Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Sedentary Lifestyle dan Tingkat Stres terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja Hidayah, Andi Nurul; Ariani, Malisa; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Latifah, Latifah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.909-920

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan penangan segara. Obesitas dapat terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah energi yang dikonsumsi terlalu banyak daripada jumlah energi yang dikeluarkan. Obesitas dapat dialami oleh siapa saja salah satunya yaitu remaja dan jika tidak ditangani akan berisiko untuk menjadi obesitas pada saat dewasa. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan obesitas yaitu pola aktivitas fisik sepertii sedentary lifestyle dan psikologi seperti tingkat stress. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara sedentary lifestyle dan tingkat stress terhadap kejadian obesitas pada remaja. Penelitian kuantitatif dengan desain survey analitik dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 216. Alat pengumpulan data penelitian ini berupa kuesioner dan lembar observasi. Kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) untuk mengukur sedentary lifestyle. Kuesioner variabel Tingkat stress menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10). Data hasil isian kuesioner kemudian dianalisa dengan uji chi square. Sedentary lifestyle rendah sebanyak 145 orang (67,1%), tingkat stress sedang sebanyak 175 orang (81%), status gizi tidak obesitas sebanyak 194 orang (89,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan sedentary lifestyle terhadap kejadian obesitas pada remaja dengan p-value  sebesar 0,000 (<0,05). Terdapat hubungan tingkat stress terhadap kejadian obesitas pada remaja dengan p-value sebesar 0,000 (<0,05). Obesitas pada remaja dapat dicegah dengan mengurangi sedentary lifestyle seperti beraktivitas fisik aktif, dan menjaga kesehatan jiwa dengan mencegah atau mengatasi stres.
Hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2 Hidayah, Andi Nurul; Syahlani, Ahmad; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/4x6jgw44

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diabetes melitus termasuk penyakit kronis dengan tanda glukosa darah meningkat. Kondisi ini terjadi akibat produksi insulin yang tidak adekuat. Stress merupakan factor pemicu hiperglikemia kronis pada diabetes. Begitu juga sebaliknya orang dengan penyakit kronis diabetes melitus dapat mengalami stress hingga mengganggu keseimbangan fisiologis dan menurunkan kualitas hidup penderita. Melihat hal tersebut maka analisa hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2 menjadi tujuan dalam penelitian ini.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif desain survey analitik pendekatan cross sectional. Populasi 406 orang, kemudian sampel diambil menggunakan purposive sampling dan ditentukan ada 60 responden. Uji dianalisa menggunakan chi square.Hasil: Sebagian besar responden dalam tingkat stress ringan 41 orang (68,3%) dan hampir seluruhnya 49 orang (81,7%)  dengan kualitas hidup baik. Hasil uji analisis didapatkan p-value 0,027.Kesimpulan: Hasil uji menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2. Melihat hasil yang ada tenaga kesehatan diaharapkan meningkatkan pelayanan pendidikan kesehatan terkait pengelolaan stress kepada pasien.