Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Konsep Islam Rahmatan lil 'Alamin dalam Pendidikan Karakter di SDN Seneng 1 Krucil Probolinggo Miftahul Hasan; Ainur Rofiq Sofa
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v3i1.1972

Abstract

This research aims to analyze the implementation of the Rahmatan lil 'Alamin Islamic concept in character education at SDN Seneng 1 Krucil Probolinggo. The study highlights the importance of applying Islamic values that bring mercy to all of creation as a foundation for shaping students' character with tolerance and noble ethics. The research methodology is qualitative, using a case study approach, involving Islamic Religious Education teachers and the principal as the research subjects. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The results show that the implementation of the Rahmatan lil 'Alamin concept at SDN Seneng 1 Krucil has had a positive impact on shaping students' character. This concept teaches religious values that prioritize compassion, interfaith tolerance, and peace in daily life. Furthermore, students are encouraged to develop empathy, respect, and become agents of change for the benefit of society. The study concludes that the Rahmatan lil 'Alamin concept can serve as a guideline for character education to create a generation with noble morals who can live harmoniously in a pluralistic society.
PENGARUH GANGGUAN BAHASA TERHADAP KEMAMPUAN BICARA PADA ANAK GAGAP USIA 7-10 TAHUN Lutvi Qolbiyatu Zuhro NH; Miftahul Hasan; Vella Julia; Fisnia Pratami
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 6 (2024): Desember : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/tg4czg64

Abstract

The study analyzes developmental stuttering in children aged 7-10 years in elementary school. It uses a descriptive qualitative method through observation, audio recordings, and interviews. The findings show that stuttering is caused by anxiety, fear, and low self-confidence, especially in stressful situations. Support from family, teachers, a positive environment, and relaxed speaking practice effectively improve speech fluency. If stuttering persists, consulting a speech therapist or psycologist is highly recommended.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai Moderasi Beragama di MTs Genggong 2 Ketompen Probolinggo Syamsuddin; Miftahul Hasan; M. Romli; Moh. Hasan Firghol Muttaqien
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3936

Abstract

Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam kehidupan beragama di masyarakat multikultural seperti Indonesia. Lembaga pendidikan, khususnya madrasah, memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai moderasi beragama di MTs Genggong 2 Ketompen Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran dan program madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik, teladan, fasilitator, dan pembimbing dalam menanamkan nilai moderasi beragama. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui pembelajaran PAI yang kontekstual, keteladanan sikap guru, pembiasaan sikap toleran, serta integrasi nilai moderasi dalam kegiatan keagamaan dan budaya madrasah. Faktor pendukung dalam penanaman moderasi beragama meliputi lingkungan madrasah yang religius dan dukungan kebijakan sekolah, sedangkan faktor penghambatnya antara lain latar belakang pemahaman keagamaan siswa yang beragam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penguatan peran guru PAI dalam membangun sikap beragama yang moderat dan inklusif.