, Sriwidyastuti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Media Informatika Edisi September - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolostrum adalah komponen dari ASI yang berupa cairan kuning keemasan yang dikeluarkan oleh ibu mulai dari hari pertama sampai hari ketiga setelah melahirkan. Kolostrum mengandung zat kekebalan yang 10- 17 kali lebih banyak daripada susu matang, sehingga sangat penting untuk membantu pembentukan antibodi pada Bayi Baru Lahir . WHO  mengungkapkan bahwa dengan diberikannya kolostrum pada bayi, dapat menolong 22 % kematian bayi karena pembentukan imunitas yang lebih baik dan pencegahan terhadap serang infeksi yang dapat terjadi pada bayi dan data lain dari WHO mengungkapkan ada 170 juta anak mengalami gizi kurang dan sebanyak 3 juta anak meninggal setiap harinya, karena kematian ini disebabkan oleh infeksi, saluran pernafasan akut, diare, dan campak, yang sebenarnya dapat dihindari dengan cara memberikan kolostrum pada bayi baru lahir. Selain itu, dengan memberikan ASI mulai dari 1 jam pertama kelahiran hingga berlanjut sampai ASI Eksklusif yaitu usia bayi 6 bulan adalah upaya untuk mengurangi statistik gizi kurang didunia. Sejauh ini, penyumbang angka kematian pada bayi masih didominasi oleh infeksi, tetapi masalah gizi kurang pada anak pun menyumbangkan angka kematian yang cukup berarti, sekitar 45% dari jumlah kematian pada bayi secara keseluruhan (Kementerian Kesehatan RI, 2021) dalam (Effendi, 2021). Hubungan    Pengetahuan dan Sikap Ibu Post Partum dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahirdi UPT Puskesmas Watampone Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah  penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study.Populasi 30 bayi, dan sampel penelitian ini berjumlah 30 bayi yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner.Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian ini diperoleh bahwa ada hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian kolostrum dengan nilai P (0.000) dan ada hubungan Sikap Ibu dengan Pemberian kolostrum P (0.004). Kesimpulan diperoleh bbahwa ada hubungan antara pengetahuan Ibu dan sikap ibu terhadap  pemberian Kolostrum. Bagi Ibu yang Melahirkan Bayi agar dapat memberikan kolostrum pada bayi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Pubertas dengan Sikap Menghadapi Perubahan Fisik pada Remaja Putri Di SMAN 27 Bone Sriwidyastuti, Sriwidyastuti; Ermawati, Ermawati; Susilawati, Susilawati; Musdalifah, Musdalifah
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5967

Abstract

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan kematangan fungsi seksual. Masa pubertas juga merupakan masa dimana anak mengelola emosi seperti kecemasan yang dirasakan. Untuk mengurangi kecemasan pada remaja saat menghadapi masa pubertas diperlukan peran orang tua maupun guru disekolah untuk memberikan informasi yang benar tentang kondisi perubahan pada masa- masa remaja. Kesehatan reproduksi saat ini masih menjadi hal tabu di kalangan remaja. Hal ini menyebabkan banyak masalah terkait kesehatan reproduksi remaja muncul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja awal tentang pubertas dengan sikap menghadapi perubahan fisik remaja di SMAN 27 Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 52 responden. Berdasarkan  hasil uji statistik didapatkan nilai nilai  p = 0,034 < 0.05 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang pubertas dengan sikap menghadapi perubahan fisik pada remaja putri. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sikap antara lain pengetahuan, semakain tinggi pengetahuan akan semakin baik sikap yang ditunjukkan orang tersebut, sebaliknya bila pengetahuan rendah maka terbentuk sikap yang negatif. Pengetahuan dapat terbentuk dari pengalaman pribadi, maka pengalaman pribadi juga salah satu factor terbentuk sikap seseorang. Saran dalam penelitian ini agar dapat meningkatkan program pendidikan kesehatan kepada remaja khususnya tentang kesehatan reproduksi.